Berita Nasional Terpercaya

Pasien Cuci Darah RS Hermina Bentuk Paguyuban HD

0

SLEMAN, Bernas.id – Vonis ginjal masih menjadi ketakutan tersendiri bagi penderita dan keluarga. Namun gagal ginjal bukan akhir dari segalanya. Apalagi Gagal ginjal masuk dalam lima penyakit paling banyak diderita orang Indonesia. Rentang umur penderitanya pun cukup besar, antara 5-80 tahun.

“Kalau di usia muda terkena gagal ginjal, itu pasti karena bawaan gen. Tapi rata-rata usia penderita gagal ginjal di Indonesia itu 40 tahun,” tutur Konsultan ginjal dan hipertensi RS Hermina, dokter Bambang Djarwoto, kepada Bernas saat ditemui di RS Hermina, Maguwoharjo, Rabu (8/11).

Hingga saat ini tidak ada obat yang dapat menyembuhkan gagal ginjal. Perawatan terhadap penyakit ini hanya berfokus memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit dan mencegah munculnya kondisi serius lain.

Meski demikian, ahli penyakit dalam tersebut mengungkapkan jika peluang hidup panjang bagi para penderita gagal ginjal masih sangat tinggi.

?Harus ada sinergi dan kerjasama bagi para penderita, terutama yang menjalani Hemodialisis (Cuci darah). Mereka harus berkumpul bersama dan saling berinteraksi, sehingga saling menguatkan dan memotivasi,? papar Bambang.

Sementara itu, sejumlah 70 pasien HD Rumah sakit Hermina mendeklarasikan diri dalam paguyuban pasien Hemodialisa (HD).

?Orang HD itu kan selama ini dianggap lemah. Tetapi saya ingin menunjukkan bahwa kami sehat dan masih produktif dan kreatif,? kata ketua paguyuban HD , Salman Nurrrochman, di sela-sela acara pengukuhan paguyuban HD di Aula lantai 5 RS Hermina, Yogyakarta.

Ia mengungkapkan, paguyuban bernama Adyatama Kariswara ini akan menjadi wadah untuk saling mendukung dan memotivasi para pasien HD agar dapat mejaga kebugaran tubuh.

?Kan selama ini para pasien HD jarang ketemu. Karena jadwalnya beda-beda, jadi belum saling kenal. Melalui paguyuban ini kami juga akan bersinergi. Bahkan nanti bulan Maret, kami akan menggelar  bazaar agar segala usaha yang dimiliki para pasien dapat dipamerkan,? imbuhnya.

Lebih lanjut, Salman juga menerangkan jika paguyubanini juga bercita-cita untuk menjadi sebuah keluarga besar bagi para pasien gagal ginjal di mana pasien bisa bertukar pikiran dan perasaan mengenai berbagai pengalaman.

Menumbuhkan motivasi untuk melanjutkan hidup dan mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat dan membantu sesama pasien untuk menghadapi perubahan, baik secara fisik maupun mental akibat penyakit yang mereka derita.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 oleh Kementrian Kesehatan RI, sebanyak 0.2% dari total jumlah penduduk Indonesia mengalami kondisi ini.

?Dengan adanya saling mendukung dan dan bahagia, tentu para pasien ini akan bias berumur panjang, Sehat, Sejahtera, Produktif, mandiri, Kayaraya dan masuk surga,? kata Bambang yang juga menjadi penasehat Paguyuban tersebut.

Leave A Reply

Your email address will not be published.