Berita Nasional Terpercaya

Dr Ryu Hasan: Kehidupan Manusia Itu Tidak Relevan

0

JAKARTA, BERNAS.ID – Masa depan peradaban manusia pada akhirnya akan punah. Itu adalah hal yang lumrah, karena keberadaan manusia itu sebenarnya tidak relevan, tidak memiliki kegunaan berarti.

Hal itu disampaikan pakar neurosains dr. Ryu Hasan dalam webinar ke-5 Anthrophile Network bertajuk “Masa Depan Umat Manusia: Evolusi Biologis dan Perkembangan Peradaban”. Acara digelar Senin malam, 17 April 2023.

“Pada kenyataannya kehidupan kita ini tidak  relevan,” tegas dia.

Baca juga: Rayap Ungkapkan Manfaat Homoseksualitas Dalam Evolusi

Ia menganggap kebanyakan orang di Bumi ini sudah keracunan pola pikir epistimologis, lebih mudah berpikir “bagaimana seharusnya”. Mayoritas orang susah berpikir apa adanya, atau ontologis.

Ia mencontohkan banyak yang berpikir atmosfer bumi ada untuk melindungi keberadaan manusia. Namun sebenarnya itu keliru, karena justru karena atmosfer ada, maka kehidupan di bumi bisa muncul.

“Seolah-olah manusia itu pusat dunia,” kata dia.

Baca juga: Forum 2045 Gagas Proyek Bersama Jelang Pemilu 2024

Ia menjelaskan, manusia bisa muncul di Bumi karena sebelumnya ada beberapa kali kepunahan massal. Jika dinosaurus tidak  punah, maka tidak akan ada manusia. Dan pada akhirnya, manusia pun bakal punah.

“Manusia ngga ada ya ngga papa. Bumi ini ngga ada manusia ya ngga papa,” tegasnya.

Ia menambahkan, obsesi homo sapiens (manusia) sejak dulu adalah hidup abadi. Karena, sejak otak manusia mampu bernarasi, manusia menciptakan berbagai karakter abadi dalam berbagai bentuk kisah religi/mitologi. Dan kini ada upaya agar di masa depan manusia hidup dalam bentuk data saja, tidak terbatas dalam bentuk fisik, sehingga bisa hidup abadi, dalam bentuk cloud.

“Otak itu adalah kumpulan data, kalau tubuhnya dihilangkan, itu bukan manusia lagi, dan itu kepunahan manusia,” katanya. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.