Berita Nasional Terpercaya

Jamu dan Herbal Pelangsing, Apakah Aman dan Efektif?

0

BERNAS.ID – Penurunan berat badan dan pencegahan penyakit akibat obesitas (diabetes, stroke, dan penyakit jantung koroner) membutuhkan diet dan olah raga secara konsisten. Namun kenyataannya semua itu tidak cukup, buktinya jumlah obesitas dan penyakit kardiometabolik tetap meningkat tinggi.

Bahkan menurut prediksi Federasi Obesitas Dunia pada tahun 2025, sebanyak 1 milyar orang dewasa, atau 12% dari populasi dunia, akan hidup dengan obesitas. Lebih memprihatinkan lagi, organisasi kesehatan dunia (WHO) tahun 2019 menyatakan bahwa penyakit jantung koroner dan stroke telah menjadi peringkat 1 dan 2 sebagai penyebab utama kematian penduduk dunia.

Oleh sebab itu, sangat dibutuhkan terapi secara komprehensif mengingat akar penyebab obesitas ternyata lebih dalam. Salah satu diantaranya adalah pemanfaatan senyawa aktif tanaman obat, seperti jamu sebagai bagian dari terapi gaya hidup.

Baca Juga : Trik Bijak dan Pintar Meramu Jamu dari Bahan Temu-temuan

Proses penumpukan lemak tubuh dalam jangka waktu lama menimbulkan berbagai permasalahan, seperti nafsu makan sulit terkendali, peradangan kronis, gangguan metabolisme energi yang dimulai dari tingkat sel sehingga menyebabkan energi rendah, mudah lelah, dan juga gangguan hormonal yang mengatur keseimbangan energi.

Semuanya itu, menyebabkan sulitnya penderita obesitas untuk konsisten dalam menjalankan program penurunan berat badan, meningkatkan berbagai rasa bersalah, putus asa, dan dorongan kuat untuk menurunkan berat-badan dengan cara instan dan tidak sengsara.

Akhirnya, penderita obesitas mudah tergoda mencari obat herbal pelangsing yang mudah diperoleh saat ini dengan berbagai testimoni yang sangat menyakinkan. Penawaran yang sering dijanjikan adalah penurunan berat badan secara cepat, aman, dan alami dengan herbal. Betulkah aman?

Herbal pelangsing yang menawarkan penurunan BB secara cepat bisa dipastikan mengandung senyawa kimia lainnya selain kandungan bahan herbal, yang tentu saja berbahaya bila tanpa mengenal senyawa kimia tersebut.

Banyak obat pelangsing berlabel herbal ditemukan mengandung herbal berbahaya misalnya efedrin. Efedrin merupakan senyawa alkaloid yang dijumpai pada beberapa tanaman genus Ephedra.

Ada juga yang mengandung campuran obat kimia yang berbahaya bila diberikan tanpa indikasi, misalnya pencahar, diuretik, penekan nafsu makan siburtamine.

Siburtamine digunakan untuk membuat selera makan kurang, tetapi punya efek samping yang sangat menakutkan. Mulai dari tensi naik, darah tinggi, jantung, dan stroke.

Berat badan memang cepat turun di awal-awal, tetapi efek negatifnya baru terasa seminggu kemudian, seperti mual-mual, selalu haus, tidak nafsu makan, dan badan selalu terasa panas. Penderita juga merasa badan cepat capek, tubuh selalu berkeringat, dan selalu emosian.

Banyak orang percaya obat herbal lebih aman daripada obat kimia, namun bagaimana faktanya? Jika dibandingkan dengan obat kimia, obat herbal memang cenderung lebih aman.

Pasalnya zat aktif pada obat herbal tidak sebesar pada obat kimia. Namun kembali lagi, keamanan obat herbal tergantung pada jenis obatnya dan siapa yang meminumnya.

Sama seperti obat herbal, obat kimia pun memerlukan syarat karateristik peminumnya. Misalnya, penyandang diabetes perlu meminum obat metformin.

Namun penyandang diabetes yang menderita gangguan ginjal tidak dapat meminumnya. Terlebih pada penyandang diabetes dengan gangguan ginjal yang diserta penyakit kardiovaskular.

Hal ini karena metformin akan menambah beban ginjal jika diminum, dan berbahaya bagi orang dengan gangguan ginjal.

Demikian pula halnya dengan obat herbal. Meski mengandung bahan-bahan alami tetap saja tidak semua orang bisa meminumnya. Maka setiap dokter akan meresepkan obat herbal pun perlu dilihat dulu riwayat penyakit pasien.

Oleh sebab itu, saat memutuskan untuk mengkonsumsi obat herbal, perlu berkonsultasi kepada dokter yang mendampingi pengobatan selama ini, agar tidak terjadi interaksi dengan obat-obatan rutin dan komplikasi dari organ lain akibat kurangnya pemahaman tentang kontraindikasi.

Baca Juga : Peduli Pelestarian Jamu dan Herbal Indonesia, SLI Selenggarakan International Herbal Scientific Forum 2022

Bagaimana dengan jamu? Jamu sangat aman untuk dikonsumsi setiap hari dalam menjaga kesehatan, meningkatkan imunitas, dan pencegahan penyakit. Salah satu jamu nusantara yang telah lama terbukti secara turun temurun aman dan berkhasiat membantu penurunan berat badan yaitu jamu galian singset.

Mengutip jurnal “Jamu Pelangsing Galian Singset Bermanfaat sebagai Antiobesitas dan Dislipidemia pada Tikus”, disimpulkan bahwa jamu galian singset dapat menurunkan pertambahan bobot badan pada diet tinggi lemak daripada diet pakan standar. Keterbatasan penelitian tersebut baru pada hewan atau fase preklinik.

Penelitian tahap selanjutnya, yaitu fase klinik jamu pelangsing oleh dr. Danang dan rekan-rekan dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (BPPOT), yang berjudul “Pengaruh Jamu Obesitas terhadap Indeks Masa Tubuh, Lingkar Perut, dan Lingkar Lengan dibandingkan dengan Orlistat dan Evaluasi Kemanannya”.

Hasilnya bahwa jamu obesitas mampu menurunkan berat badan, lingkar pinggang, Lingkar Lengan Atas (LLA) setara dengan orlistat serta terbukti aman selama 56 hari.

Orlistat adalah senyawa obat yang dapat membantu penurunan berat badan, dengan cara kerjanya dengan mengurangi penyerapan lemak dalam saluran pencernaan.

Namun demikian, untuk meningkatkan keberhasilan program penurunan berat badan, konsumsi jamu harus rutin dan dikombinasikan dengan terapi gaya hidup lainnya seperti diet rendah kalori gizi seimbang, olahraga rutin, dan pengelolaan stres secara komprehensif (terapi perilaku kognitif, yoga, meditasi, dan mindfulness).

(Penulis : Herin Anggreni | Dokter Umum, Praktisi Mindfulness dan Kesehatan Holistik RS Panti Rapih Yogyakarta | Anggota Pengurus Dewan Jamu DIY)

Leave A Reply

Your email address will not be published.