Berita Nasional Terpercaya

Detoks Racun-Racun Digital, Sane Step Ajak Masyarakat Hening Sejenak bersama Meditator Adji Silarus.

0

JOGJA, HarianBernas.com — Kesibukan di era digital, diam-diam, meracuni mental. Hidup yang selalu terkoneksi dengan teknologi komunikasi, tanpa disadari membuat banyak orang makin ketergantungan, dan tidak bisa lepas dari piranti elektronik. Asik dengan gadget juga menjadikan banyak orang justru asing satu dengan yang lain.

Menyadari kondisi ini, dan mengantisipasi supaya kondisi tidak kian memburuk, sekelompok pribadi yang terhimpun dalam komunitas Sane Step Yogyakarta berencana menyelenggarakan acara hening bersama meditator Adjie Silarus di Gelanggang Mahasiswa STIEBBANK, Jl Magelang km 8. Mlati, Yogyakarta, Senin (7/12) pukul 19.00-21.00 wib. Kegiatan yang dapat diikuti siapa pun tanpa dipungut biaya ini dinamakan “Digital Detox”. 

Kata panitia Nur Eka kepada HarianBernas.com, detoks digital merupakan jeda dari internet untuk mempererat hubungan cinta, peningkatkan performa kerja, dan hidup bahagia. Bagi yang berminat bisa menghubungi Nur Eka 081227501037 atau Nurul 08170431819

Baca juga: Mengenal Teks Berita, Ciri-ciri, Jenis, dan Contoh Penulisannya

Kata detoks, lanjut Nur Eka, sudah sangat familiar terdengar di telinga. Detoks yang dapat diartikan sebagai pengeluaran racun-racun atau zat-zat yang berbahaya bagi tubuh selalu identik dengan membersihkan tubuh dari makanan-makanan yang dianggap berbahaya. Dengan detoks, lanjutnya, tubuh menjadi menjadi kembali bersih dari tumpukan-tumpukan racun atau zat yang mengganggu kesehatan sehingga tubuh kembali sehat dan dapat terhindar dari berbagai macam penyakit.

Namun, sebenarnya, detoks tidak hanya dilakukan untuk tubuh dalam arti tubuh sebagai tempat untuk menampung berbagai makanan yang masuk melalui mulut dan masuk ke dalam perut. Detoks atau pengeluaran racun juga dapat diterapkan pada pembersihan dari racun-racun atau hal yang mengganggu pikiran dan emosi. Hal ini penting dilakukan karena pikiran dan emosi kita selalu dibanjiri oleh hal- hal yang tidak semuanya bermanfaat bagi diri.

Racun seperti apa yang dapat mengganggu pikiran dan emosi kita saat ini? Disebutkan Nur Eka, kondisi kehidupan pada era modern sekarang ini sudah banyak bergeser dari sebelumnya. Hal-hal sederhana dan dianggap kuno sudah banyak ditinggalkan. Apalagi di era internet seperti sekarang ini.

Namun, apakah hal- hal sederhana yang dianggap kekunoan mesti kita tinggalkan? Atau mungkin hal- hal kekinian yang serba cangggih dan instan sudah menjadi kebutuhan? Keberadaan internet pada saat ini tentu saja memberikan banyak manfaat untuk kita semua, karena dapat mempermudah kehidupan.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap perubahan pasti membawa dampak positif dan negatif. Kita saat ini dapat dengan mudah terhubung oleh siapa saja di mana pun dan kapan pun. Hal tersebut tentunya mmudahkan kita untuk berinteraksi bahkan melakukan tindakan bisnis.

Bersamaan dengan manfaat yang kita dapatkan dari hal lain yang tidak kita duga sebelumnya juga menghampiri diri kita. Karena kondisi selalu terhubung dengan internetan membuat pikiran kita menjadi riuh dan lelah karena selama dua puluh empat jam dalam sehari tubuh, pikiran, dan emosi dihadapkan pada kondisi terhubung setiap waktu.Dan hal tersebut sangat mempengaruhi keadaan emosi.

Baca juga: Mengenal Jenis Puisi Lama dan Puisi Baru serta Contohnya

Status orang lain yang kita baca di media sosial seringkali mengaduk aduk kondisi emosi kita secara spontan. Kita bisa tiba- tiba marah, jengkel, bahkan merasakan kesedihan yang mendalam hanya dari hal- hal atau peristiwa yang kita jumpai di media sosial sehingga dengan cepat kita respons saat itu juga dengan keadaan emosi yang terpicu sesaat. Hal inilah yang dianggap racun bagi pikiran dan emosi.

Kondisi pikiran yang tanpa jeda ini dengan sendirinya membuat diri kita lelah dan stress sehingga banyak diantaranya yang mengalami kecemasan, susah tidur, bahkan jatuh sakit karena daya tahan tubuh menurun. Sangat disayangkan kejadian ini tidak banyak disadari penyebabnya sehingga saat mulai merasa stress, cemas, dan susah tidur, maka yang dilakukan untuk menghilangkan stress malah kembali online dan terhubung dengan media sosial di internet.

Untuk itu diperlukan solusi sebagai sarana untuk dapat melakukan perbaikan kesehatan mental, di antaranya memberikan jeda atau mengurangi intensitas kita dalam menggunakan internet. Menurut Kuty Shalev di entrepreneur.com, ada 5 tips “Digital Detox” yang setidaknya mengurangi beban kita akibat terlalu sering terhubung dengan dunia digital2, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Belajar mindfulness. Sebenarnya tidak perlu sampai kita benar-benar “bercerai” dengan teknologi internet. Akan tetapi gangguan dan distraksinya yang terus-menerus itu yang perlu kita hindari. Salah satu cara terbaik melakukan hal ini adalah dengan menyediakan satu waktu khusus bagi kita untuk bebas dari distraksi dan gangguan internet setiap hari. Saat kita berada dalam waktu bebas distraksi/gangguan tersebut, praktikkanlah mindfulness. Pada saat itu, fokuslah pada satu aktivitas saja tanpa mengalihkan perhatian ke yang lain. Cobalah berjalan kaki agak jauh, atau cobalah menulis. Ini akan membuat kita menjadi lebih mengenal diri kita sendiri.
  2. Reset jam biologis kita. Secara biologis, hidup kita berjalan berdasarkan circadian rhythm. Secara terus-menerus, secara cyclical mengalami pergantian dari bangun sampai tidur agar kita tetap hidup. Teknologi tidak seperti itu. Ia selalu “ON”, dan non-cyclical. Oleh karenanya, untuk dapat melakukan “detox digital”, putuskanlah sama sekali hubungan dengan teknologi internet barang beberapa waktu, untuk kemudian menata ulang ritme baru yang akan kita terapkan saat kembali menggunakan dan terhubung dengan dunia digital, disesuaikan dengan jam biologis kita.Praktiknya memang lebih sukar daripada kedengarannya. Pada awalnya akan terasa susah untuk mematikan telepon dan laptop sesuai dengan ritme baru yang lebih sesuai dengan circadian rhythm atau jam biologis kita. Tapi sekali kita terbiasa melakukannya, membatasi diri untuk tidak selalu terhubung dunia digital menjadi lebih mudah ditangani.

Belajar tentang mindfulness dan berbagai hal untuk meningkatkan kesehatan mental kita dapat dilakukan dengan cara bergabung dengan komunitas Sane Step Jogjakarta. Komunitas yang lahir Yogyakarta,17 Nopember 2015, ini hadir di tengah riuhnya keberadaan internet yang sudah menjadi bagian dari hidup manusia.

Sane Step merupakan komunitas yang bertujuan untuk bersama-sama membangun kesehatan mental. Visi Sane Step adalah, “Menjadi wadah bersama yang memadai untuk menyehatkan mental di Indonesia.”

Ada pun misi Sane Step adalah

  • Mengadakan acara sosial sebagai wujud nyata welas asih.
  • Mengundang anggota dan non anggota untuk datang di acara yang kita adakan.
  • Mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi anggota.

Kegiatan Sane Step

  • Sane session: Sesi berbagi, mengundang pembicara, bertema kesehatan mental. Peserta berdonasi sukarela untuk disalurkan ke kegiatan-kegiatan sosial. Kegiatan ini rutin minimal sekali dalam sebulan.
  • Sit Happens: Sesi meditasi bersama, Peserta berdonasi sukarela untuk disalurkan ke kegiatan-kegiatan sosial. Kegiatan ini rutin minimal sekali dalam sebulan.

Baca juga: 30+ Rekomendasi Situs Baca Manga dan Komik Online Bahasa Indonesia
 

Leave A Reply

Your email address will not be published.