Berita Nasional Terpercaya

Trading Forex vs Saham, Lebih Mudah Mana Untuk Pemula?

Bupati Sleman – 17 Agustus 2022
0

BERNAS.ID – Seiring dengan perkembangan teknologi finansial dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya investasi, popularitas forex dan saham sebagai dua instrumen yang banyak diperdagangkan (trading) juga meningkat.

Namun sayangnya, tidak semua orang memahami perbedaan trading pada kedua instrumen ini. Padahal, memahami perbedaan di antara keduanya penting untuk menentukan instrumen investasi yang cocok untuk Anda.

Lantas, apa perbedaan trading forex dan saham serta manakah instrumen yang lebih cocok untuk pemula? Simak ulasannya berikut ini:

Perbedaan Forex dan Pasar Saham

1. Instrumen yang Diperdagangkan

Perbedaan mendasar antara forex dan saham adalah instrumen trading yang diperdagangkan. Saham adalah surat berharga bukti kepemilikan seseorang atas sebuah perusahaan tertentu sementara trading forex adalah transaksi jual beli mata asing (foreign exchange atau valuta asing). Perbedaan instrumen ini nantinya akan membawa perbedaan-perbedaan lain pada perdagangan kedua pasar ini.

2. Sumber Keuntungan dan Biaya

Terdapat dua sumber keuntungan pada saham yaitu capital gain dan dividen. Capital gain adalah selisih antara harga jual sebuah saham dengan harga belinya sementara dividen adalah sebagian keuntungan bisnis perusahaan yang dibagikan kepada investor atau trader.

Biaya jual beli saham umumnya hanya mencakup biaya jasa perusahaan sekuritas atau aplikasi yang Anda gunakan. Besar kecilnya jumlah biaya ini umumnya tergantung dengan jumlah volume saham yang Anda jual atau Anda beli.

Di sisi lain, keuntungan pada forex bersumber pada selisih nilai antara dua mata uang ketika mereka diperdagangkan. Misalnya Anda membeli USD dan menukarnya dengan rupiah (USD/IDR) ketika nilai USD/IDR sama dengan Rp14.899 dan Anda menjualnya ketika USD/IDR sama dengan Rp15.000.

Baca Juga : Cara Trading Forex yang Benar, Pemula Harus Paham

Ini artinya, Anda akan mendapatkan keuntungan sebesar 101 rupiah per unit. Selain dari selisih nilai tukar ini, trader forex pada kasus tertentu juga berpotensi mendapatkan keuntungan dari selisih suku bunga antara kedua negara penerbit mata uang.

Biaya trading forex juga lebih kompleks. Trader nantinya akan diminta membayar spread pada setiap transaksi mata uang yang dilakukan dan beberapa komisi. Besaran nilai spread dan komisi umumnya tergantung dengan nilai transaksi, jenis mata uang yang diperdagangkan, tingkat likuiditas dan kebijakan perusahaan broker.

3. Variasi Instrumen

Ketika membicarakan saham, Anda bisa membeli saham luar negeri seperti Apple, Tesla atau Amazon dan membeli saham dalam negeri seperti BMRI, INDF dan lainnya. Saat ini sudah ada lebih dari 700 perusahaan yang merilis sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) saja. Ini artinya, Anda memiliki ratusan atau bahkan ribuan saham (termasuk luar negeri) yang bisa dipilih.

Lain halnya dengan forex. Saat ini hanya ada sekitar 160 mata uang yang beredar di dunia. Ini artinya hanya ada sekitar 80 currency pair entah itu USD/IDR, USD/EUR atau EUR/IDR dan yang lainnya. Umumnya trader memperdagangkan major currency pair seperti USD, EUR dan CHF. Ini tentunya menjadikan variasi jenis forex yang bisa diperdagangkan jauh lebih sedikit dibandingkan saham.

4. Faktor Fundamental

Seperti yang telah disebutkan di atas, saham adalah surat berharga bukti kepemilikan modal di sebuah perusahaan. Dengan demikian, faktor fundamental utama yang bisa mempengaruhi nilai saham tersebut adalah kondisi keuangan dan bisnis sebuah perusahaan dan hal-hal yang bisa mempengaruhinya seperti, kondisi industri maupun perekonomian nasional dan internasional.

Lalu bagaimana dengan forex? Faktor fundamental forex adalah hal-hal yang bisa mempengaruhi nilai tukar mata uang sebuah negara terhadap mata uang lainnya. Hal-hal ini biasanya termasuk kondisi ekonomi negara penerbit mata uang, kondisi ekonomi internasional dan suku bunga yang ditawarkan oleh masing-masing negara.

5. Jam Perdagangan

Pasar saham umumnya buka 8 jam sehari dan satu minggu 5 hari sebagaimana jam kerja biasa. Jam perdagangan ini berlaku baik untuk pasar saham dalam negeri maupun luar negeri. Bedanya, kalau mau beli saham luar negeri seperti AMZN atau TSLA, Anda harus transaksi di malam hari atau menyesuaikan jam perdagangan pasar saham negara terkait.

Hal ini sedikit berbeda dengan forex. Umumnya perdagangan forex dibagi ke dalam 3 sesi yaitu sesi New York, London dan sesi Tokyo. Setiap sesi berjalan selama 8 jam sesuai dengan jam kerja masing-masing negara dan akan libur kalau weekend atau kalau ada hari libur nasional. Akan tetapi karena adanya sistem 3 sesi ini, boleh dibilang trading forex bisa berlangsung selama 24 jam nonstop.

Anda bisa menggunakan aplikasi trading forex untuk desktop maupun mobile jika ingin melakukan trading kapan saja.

6. Fluktuasi Harga

Forex adalah instrumen dengan volume trading tertinggi. Pada tahun 2021 saja, forex senilai 6,6 triliun diperdagangkan pada pasar ini setiap harinya. Hal ini karena untuk trading forex trader perlu membuka akun margin dan membutuhkan leverage dari perusahaan broker.

Leverage ini memungkinkan trader forex untuk trading lebih besar dibandingkan modal yang dimiliki. Tingginya volume trading ini serta beberapa faktor lain membuat fluktuasi pasar forex cenderung lebih tinggi dibandingkan instrumen lain selain cryptocurrency.

Baca Juga : Pluang: Saham AS Adalah Aset Strategis untuk Diversifikasi Portofolio

Fluktuasi harga saham sebenarnya juga bisa dibilang tinggi. Hanya saja, jika selama beberapa hari berturut-turut ada perubahan harga yang tajam pada suatu saham di Indonesia, BEI bisa memberlakukan suspensi saham untuk menghentikan transaksi di saham tersebut selama beberapa waktu. Tujuannya supaya transaksi pada saham tersebut dingin kembali dan bisa menghindarkan investor dari saham gorengan.

7. Risiko

Risiko trading forex relatif lebih tinggi dibandingkan saham karena:

a. Dalam forex Anda perlu menganalisis ekonomi sebuah negara, padahal negara tersebut tidak wajib merilis laporan keuangan dan laporan tahunan kepada investor dan trader sebagaimana saham.

b. Fluktuasi harga forex lebih tinggi dibandingkan saham.

c. Modal yang dibutuhkan untuk trading forex relatif lebih besar dibandingkan saham. 1 lot saham bisa Anda beli dengan Rp200.000 jika harganya Rp2.000 per lembar. Tapi karena 1 lot forex adalah 100.000 unit mata uang, maka untuk membeli 1 lot dolar setidaknya Anda perlu mengeluarkan uang Rp1.490.000.000. Banyak broker saat ini memungkinkan trader untuk membeli 1 nano lot saja. Akan tetapi, sama saja modalnya akan cukup besar mengingat 1 nano lot sama dengan 100 unit atau kira-kira Rp1.490.000 untuk dolar.

d. Lebih banyak biaya yang harus dikeluarkan.

8. Regulator

Perbedaan yang satu ini mungkin terkesan trivial. Namun, hal ini penting untuk memastikan Anda tidak terkena penipuan. Perlu diingat bahwasanya saham diatur oleh OJK dan diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia sementara forex diatur oleh BAPPEBTI. Jadi, kalau ada yang menawari investasi forex pada Anda tapi mengatasnamakan BEI, bisa dipastikan itu adalah penipuan.

Lebih Baik Forex atau Saham Untuk Pemula?

Lalu, instrumen apakah yang lebih cocok untuk pemula? Setiap pemula pasti memiliki profile risiko yang berbeda. Akan tetapi dari paparan di atas jelas bahwasannya trading forex lebih cocok untuk pemula yang memiliki profile risiko yang lebih tinggi (risk- taker) dibandingkan saham.

Terlepas dari beberapa perbedaan diatas, trading forex dan saham memiliki indikator teknis yang sama sehingga Anda bisa belajar menggunakan berbagai indikator teknis seperti, simple moving average atau oscillator indicator di saham terlebih dahulu. Baru ketika sudah mahir, Anda bisa menggunakannya dalam trading forex dengan tanpa harus belajar dari awal lagi. (*/cdr)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.