Berita Nasional Terpercaya

Ada Rumah Penampungan Bagi Anak Telantar dan Kaum Dua’fa di Surabaya, Perempuan Paruh Baya Ini Pendirinya

0

SURABAYA, HarianBernas.com— Pernahkah Anda berpikir untuk menyenangkan hati Tuhan? Bagaimanakah caranya?

Bagaimana mungkin kita dapat menyenangkan hati Tuhan sedangkan kita sendiri susah untuk menemukan kebahagiaan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut pernah terpikirkan oleh Hana Amalia Vandayani Ananda. Hana adalah pendiri dan pemimpin Yayasan Pondok Kasih. Berdirinya Yayasan Pondok Kasih bermula ketika Hana tergerak hatinya saat melihat seorang pengemis yang biasa meminta-minta sedekah di gerejanya. Pengemis itu setiap malam tidur di pinggir jalan. Hal itu menyebabkan hati Hana tergerak untuk menolong pengemis tersebut.

Baca juga: Rumah Joglo, Rumah Adat Jawa yang Memiliki Banyak Keunikan

Hana bersama temannya kemudian menyewa sebuah rumah untuk menampung para pengemis dan gelandangan yang ada di daerah Surabaya. Berawal dari satu pengemis, rumah Yayasan Pondok Kasih semakin banyak kedatangan pengemis-pengemis lain, orang cacat, gelandangan, perempuan hamil di luar nikah, bahkan pekerja seks komersial (PSK). Karena semakin banyak yang datang ke rumah Yayasan Pondok Asih, Hana kemudian mendapatkan lahan yang cukup luas yang dapat menampung lebih banyak lagi.

Selain menjadi pendiri dan pemimpim Yayasan Pondok Kasih, Hana juga menjadi tokoh untuk lintas etnis dan budaya. Dibalik kisah kedermawanannya, Hana memiliki kisah yang kurang menyenangkan. Hana lahir dari sebuah keluarga yang sederhana. Dan ketika usianya menginjak 17 tahun, Hana menderita sakit yang berpotensi menyebabkan kelumpuhan.

Penyakit tersebut tidak membuat Hana tinggal diam, Hana melayani orang-orang di rumah sakit. Sejak saat itu pula, Hana dinyatakan telah sembuh. Hana kemudian berjanji untuk selalu menolong kaum lemah, miskin, tersingkir, dan difabel. Hana melakukan hal tersebut, karena ia ingin berterimakasih atas kesembuhan yang telah diberikan oleh Yang Mahakuasa, Hana hanya ingin menyenangkan hati-Nya.

Hana berkata “Tidak ada kebahagiaan yang begitu besar selain kita membahagiakan orang lain”. Kini, Hana telah menepati janjinya untuk menolong mereka yang membutuhkan pertolongan, untuk membahagiakan hati-Nya, dan untuk membahagiakan hati orang lain.

Sudahkah Anda menemukan cara untuk menyenangkan hati-Nya?

Baca juga: Mengenal Keunikan Rumah Adat Jambi yang Memiliki Ukiran Eksotik

Leave A Reply

Your email address will not be published.