SDR Desak Kapolri Perintahkan Anggotanya Usut Kematian Pemilik Lahan Sawit di Desa Sungai Tepuk

JAKARTA,BERNAS.ID – Keluarga korban perampokan yang mengakibatkan kematian pemilik Kebun Sawit sebidang tanah seluas + 260 Hektar, yang terletak di Dusun I Desa Sungai Tepuk Kecamatan Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir, Haji (Alm) H.
Nawi, terus meminta keadilan.
Halina, kakak korban meminta agar pihak penegak hukum bersikap tegas terhadap pelaku perampokan.
Setelah laporan ke Bareskrim Polri diterima, diharapkan penegak hukum di wilayah tempat peristiwa terjadi melakukan tindakan.
Baca Juga : Di Bareskrim Keluarga Korban Perampokan Sawit (alm) H.
Nawi Minta Keadilan Pada Presiden Prabowo dan Kapolri
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolDiketahui, alasan pihak korban melaporkan ke Bareskrim Polri lantaran, peristiwa yang terjadi tanggal 12 Januari sekitar pukul 15.00 WIB di desa Sungai tepuk Kecamatan Sungai menang Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, laporan keluarga atas peristiwa tersebut, pihak kepolisian baik Polres dan Polsek tidak mau menerima memproses laporan mereka.
“Kami tidak nyaman karena banyak sekali oknum-oknum aparat yang diduga terlibat dalam kegiatan mafia dengan aparat yang ada di baliknya, “ tambah kuasa hukum korban, Ivin Aidyan Firnandez.
Baca Juga : Forum Sawit Indonesia Fokus Membahas Keberlanjutan Industri Sawit Menuju Tahun 2045
Melihat kasus tersebut, Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto meminta Kapolri harus mengusut tuntas kasus hilangnya nyawa yang terjadi tanggal 12 Januari sekitar pukul 15.00 WIB di desa Sungai tepuk Kecamatan Sungai menang Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.
“Ada dugaan oknum APH menjadi beking atas hilangnya nyawa.
Segera menuntaskan keadilan hukum atas hilangnya nyawa dikebun milik sendiri.
Bahkan saksi dan bukti adanya dikejar-kejar hingga terjadi kematian,” tegas Hari, Jumat (24/1/2025).
Lebih lanjut ia berharap, hukum harus ditegakkan walaupun langit runtuh.
Jangan sampai institusi menjadi rusak dimata rakyat yang mencari keadilan atas hilangnya satu nyawa. (FIE)
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Dapatkan Top 100 Weekly Brief Langsung ke Email Anda
Setiap Senin pagi: ranking terbaru brand & pemimpin Indonesia, tren industri, dan content angle yang bisa langsung dieksekusi.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Transformasi Koperasi Digital: Strategi UNMAHA Memperkuat Ekonomi Rakyat 2045
Strategi Akselerasi Talenta Digital Menuju Indonesia Emas 2045 Bersama UNMAHA
Transformasi Media Digital Nasional Menuju Indonesia Emas 2045
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di hukum
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda