Berita Nasional Terpercaya

5000 Takjil untuk Mahasiswa Selama Bulan Ramadan

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menebar kebahagiaan dengan membagikan 5000 takjil untuk mahasiswa selama bulan Ramadan. Pembagian Takjil dilakukan secara drive thru di selasar gedung AR Fakhruddin A, Kampus terpadu UMY dan di Masjid K.H Ahmad Dahlan UMY.

Baca Juga Sri Sultan Terima 120 Manuskrip Jawa Kuno Digital Dari Inggris

Rektor UMY, Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., ASEAN Eng., mengatakan akan membagikan 5000 paket takjil setiap harinya kepada mahasiswa selama bulan Ramadan. “Hari ini, hari pertama puasa, Senin 11 Maret, UMY membagikan 4500 takjil untuk mahasiswa, karena hari ini masih hari libur. Tapi mulai besok, kami akan membagikan 5000 takjil setiap hari. 3500 untuk drive thru dan 1500 untuk di Masjid kampus,” tutur Gunawan, Senin (11/3).

Syarat pengambilan takjil pun terbilang mudah, cukup menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau Kartu Rencana Studi (KRS), menggunakan helm, menutup aurat, tidak berbonceng tiga, tidak berbonceng dengan lawan jenis dan mengikuti kajian bagi yang akan mengambil takjil di masjid K.H Ahmad Dahlan UMY.

Gunawan juga mengungkapkan bahwa kegiatan pembagian takjil ini merupakan kegiatan dari UMY mengabdi yang diadakan setiap bulan Ramadan dan juga merupakan kelanjutan dari program pandemi Covid-19.

“Pada prinsipnya pembagian takjil ini merupakan kelanjutan dari program pandemi covid-19 2020 yang pada saat itu kegiatan sosial masyarakat dibatasi, tapi karena mahasiswa minta terus, akhirnya kami lanjutkan,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMY, Dr. H. Agung Danarto, M.Ag , mengatakan bahwa UMY, sebagai kampus dengan tagline Unggul dan Islami terus mendorong dan menggembirakan civitas akademika-nya untuk menjadi pribadi muslim yang islami, termasuk dengan menggembirakan datangnya bulan suci Ramadan 1445 H. Menurutnya, sudah menjadi tradisi UMY sejak datangnya Covid-19 untuk membagikan takjil kepada mahasiswa.

“Sudah menjadi bagian dari tradisi UMY sejak Covid, setiap kali Ramadan senantiasa menyiapkan takjil untuk para mahasiswa dalam rangka untuk menggembirakan agar semua merasa bergembira, semua merasa senang dalam melaksanakan bulan Ramadan,” tandas Agung.

Agung juga menerangkan bahwa selain kegiatan pembagian takjil, UMY juga menyelenggarakan berbagai kegiatan lainnya, diantaranya tadarus bersama, tarawih Ramadan, iktikaf di 10 hari terakhir Ramadan, dan beberapa kegiatan lainnya.

“Semuanya tentu dalam rangka menggembirakan dan mensyiarkan bulan Ramadan 1445 H. Atas nama Pembina UMY kami mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif Pak Rektor, Wakil Rektor, LPPI, segenap relawan dan antusiasme mahasiswa dalam rangka menyambut seluruh aktifitas bulan Ramadan ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Luthfi Fahmi Umar, salah satu mahasiswa Ilmu pemerintahan angkatan 2020 mengungkapkan rasa bahagianya kembali mendapatkan takjil gratis dari UMY selama 3 tahun berturut-turut. Menurutnya, dengan adanya takjil dari UMY tersebut dapat mengurangi pengeluarannya sebagai anak kost.

“Ini tahun ke-3 saya ambil takjil di UMY. Senang sekali karena kita anak kost kan justru banyak pengeluaran di bulan Ramadan. Nah dengan adanya pembagian takjil gratis di UMY ini otomatis mengurangi pengeluaran di bulan Ramadan, dan menunya enak-enak terus setiap hari,” ungkap Luthfi.

Baca Juga Sri Sultan Ikut Panen Di Lumbung Mataraman Gunungkidul

Selain itu, dia mengatakan, dengan mengambil takjil di UMY dapat memperkuat persaudaraan dan menambah teman. Dia pun berharap agar UMY terus mempertahankan tradisi berbagi takjil untuk tahun-tahun berikutnya.

“Awalnya tidak saling mengenal, tapi di dalam antrian itu bisa jadi saling mengenal. Lalu di masjid kampus, yang biasanya tidak pernah ke masjid atau kurang tertarik dengan masjid, di momen Ramadan ini, mau tidak mau jadi rajin ke masjid kampus. Saya kira ini salah satu bentuk dari dakwah Muhammadiyah juga yang bisa diterapkan ke generasi Z saat ini. Semoga ke depan UMY tetap mempertahankan bagi-bagi takjilnya, dan ditambah kuota takjilnya supaya tidak ada yang merasa tidak kebagian,” harap Luthfi. (Jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.