Berita Nasional Terpercaya

KHDPK Menjadi Titik Balik Penting dalam Sejarah Kepengurusan Hutan Jawa

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Kebijakan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) telah menjadi titik balik penting dalam sejarah kepengurusan hutan Jawa. Dengan mengalihkan pengelolaan 1,1 juta hektar hutan produksi dan lindung di Jawa dari Perhutani ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kebijakan ini bertujuan untuk menyelesaikan konflik pengelolaan hutan, menyediakan manfaat ekonomi bagi masyarakat, dan meningkatkan efisiensi pengelolaan hutan secara keseluruhan.

Merespon tantangan yang dihadapi dalam implementasi kebijakan ini, Prodi D4 Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi UGM, Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam (ARuPA), dan Samdhana Institut berkolaborasi dengan menggelar “Festival Karya Inovasi Kehutanan” dengan tema Pengelolaan Sumberdaya Hutan untuk Mendukung Kesejahteraan dan Kelestarian Lingkungan: Keberhasilan dan Tantangan.

Baca Juga : KLHK Diminta Segera Tetapkan Monyet Ekor Panjang dan Beruk Sebagai Satwa Liar Dilindungi

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni 2024, sekaligus sebagai perwujudan semangat prodi mengembangkan ilmu terapan bidang kehutanan, dan menunjukkan komitmen prodi bersinergi dengan berbagai pihak,” ujar ungkap Prasetyo Nugroho, Ketua Prodi D4 Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi UGM, Rabu 5 Juni 2024.

Prasetyo menyampaikan, rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi aksi Tanam Pohon bersama, Pameran Karya, Lomba Foto, Semiloka dan Bedah Buku “Kemelut Tanah Hutan”.

Acara ini akan menampilkan berbagai inovasi dan solusi kreatif dalam pengelolaan hutan, termasuk teknologi, strategi pengembangan ekonomi berbasis hutan, dan upaya pemulihan ekosistem yang berkelanjutan.

“Festival ini untuk mengajak semua pihak merefleksikan apa yang sudah dilalui dan telah ditempuh dalam lapangan perhutanan sosial. Dan juga, untuk bersama-sama merumuskan langkah-langkah strategis untuk menjawab dua tantangan utama dalam pencapaian target luasan dan optimalisasi pengelolaan Perhutanan Sosial,” jelas Edi Suprapto, Direktur Eksekutif Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam (ARuPA).

Sementara itu, Direktur Samdhana Indonesia, Martua T. Sirait menyampaikan, kita menyaksikan pendampingan Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial di Jawa, sejak jaman orde baru, Reformasi dan Era Saat ini bagai jalan panjang terjal dan berbatu, yang menemukan cahaya terang pada ujung lorong gelapnya, yang terus harus diterangi dengan inovasi dan kosistensi.

“Melihat inovasi anak anak muda dan tua, laki dan perempuan, juga kaum disabilitas di pedesaan baik masyarakat adat, nelayan, petani serta masyarakat diperkotaan, berhasil menjawab tantangan mewujudkan keadilan lingkungan, menyongsong pengelolaan sumber daya alam yg lebih lestari, adil dan rendah emisi, sesuai dengan tema Hari Lingkungan Hidup tahun ini Restorative Generation!” tegasnya.

Dalam festival ini turut dilaksanakan Peluncuran perdana seri film dokumenter “Tanah Kita”, Coaching clinic film dokumenter, dan konsolidasi Koalisi Pemulihan Hutan (KPH) Jawa.

Baca Juga : Lurah Candibinangun Ditetapkan Tersangka Terkait Tanah Kas Desa

Film dokumenter Tanah Kita merekam praktik baik pengelolaan hutan dan lahan yang dilakukan oleh Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal, serta pelibatan penuh untuk memastikan hak dan akses pada hutan dan lahan untuk mendorong pencaharian penghidupan yang lestari dari tanah yang mereka diami atau kelola.

Film pembelajaran ini penting untuk dihadirkan ke ruang publik, menjangkau generasi muda dan masyarakat awam. Memberikan informasi pembelajaran kepada publik luas tentang kemampuan Masyarakat Adat dan komunitas lokal, tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga menjadi pengelola kegiatannya.

Mempromosikan kemampuan organisasi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal dalam peran aktifnya menjawab masalah perubahan iklim.

Pada akhirnya, semangat kolaboratif dalam “Festival Karya Inovasi Kehutanan” ini adalah bukti nyata bahwa melalui kerjasama yang berkesinambungan, kita mampu menciptakan langkah-langkah konkret menuju pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan inklusif. (*/cdr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.