Berita Nasional Terpercaya

Endah Saraswati, Seniman Multitalenta yang Sukses Populerkan Campursari

0

Bernas.id – Nama Endah Saraswati pasti tidak asing lagi bagi pecinta musik campursari ini. Istri dari komedian Kelik Pelipur Lara ini sudah menelurkan puluhan karya yang berhasil membuat musik campursari mendapatkan tempat di hati generasi milenial.

Pemilik nama asli Indah Dwi Widyawati ini sudah meniti karir sebagai penyanyi campursari sejak ia masih berusia remaja. Maka tak heran wanita 38 tahun ini mendapat julukan sebagai ratu campursari. Lalu bagaimana perjalanan karir Endah hingga sukses di dunia tarik suara? Berikut kisahnya:

Malang Melintang di Dunia Musik

Sebelum memutuskan untuk fokus pada genre musik campursari, Endah sempat mencoba peruntungan sebagai penyanyi bergenre pop. Ia memulai karirnya sebagai penyanyi pop reguler di beberapa hotel, cafe. Lalu pada 2002, wanita kelahiran Yogyakarta ini pun juga sempat mencicipi pahit manis sebagai penyanyi dangdut.

“Tak lama setelah coba jadi penyanyi dangdut, saya diminta oleh Maestro Campursari bapak Manthous untuk bergabung di CSGK  (Campursari Gunung Kidul Maju lancar). Saat itu saya paling junior sendiri,” ucapnya.

Setelah diajak bergabung di CSGK, Endah mendapatkan berbagai ilmu yang membuatnya jatuh hati pada musik campursari.

“Saya diajari nyinden dan mendalami nyanyi campursari Sangat beruntung sekali, deh. Saya bisa  berguru langsung dengan maestro campursari Pak Manthous,” tambahnya.

Selama bergabung di CSGK, Endah juga mendapat kesempatan untuk berguru dengan penyanyi dan pesinden senior seperti Aniek Sunyahni, Minul, Astuti, Ami DS, Cak Dikin, dan Dhimas Tedjo Blangkon. Hal tersebut tentu membuatnya semakin jatuh hati dan memutuskan untuk fokus mendalami genre musik campursari.

Pilihannya untuk mendalami genre musik campursari nampaknya berbuah manis. Tahun 2005, Endah mulai masuk ke dapur rekaman dan dunia pertelevisian.

“Selain tampil sebagai bintang tamu di acara televisi, saya juga sempat menjadi presenter beberapa acara televisi seperti GODRIL dan Langen Swara di JOGJA TV. Saya juga pernah menjadi pemeran utama acara sketsa humor di acara Klithikan Jogja TV,” tambanya.

Selain tampil di berbagai acara televisi, Endah juga menorehkan prestasi dalam berbagai perlombaan nasional. Ia berhasil menjadi juara 1 Festival Campursari Puspo Budoyo Award Tingkat Nasional dan meraih piala bergilir dalam Festival Campursari Puspo Budoyo Award Tingkat Nasional.

Berkat prestasinya yang gemilang, Endah pun berhasil mengharumkan namanya di dunia pertelevisian nasional dengan menjadi penyanyi tetap dalam acara BBM SHOW dan MENJADI INDONESIA di INDOSIAR, MAUNYA INDONESIA di Global TV, dan REPUBLIK MIMPI di RCTI. Bahkan, Endah juga sering didaulat sebagai bintang tamu dalam berbagai acara talkshow di televisi nasional.

Melestarikan Budaya Jawa

Bukan tanpa sebab Endah memilih campursari sebagai jalan hidupnya. Sebagai seniman multitalenta, tentu banyak bidang dan genre musik yang ia kuasai. Namun, Endah memilih campursari sebagai jalan hidupnya karena ia merasa bertanggung jawab untuk melestarikan Budaya Jawa.

“Saat itu, saya sebagai generasi muda, perempuan Indonesia yang berdarah Jawa. Tidak afdol rasanya kalau saya tidak melestarikan Budaya Jawa yang sangat indah dan unik itu,” ungkapnya dalam sebuah wawancara bersama tim Bernas.id.

Menurut Endah, campursari Keroncong merupakan budaya asli milik Indonesia yang harus dibanggakan dan wajib dilestarikan sampai kapan pun. Ia merasa bahwa kebudayaan tersebut wajib dilestarikan agar tidak diklaim oleh negara lain.

Sebagai bukti komitmennya untuk melestarikan Budaya Jawa, Endah pun pernah memboyong tiga piala dalam event Festival Campursari Puspo Budoyo Award Tingkat Nasional di Jakarta. Dari jutaan peserta yang mengikuti ajang tersebut, Endah berhasil memboyong tiga piala sekaligus, yaitu piala juara 1, juara favorit, dan piala bergilir. Sejak saat itu, Endah dinobatkan sebagai The Queen of Campursari.

“Tiga piala yang sangat Istimewa dari Jakarta berhasil saya boyong ke kota  yang sangat Istimewa juga, yaitu Jogja istimewa,” ucapnya.

Baca juga: Kelik Pelipur Lara, Melawak Sejak SD hingga Sukses Jadi Wakil Presiden Republik BBM

Dari Istana Negara hingga Sanggul Copot

Sebagai penyanyi yang telah wara-wiri di panggung hiburan, tentu ada banyak cerita unik yang selalu dikenang oleh Endah. Menurut Endah, penampilan berkesan yang hingga sata ini terus ia ingat adalah momen saat ia diundang untuk menyanyi di Istana Negara.

“Momen itu sangat berkesan saya bisa nyanyi live di Istana Negara dan disiarkan di ANTV. Saya bisa menyanyi di hadapan bapak  Jusuf Kalla dan beberapa menteri saat itu,” ungkapnya.

“Selain nyanyi di Istana negara, ada satu lagi pengalaman yang nggak bisa dilupakan. Saya pernah nyanyi sampai sanggul Jawa saya lepas. Semua orang yang nonton pada ketawa. Sangking totalitasnya aksi panggung, sanggul saya sampai copot. Tapi, it’s okay. Suasananya malah jadi hidup, jadi ngakak abis,” tambahnya.

Bagi Endah, campursari bukan sekadar genre musik biasa. Campursari pembuat Endah menemukan jati diri dan bisa menunjukan sisi otentik dirinya.

“Campursari kalau menurut arti sesungguhnya perpaduan antara musik diatonis dan pentatonis, alias campuran antara klasik dan modern. Nah, campursari itu soul saya banget itu,” ungkapnya.

Bagi banyak orang, Endah adalah sosok seniman multitalenta yang bisa masuk ke dimensi klasik dan modern. Namun, Endah tetap memilih campursari karena ingin menjadi diri sendiri.

“Yang jelas saya lebih nyaman menjadi diri sendiri, tak pernah lepas dari  'Be Yourself'. Karena itu, saya pilih campursari,” ujar Endah.

Baca juga: Kisah Inspiratif Wakil Rektor 1 UNMAHA, Seimbangkan Karier dan Rumah Tangga dengan Senjata Ikhlas

Menggambarkan Kondisi Indonesia Lewat Musik

Lagu berjudul “Selamat Pagi Benderaku” meraku karya terbaru yang dibawakan oleh Endah. Lagu ciptaan Effendi Gazali tersebut membuat Endah jatuh hati sehingga ia sering membawakannya dalam berbagai kesempatan.

“Sebenarnya saya sering menyanyikan lagu tersebut secara live di acara televisi nasional seperti acara BBM SHOW Indosiar saat itu dihadiri Presiden Jokowi. Pernah juga direkam dalam versi full keroncong,” ungkapnya.

Menurut Endah, lagu tersebut sangat menggambarkan kondisi yang terjadi di Indonesia. Selain lirik lagu yang sarat makna, notasi  lagunya juga sangat indah. Karena itu, Endah merasa sangat bangga dan bahagia terpilih sebagai artis yang membawakan lagu tersebut.

“Lirik lagunya sarat akan makna, bagus banget. Yang jelas sesuai dengan kondisi Indonesia  yang baru dilanda Pandemi. Kalau dulu kita berperang melawan penjajah Belanda, kini kita sama-sama berperang melawan Corona,” tambahnya.

Hingga kini Endah sudah mengeluarkan 28 album, dimana setiap albumnya berisi 10 lagu. Lewat karyanya tersebut, Endah selalu mengajak anak muda agar terus mencintai budaya asli Indonesia.

“Harapan saya, semoga generasi muda (kaum milenial) saat ini tidak ragu dan tidak malu untuk lebih mencintai, menyanyikan lagu-lagu Campursari maupun Lagu-lagi pop atau dangdut yang berbahasa Jawa lainya,” tambahnya.

Dari seluruh album yang dimiliki, 30 di antaranya adalah ciptaan Endah sendiri. Tak perlu waktu lama bagi Endah untuk membuat sebuah lagu. Ia mengaku hanya perlu waktu sekitar 30 menit hingga satu jam untuk membuatnya.

“Kalau cuma lirik pendek  semacam jingle produk, tanpa aransemen musik, sekitar 30 menit juga jadi. Nah kalau Lirik lagu yang panjang seperti pada umumnya sekitar 1 jam,  sudah include notasi lagunya itu. Biasanya paling lama proses mixing mastering-nya yang butuh waktu sekitar 2 hari,” ungkapnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.