Berita Nasional Terpercaya

Bukan Masalah Bagiku Memiliki Wajah Cacat, Asal Senyumku Tak Hilang di Meja Operasi

0

HarianBernas.com— Apakah Anda pernah melihat teman atau mungkin seseorang yang mengalami penyakit aneh? Lantas apa yang anda lakukan? Mencoba peduli? atau tidak?

Berikut ini ada sebuah kisah tentang seorang bocah yang mengalami tumor ganas sehingga bocah tersebut memiliki paras yang aneh dan bahkan bisa dibilang menyeramkan.

Tidak semua orang dilahirkan dengan wajah dan tubuh yang sempurna. Beberapa orang justru harus menerima kenyataan pahit dilahirkan dengan cacat atau kekurangan pada fisiknya. Lalu, apabila kondisi tersebut sudah menimpa seseorang, apa yang akan dilakukan untuk menjalani  hidupnya?

Seperti yang dialami bocah bernama Ethan D'Amato yang lahir 11 tahun silam di London Inggris ini, harus menerima kenyataan pahit. Ethan lahir dengan neurofibromatosis, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan tumor lebih mudah menyebar di seluruh sistem saraf. Tumor menyerang wajah Ethan dan hampir menutupi seluruh bagian kanan wajahnya.  Bahkan, sebagian orang yang melihat Ethan akan merasa risih bahkan takut. Meskipun  begitu, ia sepenuhnya anak berusia 11 tahun yang normal, sama seperti anak-anak seusianya. Apakah Ethan ingin menyembuhkan penyakit  yang dideritanya itu?

Ethan dan keluarganya secara rutin melakukan pemeriksaan terkait kelainan ini. Namun hingga kini, dokter merasa masih belum ada solusi yang tepat untuk menghentikan pertumbuhan tumor di wajahnya. Memang ada pilihan untuk melakukan operasi, tapi terlalu berisiko. Dan lagi, Ethan tidak ingin mengambil risiko kehilangan tawa dan senyumnya akibat operasi tersebut. “Biar saja seperti ini, selama masih aman,” kata Ethan pada Barcroft TV.

Salah satu hal yang menarik dari Ethan adalah kemampuannya untuk tetap berpikiran positif di saat seluruh dunia memperlakukan dan memandangnya dengan cara yang berbeda. Anak-anak biasanya takut saat melihat Ethan karena apa yang terjadi pada wajahnya. Bahkan pernah ada anak berusia 4 tahun yang memanggilnya “sesuatu”. Ethan tidak marah, ia hanya berpikir, “tidak seharusnya kamu memanggil aku 'sesuatu', karena aku juga manusia”. Apakah Ethan merasa tersinggung setelah mendapat perlakuan seperti itu?

Ketimbang merasa tersinggung dengan perlakuan orang lain, Ethan lebih memilih untuk memberikan pengetahuan pada setiap orang yang ditemuinya. Setiap kali keluar rumah, ia selalu membawa pamflet berisikan informasi tentang neurofibromatosis.Tujuannya untuk memberikan  informasi tentang penyakit neurofibromatosis  yang menimpa dirinya sehingga setiap orang yang membaca pamflet tersebut dapat menghindari penyakit berbahaya ini.  Pamflet itu diberikan pada setiap orang yang melihatnya dengan pandangan aneh atau yang bertanya mengapa wajahnya seperti itu.

Meskipun kondisinya memprihatinkan, ternyata Ethan tidak mempedulikannya, justru Ethan selalu menanggapi positif dari setiap kisah yang dialaminya.

Dari kisah ini kita bisa belajar, bahwa yang menjalani hidup kita adalah kita sendiri. Pikiran, pendapat, atau hinaan orang lain adalah hal kesekian yang bisa kita pikirkan. Selama kita nyaman dengan hidup kita, dan mendapat dukungan dari orang-orang terdekat, tidak ada alasan untuk melihat dunia dengan pandangan negatif.

Leave A Reply

Your email address will not be published.