Berita Nasional Terpercaya

Kisah Mengharukan dari Petinggi Rotary Club dan Cara Dia Menghadapinya

0

MEDAN, HarianBernas.com— Jika disakiti, apa yang akan anda lakukan terhadap orang yang menyakiti Anda? Membalas dendam? Mendoakan hal yang tidak baik?

John H.G.Soe adalah sekretaris dan presiden Rotary Club. Kisah susksesnya ini diawali dengan kisah yang mengharukan. John H.G.Soe terlahir dengan penyakit polio. Oleh karena itu, orang tuanya meninggalkannya di sebuah rumah sakit di Medan.

Para perawat kemudian merawatnya selama beberapa tahun dan kemudian mengirim John ke Panti Asuhan Yatim Piatu. Ketika John berada di kelas 3, panti asuhan tempat John tinggal direnovasi sehingga seluruh penghuninya harus kembali ke keluarganya masing-masing. Namun, tak seorangpun datang menjemput John sehingga dia mendapat panggilan ?Kong ? yang maknanya bukan anak siapa-siapa. Seorang suster akhirnya menemukan orang tua John, namun ibu John menolaknya.

Suster tersebut tidak bisa membawa John ke Panti Asuhan yang sedang direnovasi, maka John terpaksa ditinggalkan dulu di rumah orang tuanya. John melewatkan hari-harinya yang begitu pahit bersama keluarganya.

Mereka memberinya tempat yang sempit di bagian belakang rumah dan tidak diperkenankan bermain dengan saudara-saudaranya. Dia tidur beralaskan lantai, sementara yang lain memiliki tempat tidur, demikian juga makanannya yang dibedakan dengan saudara-saudaranya. Setelah tinggal selama 10 hari, John dikirim kembali oleh saudaranya ke Panti Asuhan.

Para suster sangat kaget melihat kondisi John dan memutuskan untuk tidak akan mengembalikannya lagi ke keluarganya. Hingga pada akhirnya datanglah seorang pengusaha Belanda-Italia yaitu Ted de Ponti yang merupakan anggota Rotary Club di Singapura dan bekas sukarelawan Palang Merah. Ia kemudian mengadopsi John dan mengobati polio yang diderita John.

John diperlakukan seperti anaknya sendiri, ia disekolahkan hingga jenjang perguruan tinggi. John pun kemudian dilantik tahun 2004 oleh Rotary dan dipercaya sebagai sekretaris dan presiden Rotary Club. Saat ia telah sukses, ia mencari kembali keluarganya. ?Saya datang bukan untuk balas dendam tapi berterimakasih karena apa yang mereka lakukan bisa mengubah hidup saya?, demikianlah kata John.

John sungguh memiliki hati yang lapang, ia tidak pernah memiliki dendam sedikitpun kepada orang-orang yang telah menyakitinya, bahkan tak sedikitpun ia menyalahkan Tuhan. Ia berkata, jika ia tidak diperlakukan dengan buruk oleh keluarganya, mungkin ia tidak akan menjadi orang seperti sekarang. ?Saya selalu merasa bahwa selalu ada seseorang yang mengalami nasib yang lebih buruk dari saya.

Setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Saya tidak akan pernah menjadi orang seperti sekarang ini seandainya orang tua saya tidak meninggalkan saya di rumah sakit ? kata John menutup kisahnya.

Sudahkah Anda memafkan orang yang pernah menyakiti Anda?

Leave A Reply

Your email address will not be published.