Berita Nasional Terpercaya

Cara Daftar UMKM Online Dengan Mudah

0

Bernas.id – Sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Indonesia kian mendapat perhatian khusus dari pemerintah.  Perhatian pemerintah begitu intens sejak wabah pandemi Covid 19 merebah di Indonesia. Sebagai upaya meningkatkan perkembangan UMKM, pemerintah merilis situs Online Single Submission (OSS) untuk mendata para pelaku UMKM. Pelaku UMKM yang terdaftar di Situs OSS akan mendapat kemudahan dalam mengakses permodalan serta memiliki kesempatan untuk mendapat Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dari pemerintah.

Program bantuan sosial untuk UMKM berlangsung sejak pandemi Covid 19 melanda Indonesia pada 2020 silam sebagai konsekuensi atas Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dilansir dari berbagai sumber, penyaluran BPUM atau lazim disebut Bantuan Langsung Tunai (BLT UMKM) pada pertengahan 2021 mencapai Rp14,21 triliun. Angka tersebut setara 92,35% dari total anggaran 2021 sebesar Rp15,36 triliun.

Baca juga: Disetujui Kemenkominfo, Inilah Nama Baru Perusahaan Merger Indosat dan Tri

Daftar Isi :

  1. Syarat Umum dan Kelengkapan Dokumen Pengajuan Bantuan UMKM
  2. Cara Daftar UMKM Online
  3. Jenis UMKM Calon Penerima Bantuan Pemerintah

 

 

Syarat Umum dan Kelengkapan Dokumen Pengajuan Bantuan UMKM

Syarat Umum dan Kelengkapan Dokumen Pengajuan Bantuan UMKM

Syarat umum Bantuan UMKM:

  1. Warga Negara Indonesia, dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau dokumen pendukung lainnya
  2. Tidak berstatus sebagai pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau TNI atau Polri, Badan Usaha Milik Desa (BUMD), dan Aparatur Sipil Negara (ASN)
  3. Memiliki usaha berskala mikro yang dibuktikan dengan surat usulan calon penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro dari Dinas Koperasi dan UKM setempat
  4. Tidak sedang terlibat dengan pinjaman di bank atau Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Kelengkapan dokumen Bantuan UMKM:

  1. Lampiran fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  2. Lampiran fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  3. Lampiran foto usaha skala mikro
  4. Lampiran Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). Surat ini dapat diperoleh dari Dinas Koperasi dan UKM
  5. Lampiran Surat Keterangan Usaha (SKU), Nomor Induk Berusaha (NIB), atau Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) untuk membuktikan kepemilikan usaha.

Adanya Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM mendorong perkembangan dan kelangsungan UMKM di Indonesia. Bantuan ini terasa sekali manfaatnya sejak pandemi Covid 19 melanda Indonesia. Sejak dilanda pandemi Covid 19, pelaku usaha mengeluhkan usahanya yang sempat vakum atau tidak selaris dulu sebagai dampak dari aturan di rumah saja. Oleh karena itu, simak cara daftar UMKM agar mendapat BLT UMKM dari pemerintah.

Baca juga: Mengenal Metode Coaching serta Manfaatnya bagi Perusahaan dan Individu

Cara Daftar UMKM Online

Cara Daftar UMKM Online

  1. Kunjungi website https://oss.go.id
  2. Log in menggunakan akun yang sudah terdaftar
    • Bagi yang belum memiliki akun dapat melakukan registrasi lebih dulu dengan klik 'registrasi' di bagian kanan atas lalu pilih UMK dan isi seluruh data yang diminta hingga selesai.
    • Usai registrasi, urus Surat Keterangan Usaha (SKU) di kantor Kelurahan atau Kepala Desa. Prosedur pengurusan SKU untuk setiap Kelurahan atau Desa berbeda. Namun, KTP dan KK menjadi syarat mutlak yang harus ada.
  3. Setelah berhasil log in akun, klik 'perizinan usaha' lalu klik 'perseorangan'
  4. Pilih pendaftaran NIB dengan menyesuaikan jenis usaha yang digeluti
  5. Lengkapi pengisian formulir dengan data yang benar dan valid
  6. Klik 'simpan dan lanjutkan' untuk menyimpan isian data dan melanjutkan proses
  7. Klik 'tambah usaha' untuk mengisi formulir data usaha
  8. Pastikan data yang diisikan benar lalu klik 'simpan dan lanjutkan'
  9. Bagi usaha skala kecil dapat mengajukan izin lokasi dan izin lingkungan pada bagian formulir komitmen prasarana usaha
  10. Klik 'selanjutnya' dan perhatikan rekap data yang sudah diinput
  11. Klik tanda centang di kotak disclaimer dan klik 'proses NIB'

Para pelaku UMKM yang sudah memiliki Surat Keterangan Usaha (SKU), Nomor Induk Berusaha (NIB), dan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) dapat mengajukan diri sebagai penerima BPUM atau BLT UMKM. Pengajuan ini dapat dilakukan secara online atau offline, bergantung pada kebijakan Dinas Koperasi dan UKM setempat.

Selain mengetahui cara mendaftarkan usahanya, pelaku usaha harus mengetahui cara memeriksa perolehan bantuan untuk mendapatkan BLT UMKM. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui BNI atau BRI.

  • Pada BNI, pelaku usaha mengakses link http://banpresbpum.id lalu masukkan Nomer Induk Kependudukan (NIK) dan klik 'cari'.
  • Pengecekan di BRI dapat dilakukan melalui akses ke http://eform.bri.co.id/bpum lalu masukkan NIK dan klik 'Proses Inquiry'.

Baca juga: Mengenal Peran dan Hak Shareholder serta Jenisnya di Perusahaan

Jenis UMKM Calon Penerima Bantuan Pemerintah

Jenis UMKM Calon Penerima Bantuan Pemerintah

UMKM bidang kuliner

Usaha kuliner tidak harus berupa restoran. Sepanjang jenis usaha yang digeluti memproduksi, mendistribusikan, ataupun menjajakan makanan dan minuman, maka usaha tersebut tergolong bidang kuliner. UMKM sektor kuliner mendapat dukungan pemerintah karena sektor ini menyebar secara merata di Indonesia, bahkan sampai pelosok.

UMKM bidang Pertanian

Pemerintah memberikan dukungan pada bidang pertanian karena pertanian menjadi penyokong pemenuhan kebutuhan harian masyarakat. Terlebih lagi modal yang digelontorkan untuk mengelola pertanian cukup besar sehingga pemerintah berkomitmen untuk membantu mengatasi kendala usaha pertanian masyarakat.

UMKM Bidang Fashion

UMKM bidang fashion memang bukan prioritas utama sasaran pemberian bantuan. Namun, pemerintah tak lantas mengabaikan UMKM yang menggeluti bidang fashion karena keberadaannya ikut serta dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.

Dalam mempertahankan kelangsungan usaha diperlukan strategi dan tips tertentu. Para pelaku usaha dapat memanfaatkan eksistensi media sosial sebagai sarana promosi dan perluasan pasar. Berbagai fitur di media sosial tentunya perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin. Misalnya promosi melalui foto, video, atau siaran langsung.

Perluasan jaringan usaha bisa juga dilakukan melalui komunitas usaha. Komunitas dapat menjadi sarana pertukaran informasi tentang pengembangan bisnis. Di samping itu, para pelaku usaha di dalam suatu komunitas akan saling berbagi pengalaman sehingga wawasan terkait dunia bisnis pun bertambah.

Baca juga: Prospek Bisnis 2022: Optimisme Para Pemimpin Perusahaan Global di Tengah Pandemi

Leave A Reply

Your email address will not be published.