Berita Nasional Terpercaya

Mengetahui Sejarah Domain Serta Faktanya Dari Waktu ke Waktu

0

BERNAS.ID – Perkembangan jaringan komputer merupakan sesuatu yang mendukung munculnya domain. Dari sini domain dimulai, perkembangan internet hingga web menuntut hadirnya komponen pendukung dari alamat website tersebut.

Aksesnya melalui jaringan internet untuk menuju ke halaman website. Sebelum hadirnya internet hanya bisa diakses oleh kelompok tertentu, diantaranya seperti para peneliti dan akademisi yang terhubung dengan ARPAnet. Keterbatasan ini disebabkan pengoperasiannya belum sederhana dan infrastrukturnya yang kurang memadai.

Adanya perkembangan domain waktu ke waktu membuat segala kemudahan bisa didapatkan dalam mengakses sebuah website dalam jaringan internet.  Saat ini kita tidak perlu lagi repot-repot untuk menghafal IP address yang panjang dan rumit sebab adanya sistem domain lebih sederhana.

Sejarah Domain

Sebagaimana yang sudah Disinggung kalau domain berasal dari sebuah proyek yang dipimpin oleh Advanced Research Project Agency yaitu ARPAnet, dibuat pada tahun 1967. Termasuk produk dari badan Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Latar belakangnya bertujuan untuk mengkonsolidasikan dominasi daerah asal domain tersebut yang sedang terlibat Perang Dingin.

Baca Juga : Loading Website Lambat Menghilangkan Kepercayaan Pelanggan

ARPAnet memungkinkan seseorang untuk mengakses jaringan komputer lain dengan menggunakan alamat IP yang rumit. Proyek ini berperan sebagai terminator yang kemudian terbitlah Domain Name System (DNS) setelah lebih dari satu dekade lahirnya ARPAnet.

DNS diterbitkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF). Domain Name System (DNS) merupakan istilah domain yang dikenali pertama kali. Dalam sejarah domain, Paul Mockapetris adalah tokoh yang memperluas jangkauan internet sampai bisa diakses oleh masyarakat umum. Di mana sebelumnya difokuskan untuk tujuan para akademisi.

Tepatnya pada November 1983 Paul Mockapetris memperkenalkan DNS untuk pertama kalinya dan dipakai dalam sistem penamaan domain di ARPAnet. Fakta ini dapat dilihat dari dua catatan dokumen terbitan IETF, yakni RFC 882. Dokumen tersebut berjudul “Domain Names – Implementation and Specification”.

Setelah itu, IETF membuat enam Top Level Domain setahun kemudian dari terbitnya DNS pertama kalinya, tepatnya pada Oktober 1984. Di antara TLD yang pertama kali dibuat oleh mereka yakni sebagai berikut:

– .GOV untuk pemerintahan.
– .EDU untuk pendidikan.
– .COM untuk komersial.
– .MIL untuk militer.
– .ORG untuk organisasi.

Domain domain di atas sudah menjadi standar ukuran tersendiri untuk pemakaian internet sejak 24 Februari 1986 sampai sekarang. Tentunya setelah pembuatnya diperkenalkan ke publik. Di mana sebelumnya hanya organisasi yang terhubung ke ARPAnet yang bisa mendaftarkan nama domain.

Melalui proses tersebut kemudahan seperti yang sekarang kita rasakan sendiri dapat terealisasikan. Lambat laun kita sudah bisa menikmati penggunaan IP address yang lebih sederhana dan user friendly.

Lalu bagaimana dengan sejarah domain. id yang identik dengan negara kita? Domain & domain .id asal usul lahirnya dimulai dari bisnis memanfaatkan teknologi internet serta pengguna nama domain yang terus bertambah. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut maka atau sejak tahun 2000-an, ICANN berkembang sehingga muncullah banyak top level domain baru salah satunya domain kode negara (cc-TLD).

Di Indonesia sendiri domainnya adalah .id. Keuntungan menggunakan domain kode domain Indonesia ini akan memudahkan proses akses.

Fakta-fakta Sejarah Domain dari Waktu ke Waktu

Meskipun sebelumnya sudah dijelaskan secara singkat mengenai sejarah sekaligus daerah asal domain, tetapi fakta-faktanya dari waktu ke waktu tentu jadikan asal usul tidak sesederhana yang kita pikirkan.

Berikut ini fakta sekaligus timeline mengenai sekilas perkembangan domain:

1. Terbitnya Domain Tertua

Nama domain tertua lahir pada 1 Januari 1985. Asal kata domain pada tahun tersebut mulai terdaftar dalam sejarah nordu.net. Domain tersebut hanya jaringan penelitian dan pendidikan yang berdiri di antara negara-negara Nordik.

Sebagai nama domain tertua di dunia, NORDUnet memilih nama yang sama dengan alamat situs web perusahaannya yaitu nordu.net. Ini juga termasuk salah satu trik supaya perusahaannya mudah dikenali dan diingat oleh masyarakat.

2. Domain .com Pertama Kali Terdaftar

Pada tanggal 15 Maret 1985 domain yang kerap kali kita gunakan dan jumpai pertama kali didaftarkan. Tapi hanya satu domain yaitu symbolics.com yang merupakan perusahaan IT Symbolics Inc.

Meskipun domain ini masih aktif tapi sekarang pemiliknya sudah berubah. Bila mengunjungi website ini Anda akan disuguhkan dengan tampilan halaman menu berupa museum.

3. Sepuluh Nama Domain Terdaftar

Sejarah domain mulai terdaftar 10 namanya yaitu pada tahun 1985 hingga 1986. Diantaranya symbolics, bbn, think, mcc, dec, northtrop, xerok, sri, hp, dan bellcore.

4. Fase Pendaftaran Domain Lebih Terbuka

Mulanya domain hanya bisa diregistrasikan oleh organisasi atau perusahaan yang terhubung ke ARPAnet. Tetapi pada tanggal 24 Februari 1986 siapapun dapat mengakses dan meregistrasikan nama domain.

Fase ini menjadi salah satu pemicu yang membuat internet saat ini tumbuh begitu cepat. Manfaatnya juga bisa dirasakan bersama dengan berbagai kemudahan dalam mengakses situs-situs terbaik.

5. Pendaftaran Domain Mulai Dikenakan Biaya

Dari sejarah domain, mulanya setiap individu dan perusahaan bisa mendaftarkan domain secara gratis. Sayangnya, pada September 1995 pendaftaran domain sudah berbayar yaitu dikenakan biaya sebesar US$50.

Pasalnya pemberlakuan biaya ini dipengaruhi oleh meningkatnya pendaftaran nama domain komersial dengan pesat. Pada masa tersebut bangsa pasar domain komersial mencapai kurang lebih 97% dari jumlah keseluruhan nama domain.

6. Kombinasi Tiga Huruf untuk Nama Domain Sudah Tidak Berlaku

Mulanya nama domain dapat dibuat dengan tiga huruf saja. Tetapi setelah masuk pada tahun 1997 semua kombinasi nama domain .com sudah diregistrasikan. Oleh karena itu, untuk mendaftarkan nama domain lagi harus terdiri dari empat karakter atau lebih.

7. Munculnya gTLD Baru

Selanjutnya sejarah domain pada tahun 2000 hingga 2018 muncul banyak gTLD baru. ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) menambahkan banyak generic top level domain yang baru sehingga jangkauannya jadi lebih luas.

Beberapa domain yang jadi tambahan pertamanya ada .aero, .biz, .coop, .info, .museum, .name dan .pro. Kemudian di tahun 2018-nya lebih dari 1000 gTLD bisa dipilih untuk didaftarkan.

8. Penggunaan Domain Berkembang Pesat

Hanya dalam waktu satu periode tahun 2012 hampir mencapai 15.000 dolmen teregistrasi dalam satu hari oleh satu orang bernama Mike Mann mendaftarkan sekitar 14.962 nama domain.

Hal ini dikarenakan nama domain merupakan investasi yang bagus. Apalagi sudah berbayar sehingga memungkinkan dibeli dengan harga premium oleh berbagai pemilik brand.

9. Kombinasi Empat Huruf pada Nama Domain Sudah Tidak Berlaku

Pada tahun 2013 semua nama domain dengan kombinasi empat huruf sudah terdaftar. Jadi Sejak saat itu untuk mendaftarkan nama domain harus terdiri dari lima huruf atau lebih.

Baca Juga : Amankan Website Bisnis dari Serangan Siber dengan Perlindungan SSL

Mulanya diperbolehkan hanya tiga huruf saja bertambah ketentuan menjadi empat. Alhasil saat ini harus membuat nama domain yang lebih panjang lagi tidak boleh kurang dari lima huruf.

Mengamati perkembangan domain ini dari sejarahnya cukup panjang dan berinovasi dari waktu ke waktu. Jadi, prosesnya memang tidak semudah itu untuk bisa digunakan secara efektif dan efisien oleh publik.

Sejarah Domain .ID yang Ada di Indonesia

Kita ketahui kalau domain .id sudah cukup familiar dan bahkan sering diakses oleh masyarakat Indonesia. Sebab, domain ini merupakan kode domain Indonesia yang dikhususkan begitu pula dengan negara-negara lainnya.

Dengan tujuan memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, sejak tahun 2000-an, ICANN terus memperbanyak top level domain baru salah satunya yang memakai kode negara (cc-TLD). Di Indonesia pada tahun 2014 domain .id pertama kali diperkenalkan.

Nama- nama domain yang masuk kategori cc-TLD Indonesia meliputi .id, .co.id, .ac.id, .or.id, .biz.id, .sch.id, .my.id, .web.id, .desa.id, .net.id, .go.id, .ponpes.id, dan .mil.id. Penggunaan domain ini langsung fokus pada target yang spesifik yaitu di Indonesia, sehingga untuk aksesnya akan lebih cepat dibandingkan lainnya.

Jumlah domain .id pada tahun 2019 lebih banyak dibandingkan .co.id yang kini diperkenalkan sebagai pendahulunya. Jadi, sebenarnya .co.id diterbitkan pada tahun sebelum PANDI diterbitkan. Diketahui sudah ada sekitar 549.317 domain dengan akhiran dan .id yang sudah terdaftar.

Setelah mengetahui sejarah sekaligus fakta-fakta domain dari waktu ke waktu, rasa-rasanya tidak singkat untuk bisa menghasilkan produk komponen alamat website seperti sekarang. Prosesnya berlangsung dari tahun ke tahun dan cukup panjang bukan?

Dari sini kita dapat memahami kalau segala suatu kemudahan dinikmati saat ini melalui pengalaman yang tidak mudah. Oleh karena itu, mengetahui dan memahami sejarah domain jadi sesuatu yang menarik bagi para blogger ataupun lembaga dan akademisi.

Meta deskripsi : berikut ini perkembangan dan sejarah domain dari masa ke masa lengkap dengan fakta-faktanya. (***)

Leave A Reply

Your email address will not be published.