Berita Nasional Terpercaya

Ini Nih, Perilaku Kurang Mendidik yang Sering Dilakukan Guru!

0

Bernas id – Sekarang ini figur pendidik yaitu guru sedang diamati. Banyak mata tertuju pada guru. Kenapa? Lihatlah kasus-kasus antara pendidik dan peserta didik. Kekerasaan, penganiayaan, pelecehan begitu dekat di dunia pendidikan. Hingga banyak kasus yang berbuntut di meja hijau. Orang tua peserta didik menuntut diselesaikan sesuai hukum.

Semakin rumit dan integritas dipertanyakan. Di mana guru yang harusnya memberi contoh. Memberi teladan yang baik hingga bisa menjadi sosok yang menginspirasi. Pendidik! Ketahuilah perilaku yang kurang mendidik berikut ini.

Membeda-bedakan

Mayoritas pendidik lebih dekat dengan peserta didik yang pandai. Sedangkan, yang kurang pandai kurang diperhatikan. Padahal niat mereka sama-sama mencari ilmu. Dibanding-bandingkan satu sama lain. Harusnya ketika mengajar guru melepaskan background seperti ras, budaya, agama dan sebagainya. Perilaku diskriminatif atau membeda-bedakan peserta didik justru membuat jengkel. Menjadi malas sekolah, hingga tak sedikit yang memilih bolos. Jika seperti ini, lalu bagaimana nasib pendidikan dan anak bangsa?

Penggunaan waktu kurang tepat

Profesional kerja perlu. Termasuk profesional menggunakan waktu mengajar. Gunakan jam mengajar sesuai ketentuan dengan sebaik-baiknya. Jangan mengambil yang bukan haknya. Usahakan untuk on time.

Marah ketika peserta didik tidak bisa menjawab

Mengabdikan diri menjadi guru tidak terlepas dari kata sabar. Tidak semua peserta didik cepat menangkap materi. Menyerap dan mengelola informasi. Sekali dijelaskan belum tentu paham. Terkadang siswa takut mengatakan belum paham karena teman-teman yang lain sudah paham. Untuk itu hindari marah kepada peserta didik. tetapi tanyakan bagian mana yang belum jelas.

Metode mengajar monoton

Di sinilah kreativitas guru dibutuhkan. Jangan berada di zona nyaman dengan metode mengajar yang dikuasai. Kuasai semua metode mengajar. Sesuaikan dengan materi pertemuan hari itu. Jika metode mengajar itu-itu saja tidak membosankan? Bila bosan apakah materi mudah diterima anak didik? Bukankah tujuan mengajar untuk mentransfer ilmu, informasi kepada peserta didik?

Terlalu permisif dengan peserta didik  

Untuk menjaga hubungan diperlukan adanya keterbukaan. Keterbukaan yang dimaksud hanya untuk memotivasi anak didik. Profesi guru memiliki kode etik. Terlalu permisif alias vulgar jelas melanggar etika. Tidak perlu menjelaskan kehidupan pribadi kepada peserta didik.

Penghargaan yang berlebihan

Mengapresiasi belajar siswa memang perlu. Bisa dalam bentuk poin ataupun hadiah yang lain. Tidak perlu semua kegiatan diapresiasi. Karena tujuan apresiasi untuk memotivasi peserta didik agar lebih rajin dan semangat. Pemberiannya juga tidak perlu berlebihan. Dikhawatirkan nanti menjadi candu. Dikit-dikit hadiah, malas belajar jika tidak ada hadiah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.