Berita Nasional Terpercaya

Kebutuhan Manusia: Sandang, Pangan, Papan, Liburan!

0

Bernas.id – Kebutuhan manusia dari waktu ke waktu selalu mengalami perkembangan. Dapat diamati pada zaman purba, manusia hanya mementingkan urusan perut atau makanan saja. Di era setelah itu, manusia kian sadar akan kesopanan dan kenyamanan sehingga mulai merajut baju dan mencari tempat tinggal. Kebiasaan tersebut terus berkembang hingga di era ini. Manusia tidak hanya butuh sandang, pangan dan papan. Lebih dari itu, manusia kini juga membutuhkan liburan.

Tak dapat dipungkiri bahwa kini, tingkat stres manusia bisa dibilang lebih tinggi. Terlebih lagi bagi para manusia yang bekerja dalam tekanan yang tinggi. Tidak bisa dianggap remeh, tingkat stres yang tinggi ini amat berbahaya. Bukan hanya untuk lingkungan sekitar seperti lingkungan tempat tinggal dan lingkungan kerja, tingkat stres yang tinggi ini juga berbahaya bagi diri sendiri karena bisa memicu terjadinya berbagai macam penyakit kronis. Guna menanggulangi hal ini, manusia kemudian mencari cara agar tingkat stres dapat dikurangi. Salah satu caranya adalah pergi berwisata atau sering disebut dengan liburan.

Dalam kegiatan liburan, manusia kemudian melakukan berbagai macam cara. Ada yang berwisata ke objek-objek alam seperti pantai dan gunung, bahkan hingga menyelam untuk melihat biota laut yang indah. Selain itu, ada yang kemudian liburan ke museum, bangunan bersejarah hingga ada yang liburan ke pusat perbelanjaan. Entah berbelanja atau hanya memanjakan mata dengan melihat pemandangan yang berbeda.

Fenomena meningkatnya minat akan liburan ini tidak hanya berdampak positif pada pihak yang berlibur, namun juga ke pihak yang mengakomodasi liburan tersebut. Dapat dibayangkan, kini menjamur situs-situs dan pihak-pihak yang menyediakan pemesanan tiket alat transportasi secara online. Selain itu, jasa penyedia paket liburan pun kian marak bermunculan. Bukan tanpa alasan, jelas hal tersebut dilakukan untuk meraup keuntungan dari pihak yang ingin liburan.

Pihak yang berkutat dalam hal tersebut juga bukan hanya mereka yang memiliki modal besar dan pebisnis tingkat global. Beberapa pihak yang berkutat dalam penyediaan akomodasi liburan ini juga merupakan pengusaha-pengusaha mikro, kecil dan menengah yang melihat peluang besar dari fenomena ini. Oleh karena itu, secara tidak langsung, perekonomian masyarakat cenderung bergerak ke arah positif.

Tentu, pemerintah tidak bisa lepas tangan dalam melihat hal ini. Promosi tempat-tempat wisata jelas perlu semakin gencar dilakukan. Bukan semata-mata agar tingkat kunjungan wisatawan meningkat, namun agar perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar tempat wisata tersebut juga ikut terdongkrak. Selain promosi tempat wisata, pengelolaan yang baik dan sinergi dengan masyarakat sekitar jelas sangat perlu dilakukan. Hal ini dilakukan agar di masa depan, objek-objek wisata tidak diolah oleh pihak asing. Jika hal tersebut terjadi, alih-alih mendapat keuntungan, justru kerugian yang akan dirasakan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Selain pemerintah, fenomena ini juga perlu didukung oleh masyarakat sendiri. Dukungan dari masyarakat juga dapat dilakukan dengan berbagai macam cara seperti ikut mempromosikan tempat wisata, mendukung pedagang kecil di sekitar objek wisata hingga ikut menjaga kebersihan dan kelestarian objek wisata. Terlihat sederhana namun hal-hal tersebut ternyata berimbas besar. Imbas yang dirasakan bukan hanya bagi negara, namun juga bagi keberlangsungan objek wisata dan pihak terkait yang mencari nafkah di sekitar objek wisata tersebut.

Leave A Reply

Your email address will not be published.