Berita Nasional Terpercaya

Ketika Teknologi Dinilai Mulai Menggangu, Suasana Pedesaan Menjadi Solusi

0

Jakarta, HarianBernas.com – Teknologi yang berkembang pesat saat ini membuat teknologi menjadi semakin canggih. Seiring berjalannya waktu, kecanggihan teknologi ini pun kian dapat menjawab dan membantu semua kebutuhan manusia. Berbagai kemudahan pun ditawarkan dengan adanya teknologi yang semakin canggih, namun hal seperti ini yang seringkali membuat manusia memiliki gaya hidup yang tidak berkualitas seperti terlalu bergantung dengan adanya teknologi canggih sebagai dampak buruknya. Belakangan ini banyak yang mulai menyadari adanya dampak yang kurang baik akibat pengaruh teknologi bagi hidup mereka sehingga mereka mulai menyediakan waktu untuk menghindari keberadaan teknologi seperti yang terjadi di Australia.

Di Australia, perusahaan yang menyediakan jasa untuk penyewaan rumah mengakui bahwa konsumen lebih berminat untuk menyewa rumah di pedesaan atau pinggiran kota supaya dapat menghindari keberadaan teknologi. Hal ini pun disambut dengan baik oleh pemilik rumah tersebut bahkan mereka sampai menawarkan propertinya untuk dapat dihuni sementara waktu. Hal ini terjadi karena mengingat keuntungan yang diperoleh tidaklah sedikit.

Anton Stanish dari Stayz.com.au menyatakan bahwa jumlah penyewaan rumah di pedesaan mengalami peningkatan hingga 10 persen dalam beberapa bulan terakhir. Anton juga menyatakan bahwa penawaran tidak hanya di pedesaan atau pinggir kota, namun juga di dekat pantai karena sulitnya sinyal yang didapat lah yang justru menjadi nilai jual tersendiri disini. Tidak hanya rumah, seperti halnya yang dilakukan Karel Segers sebagai salah satu pekerja di Sydney  yang telah menghabiskan waktunya untuk melakukan meditasi di New South Wales Blue Mountains. Di tempat Karel bermeditasi, tiap pengunjung biasanya menghabiskan waktu selama 10 hari tanpa teknologi apapun, bahkan mengobrol mengenai pekerjaan dengan pengunjung yang lain pun tidak diperbolehkan. Hal ini dilakukannya karena Karel menyadari adanya ketergantungan akan teknologi yang kian lama semakin canggih ini telah mempengaruhi pola hidupnya di mana dia Karel selalu mengecek email maupun facebook miliknya. Hal ini membuat dia kawatir dan merasa bahwa hal ini lah yang membuat dia sulit berinteraksi.

Patrick Given-Wilson, pengelola di New South Wales Blue Mountains mengatakan bahwa usahanya ini dimulai sejak tahun 1980-an, walaupun demikian tetap saja masih terdapat banyak orang yang belum mengetahui lokasi ini. Pengunjung yang berdatangan biasanya dari kalangan mahasiswa dan para petualang, namun seiring berjalannya waktu bahkan pengacara, dokter dan orang yang memiliki jabatan penting lainnya pun ikut mengantri hingga tempat ini selalu penuh dimana biasanya mereka membawa tendanya sendiri.

Seorang psikolog, Jocelyn Brewer mengatakan bahwa kejadian di mana orang Australia mencoba menghindar dari teknologi ini merupakan hal yang wajar dilakukan karena ketika seseorang menggunakan teknologi berlebihan, maka hal ini dapat menimbulkan perasaan fear of missing out (FOMO) atau perasaan takut tertinggal informasi. Walau demikian, perasaan ini tidak akan muncul apabila teknologi yang ada dapat dimanfaatkan semestinya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.