Berita Nasional Terpercaya

Sejarah Bakso, Berawal Kasih Sayang Anak untuk Ibu

1

Bernas.id – Siapa yang tak kenal kuliner bernama bakso? Hidangan khas Indonesia ini jadi favorit sejuta umat. Bahkan, mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, pun mengakui bakso sebagai hidangan favoritnya.

Hidangan yang berasal dari olahan daging ini memang nikmat, Apalagi, siraman kuah kaldu yang gurih dengan tambahan sambal dan saus semakin membuat rasa hidangan tersebut menggoda lidah. 

Makanan tersebut juga menjadi makanan ikonik beberapa daerah di Indonesia, misalnya Malang, Wonogiri, dan Solo. Setiap daerah juga memiliki ciri khusus dalam hal pengolahannya.

Umumnya, bakso adalah sajian daging giling yang dicampur tepung tapioka, lalu ditambahkan kuah kaldu dan berbagai isian seperti seledri, mie, taoge, kubis, dan kulit pangsit.

Terkadang, bakso juga ditambahkan dengan siomay atau tahu. Hidangan ini sangat cocok dikonsumsi saat hari sedang dingin karena kuah kadulnya yang mampu menghangatkan tubuh.

Di Indonesia, Bakso mudah sekali ditemukan, mulai dari pedagang keliling hingga restoran besar, Anda bisa menemukan makanan ini. Bahkan, di supermarket juga tersedia bakso dalam olahan frozen food atau makanan beku.

Harga seporsi bakso di Indonesia juga sangat murah. Hanya dengan uang Rp 10 ribu saja, Anda bisa menikmati semangkuk bakso komplit dengan isiannya. Bahkan, Anda masih bisa membeli bakso dengan harga Rp 5 ribu saja. Namun sebelum bakso menjadi hidangan khas Indonesia, ada sejarah panjang yang mengikuti kuliner tersebut.

Sejarah Bakso

Awal mula terciptanya hidangan tersebut dimulai pada abad ke 17, tepatnya saat akhir dari dinasti Ming. Saat itu, hidup seorang anak bernama Meng Bo. Meng Bo terkenal sebagai anak yang baik dan berbakti kepada ibunya.

Kebaikan Meng Bo juga menyebar ke para tetangganya. Hingga suatu hari, sang ibu yang sudah tua tidak dapat memakan daging karena giginya yang sudah mulai rapuh. Padahal, daging adalah makanan kesukaan sang ibu.

Karena hal itu, Meng Bo memikirkan cara bagaimana agar sang ibu tetap bisa memakan hidangan favoritnya. Setelah berpikir keras sepanjang malam, Meng Bo pun menemukan sebuah cara. Saat itu, Meng Bo melihat sang tetangga menumbuk beras ketan untuk bahan pembuatan kue mochi.

Baca juga: Sejarah Selad Solo, Kuliner Unik Khas Surakarta

Terinspirasi dari hal tersebut, Meng Bo menumbuk daging hingga empuk dan membuatnya menjadi bulatan kecil agar sang ibu mudah memakannya. Setelah itu, Meng Bo merebus olahan daging tersebut. Rebusan olahan daging ternyata menciptakan aroma yang lezat sehingga sang ibu penasaran dengan masakan yang diolah oleh Meng Bo. 

Setelah matang, Meng Bo memberikan olahan daging tersebut pada sang ibu. Sang ibu merasa sangat gembira karena bisa memakan daging favoritnya. ditambah lagi olahan tersebut ternyata lebih lezat dari daging biasanya. Meng bo pun ikut merasa bahagia karena bisa mencitapkan makanan yang disukai ibunya.

Kemudian, Men Bo memasak makanan tersebut hampir setiap hari. Cerita olahan daging Meng Bo tersebut ternyata menyebar ke seluruh penjuru daerah. Hingga kemudian, banyak penduduk mulai belajar membuat masakan tersebut.

Bakso Masuk ke Indonesia

Resep olahan daging ala Meng Bo pun menyebar ke berbagai negara hingga Indonesia. Namun, resep bakso di Indonesia telah dimodifikasi sehingga sedikit berbeda dengan resep ala Meng Bo. Nama Bakso sendiri berasal dari dua kata, yaitu “Bak” yang berarti daging babi dan “So” yang berarti kuah. Di China, konsumsi daging babi adalah hal biasanya.

Di Indonesia, hidangan tersebut diperkenalkan oleh pedagang China yang menetap. Awalnya, bakso dibuat dari daging babi namun pedagang China menggantinya dengan daging sapi agar diterima oleh masyarakat setempat. Bumbu-bumbu yang digunakan juga menggunakan rempah–rempah agar cocok dengan lidah masyarakat Indonesia.

Di Indonesia, bentuk bakso juga dimodifikasi tidak selalu berupa bulatan. Ada yang berbentuk kerucut, kotak, dan sejenisnya. Meski tak mirip dengan resep asli, daging olahan yang empuk tetap menjadi ciri khas masakan ini. 

1 Comment
  1. […] Baca juga: Sejarah Bakso, Berawal Kasih Sayang Anak Untuk Ibu […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.