Berita Nasional Terpercaya

Mengenal Seluk Beluk Vegetarian, Gaya Hidup RA Kartini 

2

BERNAS.ID – Pada 21 April, seluruh warga Indonesia memperingati Hari RA Kartini, pahlawan nasional yang mempelopori kebangkitan perempuan di Tanah Air. Tapi siapa yang menyangka kalau RA Kartini adalah seorang vegetarian?

Dalam surat kepada sahabatnya, Ny RM Abendanon-Mandri dan suaminya pada 27 Oktober 1902, RA Kartini mengungkapkan dirinya tidak makan daging. Baginya, vegetarisme itu doa tanpa kata kepada Tuhan. Berikut kutipan surat RA Kartini yang menunjukkan ia adalah seorang vegetarian:

“Kami sekarang pantang makan daging. Sudah lama kami merencanakan itu, dan bahkan beberapa tahun saya hanya makan tanaman saja, tetapi tidak punya cukup keberanian susila untuk bertahan. Saya masih muda sekali, masih berusia 14, 15 tahun.”

Baca Juga: 10 Kota Di Dunia Yang Ramah Vegetarian

“Kami” pada surat tersebut merujuk Kartini beserta adik-adiknya. Lalu, sebenarnya bagaimana seluk beluk vegetarian dan apa saja jenisnya?

Memahami Vegetarisme

Mengutip Encyclopædia Britannica, vegetarisme atau vegetarian adalah teori atau praktik hidup yang hanya mengonsumsi sayur, buah, biji-bijian, polong-polongan, dan kacang untuk alasan etika, spiritualitas, lingkungan, dan nutrisi.

Semua daging baik unggas, daging merah, dan makanan laut tidak masuk daftar makanan mereka. Meski demikian, tak jarang seorang yang menerapkan diet ini masih memasukkan produk susu dan telur dalam menu diet.

Biasanya orang-orang di Barat masih mengonsumsi telur walau menerapkan pola hidup vegetarisme. Sementara di India, kebanyakan vegetarian tidak makan telur.

Peneliti meyakini gaya hidup tersebut muncul pertama kali terkait dengan ritual, baik sebagai sarana pemurnian diri sementara atau sebagai kualifikasi menjadi pemimpin spiritualitas.

Kampanye diet tanpa daging ini secara teratur mulai populer sekitar pertengahan milenium pertama Sebelum Masehi di India dan Mediterania Timur sebagai bagian dari kebangkitan filosofis.

Di Mediterania, pola hidup tidak makan daging pertama kali tercatat sebagai ajaran Filsuf Pythagoras dari Samos. Sekitar tahun 530 SM, ia menyebut kekerabatan semua hewan adalah salah satu dasar kebajikan manusia terhadap makhluk lain.

Kemudian, dari Plato hingga banyak filsuf lainnya terutama Neoplatonis merekomendasikan diet tanpa daging. Gagasan itu merupakan bentuk kritikannya terhadap ritual pengorbanan berdarah yang terkait dengan reinkarnasi jiwa.

Di India, pengikut Buddhisme dan Jainisme juga menolak mengonsumsi daging dengan alasan etis dan asketis (mati raga). Mereka meyakini seharusnya manusia tidak menyakiti makhluk hidup mana pun.

Baca Juga: Kamu Adalah Orang Yang Vegetarian? Siapkan Hal Ini Di Dapurmu

Prinsip tersebut diikuti dalam Brahmanisme yang kemudian Hinduisme menerapkannya dengan tidak memakan daging sapi. Pada abad-abad berikutnya, diet ini di wilayah India dan Mediterania menjadi berbeda secara signifikan.

Pada abad ke-17 dan ke-18, muncul minat yang lebih besar terhadap kemanusiaan dan gagasan kemajuan moral, serta kepekaan terhadap penderitaan hewan di Eropa.

Kemudian, awal abad 20, vegetarisme di Barat berkontribusi besar terhadap dorongan untuk mengubah kebiasaan makan. Mengutip ResearchGate, sekitar 1,5 miliar penduduk dunia menjalani pola hidup vegetarian hingga saat ini.

Namun, sebagian orang menjadi vegetarian karena tidak memiliki akses untuk mengonsumsi daging atau memiliki alasan kesehatan. Sementara hanya 75 juta orang atau sekitar 1% dari populasi global menjalani diet ini karena pilihan hidup.

Jenis-jenis Vegetarian

Meski secara singkat kita memahaminya sebagai diet tanpa makan daging, ternyata vegetarian memiliki beragam jenis. Menurut Harvard Health Publishing, berikut berbagai macam pola diet vegetarian:

  • Vegan: bisa disebut juga sebagai vegetarian total karena tidak makan daging hewan berkaki empat, unggas, ikan, dan produk apapun yang berasal dari hewan, termasuk telur, produk susu, dan gelatin.
  • Vegetarian lakto-ovo: pola hidup ini tidak mengonsumsi daging, unggas, dan ikan, tapi masih makan telur dan produk susu.
  • Ovo vegetarian: orang yang menerapkan diet ini biasanya tidak makan daging, unggas, ikan, dan produk susu, tapi mengonsumsi telur.
  • Vegetarian parsial: biasanya orang-orang yang termasuk kategori ini tidak makan daging hewan berkaki empat, namun masih mengonsumsi ikan atau pesco-vegetarian/pescatarian. Sementara, vegetarian yang makan daging unggas sebutannya pollo-vegetarian
  • Satu lagi jenis vegetarian adalah flexitarian. Mengutip dari Healthline, flexitarian adalah pola hidup semi vegetarian sehingga meskipun mengonsumsi lebih banyak makanan nabati, namun memasukkan daging, susu, telur, unggas, dan ikan dalam jumlah kecil pada menu diet mereka.

Manfaat Menjadi Vegetarian

Ada banyak manfaat dengan menerapkan diet vegetarian, asal benar-benar serius menjalaninya. Anda mungkin saja tidak makan daging, tapi apabila masih mengonsumsi roti, pasta, gula berlebih, dan sedikit sayuran serta buah-buahan, tentu Anda tidak akan mendapatkan banyak manfaat.

Lalu, apa saja manfaat menjadi vegetarian dan bagaimana cara menjalaninya? Berikut selengkapnya melansir dari Healthline:

Kesehatan Jantung

Pilihan konsumsi makanan sangat berpengaruh terhadap kesehatan jantung. Berdasarkan studi yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition, peluang vegetarian 1/3 lebih kecil terkait kemungkinan meninggal atau perawatan di rumah sakit karena penyakit jantung.

Konsumsi serat larut dan makanan tertentu akan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Hal ini tentu saja mengurangi kolestrol dan risiko penyakit jantung.

Makanan yang bisa Anda konsumsi untuk jantung yang sehat seperti biji-bijian berserat, kacang-kacangan, sayur, buah, dan makanan rendah glikemik lainnya seperti minyak zaitun, coklat, dan susu almond.

Menurunkan Risiko Kanker

Studi yang dipublikasikan di National Library of Medicine di Amerika Serikat menunjukkan diet ini mengurangi risiko kanker secara umum. Diet vegan dapat mengurangi risiko kanker dibanding diet lainnya.

Baca Juga: Berbagai Macam Tipe Vegetarian, Berminat Mencobanya?

Bahkan vegan dapat melindungi perempuan dari kanker-kanker spesifik. Sementara pola hidup vegetarian lakto-ovo bisa menurunkan risiko kanker saluran pencernaan.

Mencegah Diabetes Tipe 2

Diet tidak makan daging yang sehat membantu mencegah dan mengobati diabetes tipe 2. Sekali lagi, ini terkait dengan pilihan makanan yang rendah glikemik sehingga kadar gula darah terjaga.

Menurunkan Tekanan Darah

Penelitian menunjukkan vegetarian, terutama vegan, punya tekanan darah lebih rendah ketimbang mereka yang makan daging. Makanan nabati memang lebih rendah lemak, natrium dan kolesterol.

Tentu saja hal itu berdampak positif pada tekanan darah. Buah-buahan dan sayuran juga memiliki konsentrasi potasium yang baik sehingga membantu menurunkan tekanan darah.

Mengurangi Gejala Asma

Studi di Swedia menemukan pola hidup vegetarian, khususnya vegan, dapat mengurangi gejala asma. Penelitian tersebut melibatkan 24 orang peserta yang menjalani pola makan vegan selama setahun.

Baca Juga: Hindari Makanan Ini Jika Anda Adalah Seorang Vegetarian

Sebanyak 20 orang di antaranya menunjukkan perbaikan, termasuk berkurangnya ketergantungan obat. Peneliti memperkirakan makanan hewani tertentu dapat memicu respons alergi atau peradangan.

Kesehatan Tulang

Di sejumlah negara yang penduduknya banyak menerapkan pola hidup vegetarian ternyata tingkat osteoporosisnya juga lebih rendah. Produk hewani dapat memaksa kalsium keluar dari tubuh sehingga menyebabkan pengeroposan tulang dan osteoporosis.

Pola hidup ini bisa Anda coba  untuk memperoleh sejumlah manfaatnya. Mulai dari langkah awal kecil yang selanjutnya terus berkembang. 

2 Comments
  1. […] Baca Juga : Mengenal Seluk Beluk Vegetarian, Gaya Hidup RA Kartini  […]

  2. […] Baca Juga: Mengenal Seluk Beluk Vegetarian, Gaya Hidup RA Kartini  […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.