Berita Nasional Terpercaya

Tertarik menjadi CEO atau Owner? Simak perbedaan keduanya

0

Bernas.id – Anda pasti pernah mendengar atau melihat seseorang dengan status sebagai Owner dan CEO (Chief Executive Officer). Biasanya status tersebut dapat kita lihat dalam seminar-seminar atau workshop sebagai pembicara. Menyandang status CEO atau Owner dari perusahaan memang memiliki kebanggaan dan prestasi tersendiri. Namun, Anda juga harus tahu perbedaan CEO dan Owner di dalam perusahaan.

Baik CEO maupun Owner memiliki peran masing-masing dalam ekosistem birokrasi perusahaan. Sebagai Owner, Anda secara tidak langsung dapat berperan menjadi CEO di perusahaan. Namun, pada kondisi tertentu Anda akan membutuhkan bantuan profesional untuk menduduki jabatan CEO untuk perusahaan yang anda miliki.

Baca juga: 6 Cara Memulai Bisnis dari Nol

Namun, tahukah Anda jika CEO dan Owner itu sesuatu yang berbeda? Lalu apa saja perbedaannya? Mari kita simak perbedaan antara CEO dan Owner dalam penjelasan di bawah ini!

Perbedaan antara CEO dan Owner

Memiliki peran dan menyandang jabatan sebagai CEO merupakan puncak kebanggaan dalam karir. Ketika menjadi seorang CEO, tampuk kepemimpinan perusahaan ada dalam tanggung jawab Anda. 

Namun, CEO bertanggung jawab untuk menunjukkan kinerjanya selama mengelola perusahaan kepada pemilik perusahaan (owner). Oleh karena itu, setiap peride tertentu perusahaan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menganalisis kinerja perusahaan yang dipimpin oleh CEO profesional.

Baca juga: Ide Bisnis Kekinian Anak Muda yang Menghasilkan Rupiah dari Hobi

Dari sinilah terdapat tiga perbedaan tanggung jawab antara CEO dengan Owner perusahaan. Secara fundamental, Anda dapat menyimak perbedaan antara keduanya berikut ini.

1. Perbedaan Mendasar antara CEO dan Owner

Perlu kita ketahui, pengertian mudah dari CEO adalah pengelola perusahaan. Sedangkan Owner adalah pemilik perusahaan. Seseorang dengan modal keuangan yang besar atau sudah punya banyak perusahaan, biasanya memercayakan pengelolaan perusahaan-perusahaannya kepada orang lain. Orang lain itulah yang disebut CEO.

Namun, dalam perusahaan startup, biasanya seseorang akan memiliki dua fungsi, yaitu sebagai pemilik sekaligus pengelola perusahaan. Otomatis ia bisa disebut sebagai Owner, bisa juga disebut CEO.

Baca juga: 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah

 

2. Wewenang CEO dan Owner Perusahaan

Sebuah perusahaan yang profesional tentu memiliki struktur organisasi yang jelas di dalamnya. Sehingga tugas dan wewenang dapat terbagi dengan tegas. Dalam sebuah struktur perusahaan, jabatan individu yang tertinggi adalah CEO. Ia yang bertanggung jawab pada pengelolaan perusahaan dan melaporkan langsung pada Owner. Sedangkan posisi Owner, tidak ada dalam struktur organisasi. Meskipun Owner memiliki kewenangan untuk melepas atau mengangkat seorang CEO.

Baca juga: 6 Langkah Belajar Investasi dan Trading Saham dari Nol

 

3. Penentuan Jabatan CEO dan Owner

Perbedaan ketiga yaitu mengenai penentuan status, seperti yang sudah diutarakan di poin 1, Owner perusahaan besar biasanya memilih orang lain untuk menjadi CEO perusahaan. Itu artinya jabatan CEO ini ditentukan oleh Owner. Siapa dan kapan mendapatkan status ini tergantung pada kebijakan Owner. Maka dari itu status ini bersifat periodik.

Sedangkan Owner ditentukan oleh kepemilikan saham dalam perusahaan tersebut. Selama ia memiliki saham di perusahaan tersebut, baik minoritas atau mayoritas, ia tetap punya hak untuk mendapatkan status Owner dari perusahaan tersebut. Sehingga status Owner ini bertahan lebih lama dibanding CEO, selama ia tak menjual sahamnya pada orang atau pihak lain.

Itulah perbedaan-perbedaan antara status CEO  dengan Owner. Baik CEO maupun Owner, keduanya merupakan status yang memiliki nilai tinggi di masyarakat dan perusahaan. Jadi Anda memilih jadi CEO, Owner, atau keduanya?

Baik CEO ataupun Owner, keduanya juga jeli melihat peluang investasi seperti industri properti. Saat ini peluang lokasi properti yang diincar adalah properti di DIY. Rumah Sedayu Yogyakarta merupakan salah satu contoh peluang investasi properti yang menjanjikan untung dimiliki.

Baca juga: Rumah Mewah Tinggal 1 Unit Rp300 jutaan di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Yogyakarta

Leave A Reply

Your email address will not be published.