Berita Nasional Terpercaya

Kue Wajib Dalam Perayaan Imlek

0

Bernas.id – Perayaan Imlek dilakukan oleh semua orang keturunan China di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Di Indonesia, keturunan China dipanggil dengan sebutan keturunan Tionghoa. Hari raya Imlek dirayakan pada hari pertama bulan pertama menurut penanggalan Tionghoa, itulah sebabnya perayaan Imlek dikenal dengan sebutan Tahun Baru Imlek (Tahun Baru China). Perayaan 'Imlek' merupakan hari raya penting bagi orang Tionghoa di seluruh dunia di manapun mereka berada karena Imlek berarti saatnya pulang kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama seluruh anggota keluarga. Adat dan tradisi perayaan Imlek berbeda-beda disesuaikan dengan tradisi setempat. Khusus di Indonesia, ada 5 makanan wajib yang disediakan saat perayaan imlek, yaitu:

1. Nastar

Dalam Bahasa Hokian, nastar disebut 'Ong Lai' yang berarti 'buah pir emas' yang menyimbolkan 'kemakmuran datang kemari'. Bentuk nastar yang kuning mempresentasikan warna emas sedangkan isian selai nanas yang manis melambangkan rezeki yang manis dan melimpah. Jadi, memakan nastar di saat Imlek merupakan simbol harapan akan rezeki dan keberuntungan yang manis datang berlimpah-limpah. 

2. Lapis legit

Lapis legit adalah kue yang tergolong mahal karena dibuat dari mentega dan telur dalam jumlah yang banyak. Lapis legit merupakan kue premium karena dibuat dengan cara dipanggang selapis demi selapis sehingga bisa dibayangkan ketekunan dan panjangnya waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan seloyang kue tersebut. Rasanya perayaan Imlek kuranglah lengkap tanpa menyantap lapis legit. Nah, apa sih simbol dari lapis legit itu sendiri? Lapis legit disimbolkan sebagai pembawa keberuntungan sehingga siapapun yang menyantapnya, diharapkan akan mendapatkan keberuntungan dan rezeki yang berlapis sesuai dengan bentuk lapis legit yang berlapis-lapis. 

3. Kue keranjang

Kue keranjang terkenal dengan sebutan 'dodol'. Keberadaan kue keranjang tidak dapat dilewatkan karena Imlek bukanlah Imlek tanpa kue keranjang. Pembuatan kue keranjang tidaklah mudah karena membutuhkan waktu berjam-jam. Secara filosofis, kue keranjang yang terbuat dari tepung ketan dan memiliki sifat lengket menyimbolkan arti persaudaraan yang sangat erat, menyatu dan tak terpisahkan. Rasa kue keranjang yang manis menggambarkan kegembiraan sedangkan bentuk kue keranjang yang bulat, tidak bertepi dan tidak berbatas menyiratkan hubungan keluarga yang tak putus. Tekstur yang kenyal mempresentasikan kegigihan, keuletan dan daya juang hidup. Daya tahan kue keranjang yang lama menyimbolkan hubungan yang abadi. Nah, ternyata dibalik bentuk kue keranjang yang sederhana mengandung simbol yang dalam.  

4. Manisan segi delapan

Orang Tionghoa mempercayai angka delapan adalah lambang keberuntungan. Manisan segi delapan dikemas dalam satu wadah yang berisi delapan macam manisan yang berbeda dengan arti yang berbeda-beda pula. Manisan melon melambangkan kesehatan. Jeruk kumquat melambangkan kemakmuran. Kelapa kering melambangkan persahabatan. Kelengkeng melambangkan banyak anak. Biji teratai melambangkan kesuburan. Buah leci melambangkan ikatan keluarga yang kuat. Kacang tanah melambangkan doa panjang umur dan semangka merah melambangkan kebahagiaan serta kejujuran. Manisan segi delapan ini biasanya dijadikan buah tangan saat berkunjung ke rumah sanak saudara di masa Imlek.

5. Buah jeruk mandarin

Jeruk dalam bahasa mandari disebut 'Chi Zhe' yang diartikan sebagai buah rezeki. Disamping itu, bentuknya yang bulat dan warnanya yang kuningnya yang kuning terang mempresentasikan bongkahan emas yang menyimbolkan rezeki sehingga diharapkan rezeki terus mengalir. 

Adat dan tradisi bisa berbeda tapi pada dasarnya perayaan Imlek merupakan saat pertemuan anggota keluarga sekali dalam setahun. Diharapkan tali silaturahmi, sikap saling berbagi teruslah dipupuk sehingga perayaan Imlek bukanlah sekedar seremonial belaka tapi memiliki arti saling mengayomi, menjalin kasih dan memulai lembaran baru. 

Leave A Reply

Your email address will not be published.