Pameran Besar Seni Kriya Resmi Dibuka, Tampilkan 135 Karya

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Perhelatan besar pameran seni kriya UNDAGI 2025 secara resmi telah dibuka, Sabtu (18/1) bertempat di Gallery R.J.
Katamsi ISI Yogyakarta.
Acara pembukaan berlangsung meriah dengan menampilkan seni tari, fashion show serta tour gallery.
Sesi pembukaan ini menampilkan fashion show dengan beragam corak kustom yang diperagakan oleh sejumlah model.
Setiap penampilannya memiliki makna dan tujuan. Acara ini tidak luput dari perhatian dari mahasiswa dan masyarakat untuk turut menyaksikan pembukaan.
Usai pembukaan dilanjutkan tour gallery yang terpajang di lantai I dan lantai II, gedung Gallery R.J.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Katamsi.
Ketua UNDAGI 2025 Nurrohmad dalam sambutannya menyampaikan terimakasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung perhelatan pameran besar seni kriya undagi 2025.
Pameran yang diselenggarakan oleh ASKRINA (Asosiasi Kriyawan Republik Indonesia) ini mengusung tema “Cakra Manggilingan” berlangsung mulai 18-28 Januari 2025.
Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi KreatifBaca Juga : Askrina Helat Pameran Besar Seni Kriya UNDAGI 2025
Dalam pemeran seni kriya ini menampilkan 135 karya kriyawan dari seluruh Indonesia.
Antara lain Medan, Padang, Bengkulu, Jambi, Pekalongan, Jepara, Surakarta, Yogyakarta,Surabaya, Madiun, Kediri, Malang, Bali, Kalimantan.
“Terdapat 3 jenis karya; yaitu Kriya Heritage, Kriya Populer dan Kriya Alternatif,” ucapnya.
Menurutnya, pameran UNDAGI yang ke-3 ini mengambil tema “Cakra Manggilingan.” Sebuah filosofi leluhur dalam mensikapi fluktuasinya kehidupan.
Memahami bahwa kehidupan manusia tidak lepas dari perjalanan waktu yang mengikuti alur perubahan-perkembangan yang berdampak pada kualitas hidup manusia.
Aries Suharson selaku kurator menjelaskan antusiasme para kriyawan mengikuti pameran sangat tinggi.
Walaupun penyelenggaraan pameran dilaksanakan di Yogyakarta, namun seni kriya diminati dari banyak daerah di Indonesia.
“Karena itu seni kriya tidak hanya milik Jogja tapi milik Indonesia,” tuturnya.
Baca Juga :MetaHomes Merayakan Seni dan Inovasi dengan Seniman Lukisan Cahaya Terkemuka, Roy Wang
Ia mengaku keberadaaan seni kriya selama ini seolah-olah masih dipandang sebelah mata oleh seniman seniman lain.
“Kriya itukan kerajinan, kriya itukan barang – barang biasa.
Oleh karena itu kita ingin menampilkan kriya yang dapat dipertanggungjawabkan dengan tema laku, bahkan sampai hari ini kriya menjadi riset di sekolahan – sekolahan ataupun kampus,” ucapnya.
Menurutnya, karya kriya tidak hanya mengambil karyanya saja, tetapi juga menghargai proses perjalanan dan keilmuan.
“Sehingga kriya akan mampu menjawab tantangan zaman,” tuturnya. (Age)
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Dapatkan Top 100 Weekly Brief Langsung ke Email Anda
Setiap Senin pagi: ranking terbaru brand & pemimpin Indonesia, tren industri, dan content angle yang bisa langsung dieksekusi.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Transformasi Koperasi Digital: Strategi UNMAHA Memperkuat Ekonomi Rakyat 2045
Strategi Akselerasi Talenta Digital Menuju Indonesia Emas 2045 Bersama UNMAHA
Transformasi Media Digital Nasional Menuju Indonesia Emas 2045
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di budaya
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda