Berita Nasional Terpercaya

Seni dan Gaya Hidup Pada Desain Interior Restoran

0

Bernas.id – Restoran, apapun jenisnya tidaklah sebatas urusan mengisi perut. Kini, restoran telah menjadi gaya hidup masyarakat masa kini sebagai wadah untuk melepaskan kepenatan. Fungsi restoran telah bergeser menjadi sebuah tempat untuk mendapatkan kembali kesegaran setelah berkutat dengan rutinitas kehidupan sehari-hari yang melelahkan. Coba kita perhatikan! Di masa kini, tentulah kita sering membaca dan googling info restoran terbaru dan berpindah-pindah dari satu restoran ke restoran lainnya hanya untuk sekedar mencari suasana baru atau menu baru. Lalu, apa sih faktor yang membuat konsumen merasa nyaman, betah dan kembali lagi melakukan kunjungan? Jawabannya tentu saja kombinasi antara pelayanan, kelezatan menu-menu yang ditawarkan dan penataan ruang. Ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam mendesain sebuah restoran, antara lain:

1. Desain adalah identitas restoran;

Zaman now, restoran tidaklah sekedar menawarkan menu makan tetapi juga desain ruangan yang tidak dapat dipisahkan dari unsur seni. Desain interior sebuah restoran haruslah memiliki ciri khas tersendiri yang unik karena ciri khas inilah yang akan memberi suasana dan pengalaman yang berbeda bagi konsumen. Ciri khas desain inilah yang akan menjadi identitas restoran. Contohnya, restoran Mbah Jingkrak yang sudah memiliki cabang di Jakarta, Yogyakarta hingga ke Pekanbaru. Sebagai restoran yang mengusung menu makan khas Jawa asal Semarang, Mbah Jingkrak memilih desain interior khas Jawa sebagai identitas restorannya.

2. Tentukan tema;

Ketika memulai bisnis restoran, kita harus menentukan tema apa yang akan diusung dalam menata ruang agar konsumen merasa betah dan nyaman. Penataan ruang mencakup unsur bangunan, sentuhan warna, lampu atau pencahayaan dan tata letak furniture termasuk di dalamnya ornamen. Dalam mendesain ruangan sebuah restoran, detil-detil ornamen sangatlah penting karena berfungsi untuk memperkuat suasana atau tema yang telah ditentukan. Contohnya, restoran Warung Misbar asal Bandung yang mengusung konsep makan sambil nonton film jadul. Ada satu sudut yang khas dalam penataan interior Warung Misbar, yaitu adanya satu layar tempat nonton film di sudut belakang di mana ada tempat duduk berbentuk undakan di lantai yang membawa kembali ingatan nonton film ala zaman dulu. Untuk detil ornamennya, Warung Misbar menggunakan gelas-gelas dan teko jadul, poster-poster film zaman dulu dan bangku-meja kayu ala warung nasi zaman dulu. 

3. Perhatikan nilai estetika;

Dalam menata ruangan, setelah desain dan detail ornamen, tentu saja kita jangan melupakan nilai estetika. Terlalu minim ornamen, tentu saja membuat suasana dan atmosfer yang diinginkan tidak terbentuk. Sebaliknya, terlalu bersemangat menambahkan detail ornamen, justru berkesan ramai dan mengurangi kesan clean. Intinya, dibutuhkan keseimbangan. Sebagai contoh, apabila unsur detil ornamen dirasakan kurang, untuk menambah nilai estetika bisa dimunculkan lewat penggunaan warna tembok yang dominan atau menonjolkan satu desain jendela yang unik.  

Desain interior restoran dengan muatan seni tinggi mampu membuat konsumen nyaman sehingga mendapatkan kembali kesegaran setelah berkunjung dan bukanlah mustahil mereka akan mengunjungi ulang kemudian menceritakan, me-review dan merekomendasikan restoran tersebut kepada teman, kolega dan sanak saudara. Nah, dahsyat bukan efek seni untuk sebuah bisnis. Jadi, janganlah ragu untuk memulai suatu usaha dengan sentuhan seni, khususnya bisnis restoran. Ayo! Persiapkan dengan matang desain, konsep dan detail restoran Anda!

Leave A Reply

Your email address will not be published.