Berita Nasional Terpercaya

Kisah Volodymyr Zelensky, dari Pelawak hingga Jadi Presiden Ukraina

0

BERNAS.ID – Invansi Rusia ke Ukraina semakin memanas. Ledakan masih terdengar di Kiev hingga hari ketiga invasi. Laporan BBC pada Sabtu (26/2/2022) menyebutkan telah terjadi perlawanan sengit di ibu kota Ukraina itu.

Dalam sebuah unggahan di Facebook, militer melaporkan unit tentara berhasil mengusir pasukan Rusia di dekat pangkalan. Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah memperingatkan Rusia akan mencoba untuk menyerbu Kiev.

“Malam ini, musuh akan menggunakan semua cara untuk mematahkan perlawanan kita. Malam ini mereka akan melancarkan serangan,” ujarnya pada Jumat malam.

“Malam ini kita harus bertahan. Nasib Ukraina sedang diputuskan sekarang. Tujuan utama kita adalah menyelesaikan pertumpahan darah ini,” imbuhnya.

Baca Juga: Melihat Akar Permasalahan Antara Rusia dan Ukraina

Apa yang diucapkan oleh oleh Zelensky kepada rakyat Ukraina seakan mengingatkan kembali pada beberapa tahun silam. Ketika itu, dia berada di bawah sorot lampu, berdiri di belakang podium dan menyampaikan pesan.

“Hari ini, saya akan memulai dengan kata-kata yang telah lama ditunggu, yang ingin saya umumkan dengan bangga,” katanya.

“Akhirnya, Ukraina adalah Bersatu… Ini adalah kemenangan kita,” ucapnya, seperti dikutip dari CNN.

Ya, pidato itu adalah fiksi, sebuah adegan penutup dari sebuah acara satire di televisi berjudul “Servant of the People”, yang menceritakan tentang seorang guru sekolah yang kurang beruntung diperankan oleh Zelensky.

Meski serial itu tidak membuatnya menjadi bintang, nyatanya ini adalah batu loncatan bagi Zelensky untuk kampanye kepresidenan yang sebenarnya. Bagaimana kisah sang pelawak ini berubah menjadi presiden Ukraina? Berikut selengkapnya.

Karier dan Kesuksesan Berkomedi

Volodymyr Zelensky lahir di Kryvyi Rih pada 25 Januari 1978. Orangtuanya merupakan Yahudi, yang tinggal di kota metropolis industri di bagian selatan Ukraina.

Melansir dari Encyclopædia Britannica, semasa kecil, ia dan keluarganya pindah ke Erdenet, Mongolia, selama 4 tahun, sebelum akhirnya ia kembali ke Kryvyi Rih. Seperti orang kebanyakan yang tinggal di wilayah Dnipropetrovsk, ia tumbuh dengan bahasa Rusia.

Dia juga lancar berbahasa Inggris dan Rusia. Pada 1995, ia kuliah di Kryvyi Rih Economic Institute, di sebuah kampus setempat bernama Kyiv National Economic University.

Dia pun lulus pada tahun 2000 dengan gelar hukum. Meski punya lisensi untuk praktik hukum, namun dia punya jalan lain untuk kariernya ke depan. Sejak menjadi mahasiswa, ia aktif di teater. Pada 1997, dia punya kelompok pertunjukkan bernama Kvartal 95 yang muncul di final acara kompetisi komedi di televisi. Ia dan grupnya kerap muncul di stasiun televisi.

Bahkan pada 2004, ia memiliki Studio Kvartal 95, sebuah perusahaan produksi yang sukses dan terpandang. Ia duduk sebagai direktur artistik hingga 2011, hingga akhirnya dia menjadi produser utama di stasiun televisi Ukraina bernama Inter TV.

Tak bertahan lama, pada 2012 ia kembali ke Kvartal 95. Pada Oktober 2012, ia menandatangani perjanjian produksi bersama dengan jaringan 1+1, yang dimiliki salah satu orang terkaya di Ukraina, Ihor Kolomoisky.

Selain kerja sama itu, Zelensky juga muncul di sejumlah film layar lebar, termasuk film komedi sejarah Rzhevskiy Versus Napoleon (2012) dan komedi romantis 8 First Dates (2012), dan 8 New Dates pada 2015.

Tertarik Politik

Pada 2013, ketika kembali sebagai direktur artistik di Kvartal 95, karier hiburannya kerap bersinggungan dengan peristiwa yang mengguncang politik Ukraina. Pada Februari 2014, Presiden Viktor Yanukovych digulingkan usai demonstrasi berbulan-bulan oleh rakyat Ukraina.

Miliarder Petro Poroshenko terpilih menjadi presiden Ukraina, namun terjadi pemberontakan yang didukung Rusia di Ukraina bagian timur. Belum lagi, korupsi yang merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Dari banyaknya masalah di negaranya, akhirnya muncul sebuah serial di 1+1 berjudul Servant of the People pada Oktober 2015. Zelensky berperan sebagai seorang guru sejarah bernama Vasiliy Goloborodko.

Tokoh itu menjadi viral di internet setelah seorang murid merekam adegan ketika Goloborodko menyampaikan pidato berapi-api dan sarat kata-kata kotor untuk melawan korupsi.

Tidak ada yang pernah menyangka apa yang akan terjadi dalam dunia politik. Pada 2018, Kvartal 95 akhirnya resmi mendaftarkan Servant of the People sebagai partai politik di Ukraina.

Pemilihan Presiden

Ada puluhan orang mencalonkan diri sebagai presiden Ukraina dalam pemilu. Namun, nama Zelensky muncul sebagai salah satu yang terdepan sejak mengumumkan pencalonannya pada 31 Desember 2018.

Namun, langkahnya menimbulkan pertanyaan, apalagi tentang keterlibatan pemilik 1+1, Kolomoisky, dalam kampanye Zelensky. Apalagi, pria itu sebelumnya merupakan sekutu setia Poroshenko.

Setelah Poroshenko menasionalisasi PrivatBank, sebuah lembaga keuangan yang didirikan Kolomoisky. Namun, Kolomoisky dituduh telah mencuri miliaran dari PrivatBank, yang membuat pemerintah Ukraina terpaksa menyuntikkan dana lebih dari US$5,6 miliar agar bank itu bisa bertahan.

Zelensky memutuskan untuk menjauhkan diri dari Kolomoisky. Pada 31 Maret 2019, Zelensky memenangkan lebih dari 30% suara di putaran pertama pemilu presiden, sementara Poroshenko berada di urutan kedua dengan 16%.

Setelah melewati persaingan sengit, pada 21 April 2019, ia dinyatakan sebagai presiden terpilih dengan perolehan suara sebesar 73%. Saat itu, usianya 44 tahun.

Baca Juga: Begini Peran Cryptocurrency Dalam Konflik Rusia dan Ukraina

Pada 20 Mei 2019, ia dilantik sebagai presiden. Dalam pidato pelantikannya, ia menggunakan bahasa Rusia dan Ukraina, untuk menyerukan persatuan nasional.

Zelensky selalu menegaskan kampanye anti-korupsi dan berjanji untuk mengakhiri perang di Donbas. Laporan BBC menyebutkan, selama kampanye, dia cenderung menghindari wawancara serius dan diskusi tentang kebijakan.

Namun, ia memilih menggunakan media sosial untuk mengunggah video ringan. Pada saat pemilihannya, para kritikus menyatakan skeptis bahwa Zelensky dapat melawan para pemimpin dunia seperti Vladimir Putin. 

Target Nomor Satu

Kini, ketika Rusia melakukan invasi ke Ukraina, Zelensky menyatakan bahwa dirinya adalah target nomor satu serangan Rusia. Maka dari itu, ia dan keluarganya akan tetap tinggal di Ukraina.

Sebagai informasi, Zelensky menikah dengan Olena Zelenska pada 2003. Keduanya dikarunia seorang putra bernama Kiril dan seorang putri bernama Aleksandra.

“Saya tetap berada di ibu kota, keluarga saya juga berada di Ukraina, anak-anak saya berada di Ukraina,” katanya dalam pidato pada Jumat (265/2/2022).

“Keluarga saya bukanlah pengkhianat, mereka adalah warga negara Ukraina. Di mana mereka tepatnya sekarang, saya tidak memiliki hak untuk mengatakannya,” imbuhnya.

“Berdasarkan informasi yang kami punya, musuh telah menandai saya sebagai target nomor satu, dan keluarga saya sebagai target nomor dua. Mereka ingin merusak Ukraina secara politis dengan menghancurkan kepala negara,” ucap Zelensky.

Ukraina telah meminta kepada negara-negara Barat untuk mempercepat sanksi yang lebih keras kepada Rusia. Inggris, Uni Eropa, dan sekutu lainnya berjanji akan menjatuhkan sanksi baru kepada Rusia, namun mereka tidak akan mengirimkan pasukan.

Sejauh ini, Ukraina menyebutkan sebanyak 137 orang yang terdiri dari warga sipil dan tentara telah tewas akibat serangan Rusia. Namun, Rusia belum menyebutkan jumlah kematian.

Leave A Reply

Your email address will not be published.