Berita Nasional Terpercaya

Inilah Slogan Legendaris “Sampah” yang Gampang-gampang Susah Dilakukan

0

Bernas.id ? Kebersihan sebagian dari iman dan Dilarang buang sampah sembarangan merupakan kalimat “emas” yang biasa diajarkan orang tua maupun guru di sekolah. Kalimat ini diberikan dengan harapan para anak bisa disiplin untuk tidak merusak lingkungan. Walaupun sudah diucapkan dari masa ke masa, hal tersebut dirasa gampang-gampang susah. Seringkali kita mengabaikan anjuran dan larangan yang ada. Terlebih disaat tidak ada yang mengawasi.

Sejatinya menerapkan nilai peduli terhadap lingkungan merupakan salah satu kewajiban masyarakat lintas generasi. Entah itu baby boomer, millenial, generasi X  maupun generasi Z. Generasi Z merupakan salah satu contoh generasi yang cenderung inklusif serta mudah terinspirasi dari orang sekitarnya. Oleh sebab itu generasi Z terbilang mudah untuk melakukan penyesuaian. Dalam kondisi tersebut dapat memudahkan penanaman nilai luhur kehidupan termasuk sifat cinta lingkungan. Seharusnya, generasi Z memiliki pemikiran untuk terus maju hal itu berguna bagi masa depan generasi.

Penanaman kecintaan pada lingkungan sejak dini akan mengubah karakter seseorang menjadi lebih baik. Di mana mereka akan lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Seperti halnya kegiatan rutinitas kampung seperti gotong royong kebersihan di setiap RT/RW. Mereka melakukannya karena mereka peduli dan sesekali mereka mengajak anak muda untuk ikut berpartisipasi. Hal itu di lakukan secara berkala supaya tertanam dengan baik kedisiplinan dan kecintaan terhadap lingkungan. Hal itu juga akan mengurangi terjadinya wabah penyakit dan banjir yang diakibatkan oleh pencemaran lingkungan

Kita semua tahu bahwa sampah plastik adalah sampah yang sukar terurai dengan tanah. Oleh sebab itu, di sekitar komplek pasti ada tempat sampah basah dan kering. Dengan cara mengelompokkan sampah basah dan kering, kita dapat membuat pupuk kompos dengan mudah. Pupuk tersebut nantinya dapat digunakan bersama untuk pepohonan yang ada di sekitar perkampungan. Sedangkan untuk sampah plastik, kita dapat mengumpulkannya dan diberikan kepada petugas kebersihan untuk dimusnahkan.

Akankah kita yang lulus sekolah ataupun lulusan dari universitas ternama masih suka buang sampah sembarangan? Tentunya hal tersebut bisa jadi bahan renungan kita masing-masing.

Leave A Reply

Your email address will not be published.