Berita Nasional Terpercaya

Ditolak Oleh Kampus-Kampus Pilihannya, Ketekunan Sosok Ini Membuatnya Menjadi Sutradara Film Hollywood

0

AMERIKA SERIKAT, HarianBernas.com – Bagaimana bisa seseorang yang ditolak tiga kali oleh universitas impiannya menjadi seorang sutradara hebat? Bukankah berarti ia adalah orang yang sangat bodoh? Lalu bagaimanakah caranya ia dapat menjadi seorang sutradara hebat?

Jaws, Jurassic Park, dan Indiana Jones adalah beberapa film yang disutradari oleh Steven Spielberg. Ia adalah sutradara ternama di Hollywood. Spielberg memanglah seorang yang tidak begitu cerdas dalam bidang akademik.

Ketidakcerdasannya dalam bidang akademik pun bahkan sempat menjadi pemicu pertengkaran antara kedua orang tuanya. Sang ayah yang menuntutnya untuk menjadi seorang insinyur berkebalikan dengan keinginan ibunya yang menginginkan Spielberg terjun dalam dunia artistik. Ia pun mengalami kesulitan saat mendaftar universitas impiannya. Ia ditolek oleh tiga universitas, yaitu University of Southern California, University of California, dan California State College.

Ditolak di semua universitas impiannya, tidak membuat Spielberg menyerah, ia pun mendatangi lokasi Universal Studio dan menyelinap ke berbagai departemen yang ada di sana. Ia memasuki ruang pembuatan film, editing, sound mixing. Steven sering menghabiskan waktunya di sana dengan mengamati proses pembuatan film.

Titik cerah Steven pun mulai tampak saat dia membuat dan menunjukkan film bisu berjudul Amblin kepada pihak Universal Studio. Terpukau dengan hasil karyanya, Universal pun mengontrak Steven selama 7 tahun. Tapi sayangnya, karena masih dianggap terlalu junior, Steven pun hanya dipercayakan untuk membuat film sebanyak 2 kali. Karir Steven mulai menanjak saat ia diberi tugas menyutradarai film Jaws.

Melejitnya film Jaws membuat nama Steven kian bersinar. Ia pun mulai mendapat tawaran-tawaran film untuk disutradarai, seperti Poltergeist, E.T, dan masih banyak lagi. Beberapa filmnya pun menjadi box office dalam dunia perfilman.

Walaupun Steven Speilberg sempat dinilai bodoh, namun ia mampu menunjukkan kepada dunia bahwa ia adalah seorang sutradara hebat. Tidak peduli seberapa banyak ia ditolak oleh universitas impianya, ia pantang menyerah untuk meraih cita-citanya untuk menjadi seorang sutradara.

Prestasi akademik bukanlah menjadi tolok ukur keberhasilan seseorang. Untuk bertahan hidup dan menjadi sukses, seseorang tidak hanya mengandalkan prestasi akademiknya, melainkan berani mencoba, pantang menyerah, dan tekun.

Leave A Reply

Your email address will not be published.