Berita Nasional Terpercaya

Mengenal Cryptocurrency Trading, Strategi, Risiko, dan Cara Memulainya

0

Bernas.id – Hampir sama dengan trading saham, trading mata uang kripto atau cryptocurrency trading perlu pengetahuan yang mendalam. Pengetahuan dasar yang perlu dimiliki oleh para trader kripto adalah jenis dan teori cryptocurrency. Di samping itu, konsep trading saham pun dapat dipakai dalam cryptocurrency trading.

Namun, pasar perdagangan mata uang kripto lebih kompleks jika dibandingkan saham. Para trader kripto disarankan menggali kompleksitas tersebut agar uang dan waktu yang dialokasikan untuk trading membuahkan hasil.

Daftar Isi :

  1. Pengertian Cryptocurrency Trading
  2. Platform Cryptocurrency Trading Legal
  3. Risiko Cryptocurrency Trading
  4. Strategi Cryptocurrency Trading
  5. Cara Memulai Cryptocurrency Trading

Baca juga: Mengenal Cryptocurrency, Sejarah, Jenis, Legalitas, Peluang, dan Risikonya

Pengertian Cryptocurrency Trading

Pengertian Cryptocurrency Trading

Trading kripto dilatarbelakangi oleh keinginan untuk memperoleh keuntungan dalam waktu tertentu. Mengutip dari Blockchain Council, cryptocurrency trading adalah kegiatan yang melibatkan penjualan dan pembelian mata uang kripto menggunakan aplikasi/platform atau bursa cryptocurrency.  

Finsmes melalui laman resminya menjabarkan cryptocurrency trading sebagai salah satu cara yang dipakai investor untuk mendapatkan keuntungan dari mata uang kripto. Trading kripto muncul setelah terbentuknya blockchain dan pasar atau bursa bagi cryptocurrency.

Perbedaan mendasar yang membedakan cryptocurrency trading dengan trading lainnya terletak pada tingkat volatilitas. Tingkat volatilitas yang dimiliki mata uang kripto berada di level sangat tinggi. Oleh karena itu, para trader menyiapkan strategi utama berupa membeli aset kripto saat harganya rendah serta menjualnya saat harganya tinggi.

Baca juga: Mengenal Sarana Cryptocurrency Mining dan Jenisnya

Platform Cryptocurrency Trading Legal

Platform Cryptocurrency Trading Legal

Platform Cryptocurrency Trading di Indonesia yang aman harus terdaftar dan berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Berdasarkan rekomendasi Bappebti, platform cryptocurrency trading legal yaitu:

  1. PT Cripto Indonesia Berkat
  2. Upbit Exchange Indonesia
  3. PT Tiga Inti Utama
  4. PT Indodax Nasional Indonesia
  5. PT Pintu Kemana Saja
  6. PT Zipmex Exchange Indonesia
  7. PT Bursa Cripto Prima
  8. PT Luno Indonesia Ltd
  9. PT Rekeningku Dotcom Indonesia
  10. PT Indonesia Digital Exchange
  11. PT Cipta Coin Digital
  12. PT Triniti Investama Berkat
  13. PT Plutonext Digital Asset

Baca juga: Sejarah Panjang Mata Uang Crypto

Risiko Cryptocurrency Trading

Risiko Cryptocurrency Trading

Fluktuasi Harga

Aset kripto dapat mengalami kenaikan harga hingga ratusan persen namun penurunan harganya pun bisa jadi tak terbatas. Hal ini menjadikan trading aset kripto rentan terhadap risiko.

Berbeda dengan aset kripto, fluktuasi saham di Bursa Efek Indonesia terkontrol. Batas tertinggi penurunan saham dalam sehari sebesar 7% sehingga auto rejection akan diaktifkan oleh BEI saat penurunannya lebih dari angka tersebut. Jika penurunan berlangsung selama berhari-hari, BEI dapat menghentikan perdagangan untuk membatasi kerugian.

Analisis Fundamental

Cryptocurrency bukan lah mata uang yang memiliki dasar fundamental seperti, suku bunga acuan dan kondisi ekonomi suatu negara sehingga trader tidak dapat melakukan analisis fundamental. Hal ini tidak terjadi pada saham karena analisis fundamental saham dapat dilakukan melalui laporan keuangan dan kondisi perusahaan.

Badan Otoritas

Aset kripto diatur oleh sistem blockchain sehingga  data transaksi terenkripsi secara otomatis. Artinya, trading kripto tidak memfasilitasi layanan customer service untuk menerima keluhan sekaligus memberikan solusi atas permasalahan trader. Sementara itu, pelanggaran yang terjadi dalam proses investasi saham akan ditegur dan diperingatkan langsung oleh OJK.

Baca juga: Ulama Indonesia Gelar Diskusi Mengenai Halal Haram Perdagangan Aset Crypto

Strategi Cryptocurrency Trading

Strategi Cryptocurrency Trading

Bagi pemula yang hendak terjun dalam Cryptocurrency Trading memahami empat strategi di bawah ini:

Scalping

Scalping bertujuan untuk mengumpulkan keuntungan sedikit demi sedikit sehingga terakumulasi menjadi sejumlah keuntungan tertentu sepanjang hari. Oleh karena itu, strategi scalping digunakan untuk trading jangka pendek. Caranya trader menahan koin miliknya selama beberapa detik atau menit lalu melepaskannya ke pasar.

Trader Cryptocurrency bersertifikat secara aktif menggunakan strategi ini dengan memanfaatkan pergerakan harga yang kecil untuk mendapatkan keuntungan. Strategi scalping dapat dieksekusi saat pasar cukup sibuk untuk memaksimalkan keuntungan.

Day Trading

Sesuai namanya, strategi ini menerapkan penyimpanan aset kripto selama sehari.  Day Trading dikenal juga dengan istilah Intraday, yaitu masuk dan keluarnya trader pada hari yang sama. Keuntungan yang didapatkan dari Day Trading terhitung kecil tapi cenderung aman karena menjauhkan trader dari volatilitas pasar dalam semalam. Biasanya Day Trading dilakukan selama beberapa jam. Trader yang berniat menggunakan Day Trading disarankan memahami teknik analisis dasar untuk memahami kondisi pasar dan mengidentifikasi tren.

Swing Trading

Swing Trading mengikuti tren jangka pendek hingga menengah dengan kisaran 1 – 30 hari. Strategi ini cocok digunakan oleh trader yang sibuk dan tidak bisa aktif setiap hari. Trader tidak perlu cemas terhadap fluktuasi aset kripto karena kripto akan mengikuti tren dan memeriksa analisis hariannya dapat membantu memaksimalkan keuntungan.

Position Trading

Strategi ini membutuhkan fokus trader. Trader dituntut fokus terhadap perubahan harga dalam jangka panjang. Sering kali, trader senior mempertimbangkan pergeseran harga utama untuk memaksimalkan potensi keuntungan.

Baca juga: Prediksi Ancaman Finansial Tahun 2022: Sektor Keuangan Terancam, Infostealer Meningkat dan Banyak Serangan Cryptocurrency

Cara Memulai Cryptocurrency Trading

  1. Sebelum memutuskan bergabung dalam proses trading kripto, sebaiknya pahami terlebih dulu jenis-jenis aset kripto yang diperdagangkan di pasar atau bursa. Selain itu, lakukan analisis rinci terhadap kripto yang hendak dibeli dengan melihat fluktuasi harganya dalam sebulan terakhir. Trader pemula dapat meminta bantuan broker untuk analisisnya.
  2. Trader yang belum memiliki akun kripto dapat melakukan registrasi pada platform Cryptocurrency Trading yang dipilih. Siapkan identitas diri untuk memverifikasi akun. Selanjutnya, lakukan top up sejumlah dana untuk memulai trading.
  3. Lakukan pembelian kripto. Berhubung pasar kripto aktif dalam 24 jam, maka cryptocurrency trading memerlukan spekulasi tingkat tinggi. Bagi trader pemula disarankan untuk membeli dengan modal yang seminimal mungkin.
  4. Setelah membeli aset kripto, trader harus rutin memeriksa perkembangan harganya. Berbeda dengan investasi, cryptocurrency trading tidak menganjurkan menyimpan aset dalam waktu yang lama sehingga disarankan untuk segera menjual aset kripto yang dimiliki saat harganya naik.

 

Terjun dalam Cryptocurrency Trading memerlukan mental yang tangguh. Laman Coin Telegraph menyebutkan bahwa kesalahan umum yang dilakukan trader pemula adalah menyerah saat mengalami kerugian dalam cryptocurrency trading. Di samping itu, beberapa trader tidak bisa menjaga keseimbangan portofolionya sehingga keuntungan yang diperoleh tidak optimal.

Trader tidak perlu mengambil terlalu banyak risiko hanya karena menargetkan profit yang sebesar-besarnya. Hal ini cukup fatal jika ternyata yang didapat malah kerugian yang besar. Solusinya, trader merencanakan alokasi aset dengan baik dan disiplin dalam merealisasikannya.

Baca juga: Berencana Investasi Cryptocurrency? Pahami Dulu Untung Ruginya

Leave A Reply

Your email address will not be published.