Berita Nasional Terpercaya

Pengadilan Hubungan Industrial Yogyakarta memutus PT Griya Asri Hidup Abadi untuk Membayar Pesangon

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Pengadilan Hubungan Industrial Yogyakarta memutus PT Griya Asri Hidup Abadi (Hotel Grand Quality Yogyakarta) untuk membayar pesangon 38 karyawannya sebesar Rp719.372.900 (Tujuh ratus sembilan belas juta tiga ratus tujuh puluh dua ribu sembilan ratus rupiah). Putusan itu dibacakan pada hari Senin tanggal 6 Juni 2022 terkait perkara nomor 80 Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Yyk.

Arif Faruk, Kuasa Hukum Pekerja mengatakan melalui putusan pengadilan, pihak pengusaha melalui kuasa hukum bisa membayarkan hak-hak para karyawan. Ia pun berterima kasih kepada majelis sudah memutus perkara dengan keputusan yang mengikat.

“Selama ini, kita menghubungi belum ada tindaklanjut. Berharap perusahaan segera membayarkan upah yang belum dibayarkan,” tuturnya, Selasa (7/6/2022).

“Tenggat pembayaran, kita menghormati pihak pengusaha apakah melakukan upaya selanjutnya atau tidak selama 14 ke hari ke depan,” imbuhnya.

Baca Juga Guru Bangsa Buya Syafii Tutup Usia, Ganjar Pranowo Berkisah

Lanjut tambahnya, Majelis Hakim memutus perkara dengan sejumlah pertimbangan hukum yang lain, yaitu

1. Status pekerja adalah pekerja tetap. Bukan pekerja kontrak (PKWT) karena
Perjanjian kerja Waktu Tertentu (PKWT) pekerja tidak pernah dicatatkan ke
Disnaker Sleman.

2. PKWT tidak dapat dilakukan untuk pekerjaan yang sifatnya tetap dan pekerjaan yang sifatnya sementara. Paling lama 3 (tiga) tahun.

3. Pada saat operasional hotel dihentikan, pihak perusahaan dan pekerja tidak membuat kesepakatan mengenai pelaksaan waktu kerja dan pengupahan sebagaimana Surat Edaran Nomor M/3/HK.04/III/2020 tentang Pelindungan kerja dan Kelangsungan Usaha dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19.

Faruk menyebut Majelis Hakim memberikan pertimbangan jika putusnya hubungan kerja berdasarkan UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 164 ayat (1), yaitu

“Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja/buruh karena perusahaan
tutup bukan karena mengalami kerugian 2 (dua) tahun berturut-turut atau bukan karena keadaan memaksa (force majeur) tetapi perusahaan melakukan efisiensi, dengan ketentuan pekerja/buruh berhak atas uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4).”

Faruk mengatakan, perselisihan hubungan industrial ini bermula ketika PT Griya Asri Hidup Abadi (Hotel Grand Quality Yogyakarta) sejak 2 April 2020 menghentikan kegiatan operasional hotel dengan alasan pandemi Covid 19. Tidak hanya itu, sejak bulan April 2020, pihak perusahaan tidak lagi membayar upah para pekerja.

“Hal ini dilakukan tanpa musyawarah dan perundingan dengan pihak pekerja. Penderitaan para pekerja terus berlanjut karena pihak perusahaan menghentikan premi BPJS Kesehatan sejak September 2020 dan BPJS Ketenagakerjaan sejak April 2020,” bebernya.

Baca Juga Mendagri Ajak Seluruh Daerah Kelola Sampah Dengan Baik

Astuti, perwakilan pekerja mengatakan lega dengan putusan dari Pengadilan Hubungan Industrial Yogyakarta setelah melalui 11 kali sidang. “Kami mohon empati dari pihak pengusaha. Kita mendapatkan PHK yang sepihak itu seperti apa rasanya apalagi dalam keadaan Pandemi Covid-19,” tuturnya.

“Kita untuk mendapatkan pekerjaan baru sangat susah saat ini. Kita punya keluarga dan anak, kita harus survival tanpa dukungan dana dari pengusaha,” imbuhnya.

Menurutnya, penuntutan hak ini sebagai hal yang wajar karena sesuai undang-undang. Ia pun mengharap agar pengusaha segera membayarkan hak-haknya. “Jika sudah mendapatkan pembayaran upah, akan dipakai untuk modal,” tukasnya. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.