Berita Nasional Terpercaya

Kisah Lan Ananda, Tokoh Taekwondo di Bali yang Menekuni Hipnosis dan Hypnosport

0

BERNAS.ID – Namanya tersohor di dunia olahraga taekwondo di Pulau Dewata. Lan Ananda, pria yang sejak kecil berlatih bela diri ini tak menyangka ilmu yang selama ini ia pelajari, ternyata berkaitan dengan hipnosis.

Meski lahir dari keluarga kalangan puri atau kerajaan, ia memiliki tekad untuk meninggalkan keningratannya. Saat beranjak dewasa, ia mulai mendalami ilmu kanuragan dan dapat menyembuhkan orang lain.

Namun, ia tetap ingin mencapai cita-citanya sebagai pengusaha. Asa itu tercapai. Meski demikian, ia tak bisa meninggalkan seni bela diri yang digeluti sekian lama. Sampai akhirnya, dia dipilih menjadi Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Bali.

Selama bertugas, dia menerapkan hypnosport kepada para atlet. Setelah 9 tahun, dia tak lagi berada di kepengurusan tersebut. Tapi dia diminta untuk memimpin Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI) Bali.

Baca Juga: Kisah Avifi Arka Perjuangkan Hipnotis sebagai Profesi Mulia

Bagaimana kisah perjalanannya dalam menekuni seni bela diri dan hipnosis? Berikut selengkapnya.

Meninggalkan Kasta 

Lan Ananda lahir di Denpasar, Bali, dengan nama Anak Agung Lanang Agung Ananda. Ibunya berdagang di pasar, sementara sang ayah berprofesi sebagai guru. Ia berasal dari keluarga keturunan ningrat atau puri.

Namun sejak kecil, ia merasa tidak nyaman dengan pembagian kasta dalam budaya di Bali. Ia memilih untuk bergaul dengan kelompok kritis dan aktivis. Sejak kecil, ia juga suka berorganisasi.

Bahkan, ia kerap dipilih sebagai pemimpin seperti ketua regu pramuka, organisasi pemuda, dan sebagainya. Kepada Bernas.id, dia membeberkan alasannya meninggalkan keningratan.

“Saya memutuskan untuk melepaskan unsur-unsur feodal itu dan memilih nama Lan Ananda. Namanya lebih  nasional karena saya antisektarian dan antifeodal,” ucapnya,

“Jadi lebih kembali pada egalitarian, duduk sama rendah,” imbuhnya.

Ia tumbuh di keluarga yang mendalami seni bela diri. Mulai dari ayah, paman, kakek, bahkan buyutnya dikenal dengan sebagai sosok yang memahami bela diri dan ilmu kanuragan atau ilmu bela diri secara supranatural.

Kakeknya bahkan dikenal sebagai sosok yang kebal senjata. Meski begitu, ia tidak pernah melihat sang kakek. Kisah kehebatan kakeknya ia dapatkan dari cerita-cerita warga yang tersebar dari mulut ke mulut. 

Pada usia lima tahun, ia berkesempatan untuk belajar seni bela diri. Sang ayah yang mengajarkan ilmu tersebut. Dulu belum ada pertandingan seni bela diri sehingga ilmu tersebut ia praktikkan ketika situasi genting.

Misalnya, jika ia mengalami perundungan, dia berani untuk melawan. Namun, ia tidak ingin memukul anak yang lebih kecil sehingga bela diri itu ia gunakan untuk melawan mereka yang lebih besar.

Baca Juga: Kisah Fauzan Asmara Bantu Sesama Temukan Kebahagiaan Melalui Hipnoterapi

“Masuk got sudah pernah, guling-guling, kalah dan menang sudah biasa. Karena ayah saya mengajarkan, kalah menang itu yang ke-1.000, yang penting saya berani dulu,” katanya.

“Jadi sudah ditanamkan seperti itu dari kecil. Kalau di cerita Mahabarata, mati di medan perang itu bisa masuk surga. Jadi saya anggap gesekan seperti itu seperti perang,” tuturnya.

Lan punya cita-cita yang dianggap terlalu muluk kala itu. Ya, sejak kecil, Lan sudah berkeinginan menjadi pengusaha.

Taekwondo dan Pengusaha

Lan mengenal taekwondo, seni bela diri asal Korea, ketika pertama kali dibawa oleh pelatih Joni Liem. Dia juga sempat dilatih oleh Sabeum Nyoman Djogo. Murid-murid dari kedua guru itulah yang kemudian menjadi cikal bakal taekwondo di Bali.

Dia juga belajar ilmu kanuragan, kemampuan yang juga bisa dilakukan oleh kakeknya. Ilmu yang mengandalkan tenaga dalam itu bahkan dapat membantunya mengobati orang.

Misalnya saja, ia pernah menyembuhkan penyakit sakit maag sang kekasih, yang kelak menjadi istrinya, dengan menggunakan telapak tangan. Keahliannya itu juga ia gunakan untuk mengobati teman, ibu, ayah, nenek, dan keluarganya yang lain.

“Karena latihan bela diri, lanjutannya biasanya latihan kanuragan ya. Yang biasa disebut tenaga dalam. Nah, saya belajar tenaga dalam mulai dari tingkat dasar, sampai meditasi tingkat tingginya dan saya gunakan semuanya itu dalam kehidupan sehari-hari saya,” jelasnya.

Ilmu kanuragan itu mulai ia terapkan sejak kuliah. Bicara soal kuliah, untuk mengejar cita-citanya sebagai pengusaha, Lan berniat meneruskan kuliah perhotelan. Namun, keinginannya itu terkendala oleh biaya, mengingat perlu uang banyak untuk bisa masuk ke perguruan tinggi tersebut.

Akhirnya, ia memilih untuk melanjutkan studinya di jurusan sastra Inggris, yang biayanya lebih murah. Era 1990-an menjadi pegawai hotel merupakan profesi yang menjanjikan di Bali.

Meski tidak kuliah di jurusan perhotelan, pada usia 22 tahun, Lan berhasil berkarier di sebuah hotel di Seminyak, Kuta, Badung. Cita-citanya untuk menjadi pengusaha tak pernah padam hingga akhirnya terwujud.

“Setelah 3 tahun saya bekerja, kemudian ada kesempatan untuk mengambil alih sebuah hotel. Umur 25 tahun, saya jadi pengusaha hotel. Jadi setelah 3 tahun itu, hotel tempat saya bekerja, saya beli,” ucapnya.

Baca Juga: Kisah Riswan Ekananta, Buktikan Cleaning Service Bisa Berkarier Bahkan Jadi Instruktur Hipnosis

Usia muda membuatnya terus menggebu-gebu. Ia pun melebarkan sayap dengan mencoba tantangan baru. Pada 1998, ketika Presiden BJ Habibie mengeluarkan kebijakan penghapusan Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) bagi perusahaan media, ia pun masuk dalam bisnis tersebut.

Tergoda dengan cerita-cerita soal profit dari iklan yang besar, dia akhirnya membuka perusahaan pers majalah Elite World. Bukannya untung, ia malah buntung. Kerugiannya mencapai Rp3,5 miliar.

“Tapi saya rugi. Bagi saya itu bukan rugi, tapi itu 'biaya kuliah' saya untuk mengerti dunia media massa,” katanya.

Perusahaan itu kemudian berubah menjadi bisnis advertising atau periklanan. Ia kembali ingin merasakan tantangan baru. Lan menjajal bisnis telekomunikasi, pengadaan, hingga pertambangan galian C.

Ia menjadi sibuk dengan dunia usaha sehingga hanya menggunakan ilmu kanuragan untuk diri sendiri dan dalam keadaan darurat. Namun, seni bela diri tetap melekat pada sosok Lan.

Selama 9 tahun, ia menjadi Ketua Umum Pengprov Taekwondo Bali. Selama masa kepemimpinannya, Bali pernah menjadi tuan rumah kejuaraan taekwondo dunia, yang menjadi sejarah bagi cabang olahraga tersebut di Indonesia.

Bahkan, situasi organisasi menjadi populer dengan gaya kepemimpinannya yang berbeda. Ia tak segan untuk makan bersama orangtua atlet di warung pinggir Gelanggang Olahraga.

“Saya tipikal yang ada di sana sehingga saya tahu permasalahan mereka. Itulah kenapa taekwondo sempat booming di Bali ketika saya pegang. Karena ketika saya masuk, ini bukan soal saya atau kamu, tapi ini soal kita,” tuturnya,

“Bahkan konflik taekwondo di zaman itu sering menjadi besar sampai taekwondo menjadi satu-satunya cabang olahraga yang diajak hearing oleh DPRD dan sampai level gubernur ikut diseret-seret untuk konflik olahraga,” jelasnya.

Pada 2019 menjadi tahun terakhir ia harus melepas tongkat kepemimpinannya. 

Penerapan Hypnosport 

Kisah Lan mengenal hipnosis dimulai ketika sahabatnya yang kini merupakan Ketua Umum DPP PKHI Avifi Arka, yang menginap di hotelnya untuk beberapa kali. Ia ingat betul kala itu PKHI belum terbentuk, bahkan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) juga belum ada.

Selama beberapa kali pertemuan tersebut, ia diperkenalkan model hipnosis langsung oleh Avifi. Berbekal ilmu kanuragan yang pernah ia pelajari sebelumnya, ia merasa dapat memahami hipnosis dengan cepat.

“Pada saat itu, beliau kaget karena tidak pernah punya murid yang daya tangkapnya seperti saya dalam memahami hypnosis. Itu komentar beliau lho,” ujarnya.

“Prosesnya, ya saya langsung praktekkan tekniknya dan diberikan banyak buku oleh sahabat saya. Jadi saya anggap bahwa saya belajar privat karena tidak pernah duduk di kelas seperti para hipnotis hari ini,” katanya.

Pada 2011, Lan mulai menerapkan hipnosis di organisasi taekwondo. Ini pertama kalinya sebuah cabang olahraga di Bali yang menerapkan hypnosport. Hipnosis menjadi salah satu metode yang membantu taekwondo Bali mulai diperhitungkan di kejuaraan nasional.

“Pada 2011 sudah menerapkan hypnosport pada atlet. Sehingga atlet-atlet Bali yang dulunya tidak pernah menjadi siapa-siapa bisa masuk 4 besar nasional,” katanya.

Lan mengatakan dalam hypnosport terdapat hypnohealth, yang salah satunya terkait pola makan atau diet. Seseorang yang melakukan hypnosport harus memahami pola diet dan nutrisi yang tepat bagi atlet.

“Orang yang mau melakukan hypnosport harus memahami olahraganya dulu. Saya pernah punya klien dari olahraga terukur, memanah. Saya nggak paham itu, tapi yang saya pelajari memanah itu perlu strength di tangannya, itu dilatih. Setelah itu dikuatkan di alam bawah sadarnya,” jelasnya.

Sejak pandemi, Lan mulai menjadi praktisi hipnoterapi secara rutin. Meski sangat memahami hypnosport, akhir-akhir ini ia banyak menangani kasus-kasus anxiety atau gangguan kecemasan.

Ia juga kerap diundang menjadi narasumber dan motivator di perusahaan-perusahaan dengan berbasis hipnosis. Peminatnya pun semakin banyak. Bahkan, hipnosis dapat dijadikan profesi alternatif di kala Bali tumbang akibat pandemi.

Baca Juga: Kisah Frans Budi Santika, Si Introvert yang Bertransformasi Jadi Trainer Spesialis Komunikasi

“Makin banyak orang Bali yang sakit secara psikosomatis akibat pandemi yang berkepanjangan dan ekonomi yang morat-marit, sehingga hipnoterapis dapat dijadikan sebagai profesi lain. Apalagi profesi hipnoterapis sudah diakui oleh negara,” ucapnya.

Ya, perekonomian Bali hancur akibat pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir. Bahkan Lan membiarkan hotelnya begitu saja sampai dijarah orang. Dia dapat bertahan lewat hipnosis.

Dia berencana untuk memiliki sebuah lembaga yang menjadi pusat terapi berbasis hipnosis pada 2022. Dengan menjalin kerja sama hotel dan dunia pariwisata, dia berharap hipnosis bisa semakin berkembang di Pulau Dewata.

“Kita bisa buatkan addictive center untuk orang kecanduan narkoba, rokok, alkohol, itu bisa diselesaikan dengan hipnosis,” tuturnya.

PKHI Bali

Setelah tak lagi meneruskan kepemimpinannya di Pengprov Taekwondo Bali, Lan dipercaya untuk memimpin PKHI Bali periode 2019-2023. Saat ini, ada sekitar 600-an anggota PKHI di Bali, atau yang terbanyak di antara daerah-daerah lain di Indonesia. 

Dia mengatakan PKHI harus selalu ada untuk anggotanya dengan memberikan pencerahan agar hipnotis dapat diterima oleh masyarakat. Untuk mencapai itu, PKHI Bali memiliki 4 misi, antara lain:

  • Edukasi tentang hipnotis kepada masyarakat. Dengan semakin sedikit masyarakat menyebutkan kata 'hipnotis' sebagai kejahatan, itu adalah sebuah prestasi.
  • Jumlah anggota diserahkan kepada LKP untuk melakukan rekrutmen.
  • Pendampingan kepada anggota dengan memenuhi hak-hak mereka dalam hal pendampingan urus izin, sampai ketika praktik.
  • Menguatkan unsur budaya dalam menerapkan hipnosis melalui hipnosis klasik.

Diakui oleh Lan, masyarakat masih latah dalam menuding hipnotis sebagai biang dari tindak kejahatan. Padahal, hipnotis punya banyak manfaat positif terkait kesehatan. Selama memimpin di PKHI Bali, ia selalu berusaha untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Misalnya, ketika muncul peringatan dari sekolah tentang eorang murid yang hampir menjadi korban penculikan dengan modus hipnotis. Setelah ditelusuri oleh pihak berwajib melalui CCTV, ternyata diketahui anak tersebut mengalami halusinasi positif.

“Saya somasi, ketemu kepala sekolah. Kemudian, dia menjelaskan bukan menuduh hipnotis, tapi dia menerima informasi dari orangtua murid yang mengatakan anaknya dihipnotis,” ucapnya.

“Polisi menyelidiki, ternyata anak ini mengalami halusinasi positif, bukan terhipnotis. Dia berjalan sepanjang jalan, sampai ke suatu tempat, meninggalkan motornya. CCTV kota melihat, tidak ada yang membonceng,” jelasnya,

Dia berharap tidak ada lagi orang atau pihak-pihak tertentu yang menuduh hipnotis sebagai modus kejahatan.

Hidup Lebih Baik

Hipnosis berhubungan dengan pikiran. Menurut Lan, pikiran tersebut merupakan hal yang paling liar di dalam tubuh manusia dan mampu memulai kekuatan yang dahsyat. Bila semua manusia berpikir baik, maka kualitas hidup masyarakat bisa lebih baik.

Dengan begitu, sudah selayaknya masyarakat mulai memakai hipnosis dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, mereka bisa berlatif self-hypnosis di rumah masing-masing.

Baca Juga: Herry Budijanto Dragono, Sukses di Honda hingga Tularkan Ilmu Magic Marketing

Jalan Lan dalam mempromosikan hipnosis tentu masih panjang. Ia berpesan terutama pada generasi muda agar menggunakan kemampuan hipnosis dengan sebaik-baiknya.

“Bila belum bisa menolong orang lain, gunakan untuk menolong dirimu sendiri untuk menjalani kehidupan. Niscaya hidup menjadi lebih baik,” katanya,

Mengakhiri wawancara dengan Bernas.id, Lan berharap agar anak cucunya kelak memahami dirinya yang sudah berbuat.

“Anak-anak dan cucu-cucu saya melihat saya sudah berbuat. Entah itu dihargai atau tidak, biar alam semesta yang menilai,” tuturnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.