Malioboro, Kemana Ruhmu?


27 September 2017

Kondisi Malioboro pada hari Selasa (26/9). (Sumber foto: Icay Taher/Bernas.id)

YOGYAKARTA, Bernas.id - Ada pemandangan berbeda di Jl Malioboro, Selasa (26/9) kemarin. Ruas jalan sepanjang 1,3 kilometer di jantung kota Jogja itu mendadak sepi. Hiruk-pikuk pengunjung Malioboro yang biasanya memadati bangku-bangku pedestrian, mendadak “lenyap”. Lorong di sisi barat Jl Malioboro yang biasanya dipenuhi deretan lapak pedagang kaki lima yang menjajakan pakaian dan aneka kerajinan, mendadak lengang, kosong melompong.

Tidak hanya pedagang kaki lima dan pengunjung pedestrian, becak dan andong yang biasanya berjajar di sisi barat Jl Malioboro, juga ikut menghilang. Hanya ada beberapa orang yang berkumpul untuk berswafoto di depan papan penunjuk jalan Malioboro yang ikonik itu. Hanya kendaraan yang melintas yang terlihat mengisi kekosongan Jl. Malioboro.

Selasa (26/9) pagi kemarin, yang terlihat justru ratusan orang sibuk membersihkan jalan Malioboro. Pagi itu, diinisiasi Dinas Pariwisata Jogja, dan turut dihadiri walikota dan wakil walikota serta perangkat daerah lainnya, mereka secara bersama-sama membersihkan jalan legendaris tersebut. Bahkan semua pedagang yang biasanya berdagang di sepanjang jalan itu juga turut terlibat. Mereka libur berjualan sehari penuh.

“Kita ingin memberikan nafas kepada Malioboro sejenak,” ujar Kepala Dinas Pariwisata.

Dua jam kemudian, jalan Malioboro terlihat bersih, resik dan apik. Namun ada sesuatu yang aneh. Ada sesuatu yang hilang. Jalan yang biasanya sesak oleh pedagang dan wisatawan itu, jadi sepi dan hening. Tidak ada lagi orang berjualan cenderamata khas Malioboro. Tak ada lagi pedagang minuman khas semacam dawet ayu dan wedang uwuh. Jalan pagi di Malioboro yang diselingi makan pecel pincuk di depan Pasar Beringharjo, lenyap sudah.

Tidak ada lagi mbok-mbok yang sudah renta dengan jualan pisang kapok rebusnya yang super legit itu. Atau wangi sate gajih yang dibakar, dipadu dengan lontong. Semua terhenyak. Kemana Malioboro? Yang terlihat bukan jalan Malioboro, tapi sepotomg jalan yang resik dan bersih. Terasa bukan di Jogja.

Menjelang sore, keadaan tidak berubah, tetap sepi dan lengang. Seorang pegawai toko, tempat Bernas mengambil foto dari puncak tokonya, bercerita, “Biasanya jam segini Malioboro sudah padat. Sekarang sepi. Ngga enak juga melihat Malioboro seperti ini.”

Para tukang becak lebih banyak tertidur di becaknya. Biasanya di sore hari mereka sudah mengantongi sekitar lima puluh ribuan, sekarang belum sama sekali. Malioboro yang bersih tapi sepi dan tidak menarik.

Beberapa pegawai toko juga lebih banyak berdiri di trotoar di depan tokonya menyaksikan Malioboro yang sepi. Sesekali terdengar petugas berteriak-teriak menggunakan Toa, melarang pedagang asongan yang mencoba-coba berjualan.

Seorang turis asal Belanda ikut juga terheran-heran melihat Malioboro yang kosong melompong. “Ada apa? Saya dengar dari teman saya Malioboro itu ramai dan tempat jualan oleh-oleh etnik, tapi mengapa hari ini tidak ada?” tanyanya kepada Bernas.

Bernas mencoba menjelaskan bahwa hari ini Malioboro bebas dari para pedagang dan pengasong, untuk memberikan keleluasaan kepada turis menikmati jalan Malioboro. Bukannya berterimakasih atas penjelasan Bernas, turis itu malah menggerutu. “Kami ke sini justru ingin melihat Malioboro yang ramai dan ingin membeli barang-barang etnik khas Jogja,” katanya.

Bernas mengarahkannya ke sebuah toko, tapi dia menolak dan melanjutkan perjalanannya. Sejurus kemudian ia berbalik. Ia bertanya dimana bisa membeli air mineral kemasan. Bernas juga baru sadar bahwa hari itu Malioboro juga bebas dari seluruh pedagang makanan dan minuman. Jadi kalau perut kosong dan dahaga ya salah sendiri, kenapa nggak membawa makanan dan minuman dari rumah. Kalau hanya sekadar bersih, apa yang dinikmati lagi dari Malioboro? Kalau hanya sekadar apik, apa yang akan dicari orang di Malioboro?   

Yang diperlukan Malioboro tidak hanya sekadar bersih dan apik, tapi juga para pedagang yang menjual pernak-pernik Jogja yang khas itu. Juga para penjual makanan yang tidak akan ditemui di daerah wisata lainnya. Itulah yang membuat Malioboro hidup. Yang membuat Malioboro memiliki ruh. Kalau hanya sekadar bersih, semua juga bisa melakukannya. Tapi membuat seseuatu itu khas, sangat sulit. Jadi jangan membuang kekhasan Malioboro dengan sekadar alasan kebersihan.

Yang diperlukan adalah menata para pedagang yang khas itu menjadi tertib. Tidak hanya sekadar menarik uang iuran, uang kebersihan dan uang kemanan saja, tapi buatkan mereka kompartemen-kompartemen khusus untuk berdagang dan menyimpan dagangannya. Kompartemen itu dibuat sedemikan rupa sehingga menarik untuk dilihat. Ada berbagai model kompartemen yang menarik dan bercita rasa tinggi untuk pedagang kaki lima.

Coba tengok Singapura yang menata pedagang kaki lima dengan kompartemen yang menarik. Seragam dan sama ukurannya. Saat tengah malam, mereka hilang, lapak dan dagangannya disimpan di gudang khusus. Tempat itu kemudian berganti menjadi pedestrian dengan pedagang makanan yang menarik.  

Sementara di Malioboro, kalau malam hari kompartemen kaki lima ditutup dengan terpal hitam yang kumal, seperti tumpukan sampah.  Terlihat kotor. Inilah yang harus dibenahi. Jangan sampai Malioboro yang khas itu bersih, tapi kehilangan ruhnya. 

Suasana Malioboro baru terlihat sedikit hidup menjelang malam. Beberapa bangku di jalur pedestrian mulai diisi sejumlah wisatawan. Namun, suasana lengang masih juga terlihat di sisi barat jalur Malioboro. Tidak ada pedagang kaki lima, tidak ada suasana transaksi jual beli barang-barang kerajinan seperti biasanya.

Meski sejumlah wisatawan mulai mendatangi Malioboro pada malam hari, tetap saja ada pemandangan aneh. Restoran dan gerai makan di sekitar jalan utama Malioboro diserbu pembeli. Beberapa wisatawan yang duduk di bangku pedestrian terlihat menikmati es krim dan roti yang dibeli dari supermarket. Mereka tidak bisa menemukan makanan khas Jogja yang biasa dijual pada pedagang kali lima. Bernas bahkan menyaksikan ada beberapa pengunjung Malioboro yang minum bir dalam kemasan kaleng. Sebab, mereka tak bisa menemukan pedagang asongan yang biasanya menjajakan minuman di sepanjang Malioboro.

Program Selasa Wage

Sepinya Malioboro sepanjang hari kemarin, merupakan imbas dari program “Resik-resik Malioboro” yang dicanangkan Pemerintah Provinsi DIY. Program ini dilaksanakan setiap Selasa Wage. Dengan demikian, pemandangan Jl Malioboro yang lengang itu akan terjadi setiap 35 hari sekali. Program Selasa Wage di kawasan Malioboro kemarin, baru kali pertama dijalankan. Program Selasa Wage ini berlangsung seharian penuh, mulai pukul 00.00 WIB.

Meski kegiatan utamanya “resik-resik”, tetap saja ada pengencualian. Hotel, toko dan area parkir Malioboro tetap boleh buka dan beraktivitas. Pada saat yang sama, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro melakukan kegiatan bersih-bersih di sepanjang kawasan legendaris ini. Kerja bakti ini ditujukan untuk membersihkan jalan sepanjang 1,3 kilometer, mulai depan Hotel Inna Garuda hingga Titik Nol Yogyakarta.

“Yang penting gerakan ini continue, rutin,” ujar Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, saat ditemui Bernas di kawasan Malioboro, Selasa (26/9).

Lengangnya Malioboro yang tak seperti biasanya itu sempat membuat kaget para wisatawan. Mereka tidak menyangka jika Malioboro “tutup”. Nindya Paramita (24), salah satu pengunjung dari Magelang sempat mengungkapkan kekecewaannya karena tidak berhasil membeli buah tangan dari Malioboro.

“Ke sini (Malioboro) memang mau beli barang, tapi nggak tau kalau ternyata tutup. Padahal mau beli oleh-oleh,” katanya dengan nada kecewa.

Malioboro boleh disebut ruhnya Jogja. Itu sebabnya Pemprov DIY memberi perhatian khusus terhadap kawasan Malioboro. Salah satunya adalah melalui program revitalisasi Malioboro yang telah menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah itu.

Namun, wajah Malioboro yang semakin cantik berkat program revitalisasi itu, ternyata belum dibarengi dengan kesadaran pengunjung dan pedagang untuk menjaga kebersihan. Berdasarkan pengamatan Bernas, setiap harinya selalu ada sampah yang berserakan di sekitar area pedestrian dan PKL. Bangku dan hiasan taman di sisi timur Jl Malioboro sudah ada yang rusak dan kotor. Tak hanya itu, area pedestrian yang seharusnya bersih dari PKL, masih sering digunakan oleh penjaja makanan kaki lima. Sampah dan limbah sisa makanan juga sering dibuang di area pejalan kaki tersebut.

Tak hanya area pedestrian yang belum terbebas dari sampah, aktivitas pengamen juga menjadi salah satu masalah serius di Malioboro. Tak sedikit pengunjung yang merasa terganggu dengan keberadaan para pengamen yang datang silih berganti.

Deny Hermawan (33), seorang waga Jogja punya pengalaman kurang menyenangkan ketika berkunjung di Malioboro. Kepada Bernas, ia mengaku terganggu dengan aktivitas pengamen yang dinilainya tidak bisa menghargai privasi orang lain.

“Pengamen di Malioboro banyak banget, kayaknya nggak terkontrol. Baru duduk-duduk sebentar aja udah banyak yang nyamperin,” ungkap Deny.

Isu kebersihan dan kenyamanan inilah nampaknya menjadi perhatian khusus pengelola kawasan Malioboro. Karena itulah kemudian dicanangkan Program “Bersih-bersih Malioboro” setiap Selasa Wage. (cay/tia)


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Pembangunan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana DIY Perlu Dipercepat

YOGYA, BERNAS.ID - Pembangunan desa/kelurahan tangguh bencana di DIY perlu dipercepat. Sebab sejak 2013 hingga 2018 , total desa dan kelurahan tangguh bencana yang sudah dibangun baru 218 dari 301 desa/kelurahan rawan bencana di DIY.  ...

DIY

Mulai 17 Januari Penumpang Kereta Dapat Check In di Seluruh Stasiun Online

YOGYA, BERNAS.ID - Mulai 17 Januari 2019 pukul 15.00 WIB, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberlakukan aturan baru terkait Check-in. Bagi penumpang yang telah mendapatkan bukti pembelian tiket kereta api (blanko tiket putih, email notifi ...

Pariwisata

Tidak dalam Masa Liburan, Sejumlah Balita Penuhi Gerbong KA Bengawan

SOLO, Bernas.id - Animo masyarakat pengguna jasa layanan Perseroan Terbatas (PT) Kereta Api Indonesia (KAI) makin membludak belakangan ini, walau pun tidak sedang dalam liburan. Tak ketinggalan para bayi dan anak-anak di bawah lima tahun ik ...

DIY

Ribuan Warga Kulonprogo Dilatih untuk Bekerja di NYIA

SLEMAN, BERNAS.ID- Pernyataan PT Angkasa Pura I akan lebih mengutamakan warga terdampak dan warga Kulonprogo untuk bekerja di New Yogyakarta International Airport (NYIA) nanti bukan sekedar omong kosong. Selepas mengisi acara di UGM, Rab ...

DIY

Tiang Listrik Lokasi Favorit Pemasangan APK Caleg

SLEMAN, BERNAS.ID- Bawaslu Kabupaten Sleman menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang dipasang tidak sesuai aturan (sembarangan) di wilayah Kecamatan Depok, Sleman. Dari 8 titik lokasi sasaran penertiban, banyak APK yang dipasang menempel ...

DIY

Forum Wartawan Yogyakarta Laporkan Pemilik Akun FB Yanto Sumantri ke Polisi

SLEMAN,BERNAS.ID -Puluhan awak media yang tergabung dalam forum wartawan DIY melaporkan pemilik akun facebook (FB) Yanto Sumantri ke Polda DIY, Selasa (15/1/2019). Latar belakang laporan ke polisi terkait dengan postingan Yanto Sumantri ...

DIY

Dijadikan Lagu Kampanye, Pencipta Lagu Jogja Istimewa Geram

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Rapper Marzuki Mohamad atau juga dikenal dengan nama Kill The DJ keberatan lirik lagu 'Jogja Istimewa' diganti menjadi dukungan ke capres Prabowo Subianto.  Hal itu diketahui dari sebuah video ya ...

DIY

KPID Tegaskan, Tudingan ICJ Tentang Berita Hoaks Keliru

YOGYA, BERNAS.ID - Polemik grup publik facebook 'info cegatan jogja' yang ramai mempersoalkan pemberitaan MNC TV Biro Yogyakarta direspons oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). KPID DIY mene ...

DIY

Lapor ke Polda DIY, Marzuki Mohamad Tak Terima Lagunya untuk Politik

SLEMAN, BERNAS.ID- Marzuki Mohamad atau yang dikenal Kill the DJ, pencipta lagu Jogja Istimewa melaporkan akun Twitter @Cakhum karena lagu ciptaannya dicatut untuk mengkampanyekan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ke Polda DIY. Terkait k ...

DIY

Tolak Pembangunan Apartemen, Para Ketua RT Muja-Muju Kembalikan SK

YOGYA, BERNAS.ID-Sejumlah ketua RT yang berada di bawah RW 05 Balirejo, Muja-Muju, Umbulharjo mengembalikan surat keputusan (SK) kepemimpinan mereka, di kantor kelurahan Muja-muju, Selasa (15/1/2019). Pengembalian SK dilakukan karena para p ...

Pariwisata

Data Arkeologis: Sendratari Dyah Bhumijaya di Situs Ratu Boko

SLEMAN, BERNAS.ID -- PT Taman Wisata Candi (TWC) Unit Ratu Boko bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Minggu (13/01/2019), menggelar Sendratari Dyah Bumijaya, ...

DIY

Satpol PP Tertibkan Empat PKL Jogja di Awal Tahun Ini

YOGYA, BERNAS.ID - Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Jogja telah menertibkan sedikitnya empat pedagang kaki lima (PKL) di awal tahun ini. Selain itu, petugas juga menertibkan satu parkir liar di wilayah Kota Jogja.  Kepal ...

Ekonomi

Pelaku Ekonomi Sekitar Proyek Underpass Kentungan Khawatir

SLEMAN, BERNAS.ID- Senin, 14 Januari 2019 menjadi awal dimulainya pembangunan underpass di Simpang Empat Kentungan, Jalan Kaliurang, Ringroad Utara Sleman. Selain akan memberikan dampak yang cukup siginifikan terhadap laju arus lalu-lintas ...

DIY

Bobol Toko, Residivis Kuras Belasan HP dan Puluhan Kartu Perdana

SLEMAN,BERNAS.ID- Jajaran Unit Reskrim Polsek Ngaglik berhasil meringkus dua pelaku pencurian berinisial DK (20) warga Pakem dan RY (18) warga Ngemplak pada Minggu (13/1) sekitar pukul 23.30 WIB. Keduanya ditangkap setelah melakukan tindak ...

DIY

UWMY Gelar Widya Mataram Got Talent

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) yang telah berdiri sejak 1982, saat ini memiliki 2 kampus yaitu di nDalem Mangkubumen dan di dalam Jogja City Mall Lantai 1. UWMY memiliki 10 Program Studi yaitu Manaj ...

Budaya

Kemeriahan Wayangan Merti Desa Ringinsari

SLEMAN, BERNAS.ID - Merti Desa di Padukuhan Ringinsari, Maguwoharjo, Depok, Sleman dimeriahkan dengan pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk, Sabtu malam (12/01/2019) di lapangan Ringinsari. Pagelaran wayang kulit ini menampilkan lak ...

Budaya

Pameran Nusantara, Hadirkan Puluhan Karya Visual Perupa Anak dan Dewasa

YOGYA, BERNAS.ID - Pameran seni rupa keluarga Nusantara dihadirkan di Jogja Gallery, Mulai 12 – 21 Januari 2019. Ini adalah pameran gabungan antara puluhan seniman cilik dan dewasa. "Hari ini saya merasa bangga karena seniman- ...

DIY

HS Merasakan AL Merespon Ciumannya

KOTAYOGYAKARTA, BERNAS.ID- Kasus dugaan perkosaan dan pencabulan terhadap AL, mahasiswi UGM ketika KKN di Pulau Seram semakin terbuka fakta-faktanya. Polda DIY pun berkomitmen untuk mengungkap kasus ini seterang-terangnya. Tommy Susanto, ...

DIY

Polisi Komitmen Selesaikan Kasus AL, Mahasiswi UGM, Seterang-terangnya

SLEMAN, BERNAS.ID- Polda DIY menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami AL, mahasiswi Fisipol UGM yang selama ini disamarkan Agni dengan seterang-terangnya. Untuk perkembangan terakhir, Kombes ...

Pendidikan

Nanokitosan dari Cangkang Kepiting, Anti Hama Ramah Lingkungan

SLEMAN, BERNAS.ID- Peneliti UGM, Dr Ronny Martien, berhasil mengolah limbah cangkang kepiting dan udang menjadi nanokitosan untuk menekan hama pertanian yang ramah lingkungan. Ronny mengungkapkan pengembangan formula nanokitosan bermula dar ...

DIY

10 Ribu Warga Sleman Belum e-KTP

SLEMAN, BERNAS.ID- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman melakukan perekaman e-KTP di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Yogyakarta, Pakem, pada Kamis 10 Januari 2019. Kabid Pelayanan Pen ...

DIY

Polsek Depok Timur Ungkap 4 Kasus Curanmor

SLEMAN, BERNAS.ID- Selama Operasi Curanmor Progo 2018, Unit Reskrim Polsek Depok Timur Polres Sleman berhasil mengungkap 4 kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor) dengan mengamankan 4 tersangka berinisial MS, AMP, MN, dan M dengan bar ...

DIY

Ngopi atau Ngolah Pikir di Angkringan, Ini Manfaatnya.

YOGYAKARTA, BERNAS.ID -- Ngobrol untuk membahas permasalahan lingkungan atau berkenaan dengan isu-isu kewilayahan bahkan sampai isu negara di angkringan bisa lebih cair daripada diskusi resmi ala akademisi. Dalam menyampaikan pendapat maupu ...

Olahraga

Kejuaraan Atletik Tandai Peresmian Stadion Mandala Krida Baru

YOGYA, BERNAS.ID - Event BPD Championship 2019, kejuaraan atletik yang digelar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) DIY, menandai peresmian Stadion Mandala Krida usai renovasi, Kamis 10 Januari 2019. Event ini diikuti oleh r ...

Olahraga

Gubernur Resmikan Stadion Mandala Krida Baru

YOGYA, BERNAS.ID - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meresmikan Stadion Mandala Krida baru yang sudah direvitalisasi sejak 2012, pada Kamis (10/1/2019) pagi. Peresmian ditandai dengan pemotongan buntal dan penandatanganan prasasti. ...

DIY

Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemkot Yogyakarta Teken MoU dengan Kemenag

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan publik di Kota Yogyakarta, komitmen ini dibuktikan dengan penandatangan Mou antara Pemkot Yogyakarta dengan Kantor Kementrian Agam ...

Ekonomi

Budidaya Ikan Lele dengan Sistem Bioflok, Ramah Lingkungan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menyaksikan pelatihan budidaya lele sistem bioflok menggunakan drum di Masjid Al Ikhwan, Dukuh, Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta. Pelatihan ini digelar oleh Majelis ...

DIY

Gubernur DIY Resmi Membuka Sarasehan Kebangsaan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X secara resmi membuka Sarasehan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Gerakan Suluh Kebangsaan pada hari Rabu (9/1/2019) di Bale Raos, Yogyakarta. Acara Sarasehan Keban ...

DIY

Gubernur Optimis Pembangunan NYIA Sesuai Target

KULONPROGO, BERNAS.ID - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X beserta rombongan melakukan kunjungan kerja guna meninjau progres New Yogyakarta International Airport (NYIA), Senin (8/1/2019) di Temon, Kulonprogo, tak hanya sebatas me ...

DIY

Gubernur Tinjau Langsung Progres NYIA

KULONPROGO, BERNAS.ID - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengadakan kunjungan kerja guna meninjau progress pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada Senin (8/1/2019) di Temon, Kulonprogo. Hal ini terkait den ...

DIY

Pencoretan OSO, Mahfud MD Anggap KPU Sudah Benar Ikuti Putusan MK

YOGYA, BERNAS.ID - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai sikap Komisi Pemilihan Umum mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi yang melarang pengurus partai politik menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sudah benar. ...

DIY

Kajari Sleman : Terdakwa Jootje Sudah Masuk DPO

SLEMAN, BERNAS.ID - Persidangan kasus aduan palsu dengan terdakwa Jootje Max Sondakh memasuki babak akhir. Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan putusan menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh Jootje. Namun sejak putusan ditandat ...

Olahraga

Krishna Murti Dapatkan Gambaran Kecil Pengaturan Skor dari Krisna Adi

SLEMAN, BERNAS.ID- Kasus pengaturan skor masih menjadi perhatian yang hangat bagi masyarakat, khususnya para pecinta bola. Satgas Anti Mafia Bola masih terus bekerja untuk membongkar selubung permainan skor guna memperbaiki dunia persepakbo ...

DIY

Tolak Klitih, Massa 9119 Minta Perda Khusus 

YOGYA, BERNAS.ID - Sejumlah elemen masyarakat Yogya yang tergabung dalam gerakan 9119 merekomendasikan pemerintah provinsi DIY untuk membuat peraturan daerah (Perda) khusus untuk aksi kriminal jalanan, khususnya bagi pelaku di bawah um ...

DIY

Romo Benny: Jangan Pilih Pemimpin Seperti Hitler!

YOGYA, BERNAS.ID - Pastor dan aktivis Romo Benny Susetyo mengingatkan masyarakat Indonesia untuk memilih pemimpin yang memiliki keutamaan. Pemimpin yang bisa mengaktualisasikan ideologi Pancasila menjadi praksis, dan mewujudkan keadilan men ...

DIY

Syafii Maarif: Waspadai Kebangsaan Indonesia yang Belum Kokoh

YOGYA, BERNAS.ID - Buya Syafii Maarif mengingatkan, saat ini kebangsaan Indonesia belum kokoh. Bisa saja ke depan Indonesia "bercerai', ada wilayah yang memisahkan diri. "Mudah-mudahan tidak terjadi. Ini tergantung kebijaka ...

DIY

Mahfud MD dan Tokoh Nasional Lain Bentuk Suluh Kebangsaan di Jogja

YOGYA, BERNAS.ID - Mahfud MD dan beberapa tokoh nasional lain seperti Sri Sultan HB X, Syafii Maarif, dan Benny Susetyo berkumpul di Bale Raos Yogyakarta, mendeklarasikan gerakan Suluh Kebangsaan, Rabu (9/1/2019). Deklarasi ditandai dengan ...

Budaya

Diangkat Jadi Abdi Dalem, Wawali Dapat Gelar dari Keraton Yogyakarta

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Setelah lama mengajukan diri untuk diwisuda menjadi abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, disusul kemudian mengikuti pelatihan selama tiga hari untuk mendalami filosofi Keraton hingga tata cara berpakaia ...

Ekonomi

Dugaan Korupsi, Kadis PUPR-Bupati Banjar Digugat ke Pengadilan

MARTAPURA, BERNAS.ID - Dugaan korupsi menyeruak di tengah proyek pembebasan lahan di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Melalui pengacara Mahyuddin, dua orang pemilik lahan yang terimbas p ...

Pendidikan

Rektor UGM Jelaskan Kronologi Penanganan Kasus di ORI DIY

SLEMAN, BERNAS.ID- Terkait pemanggilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI), pihak UGM mendatangi kantor ORI DIY yang beralamat di Jl Waltermongosidi No.20, Jetis, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedatangan Rektor UGM untuk memberikan keterang ...

DIY

Dewan Awasi Penyaluran Dana Kelurahan di Jogja

YOGYA, BERNAS.ID - Komisi A DPRD DIY melakukan pemantauan ke kantor Kelurahan Suryatmajan Yogyakarta,  Selasa  (8/1/2019).  Pemantauan dilakukan terkait pemberian dana kelurahan dari pusat yang turun mulai tahun anggaran 2019 ...

Budaya

Film Jogja "Kembalilah dengan Tenang" Melenggang ke Prancis

YOGYA, BERNAS.ID- Film Kembalilah dengan Tenang (2018) yang disutradarai oleh Reza Fahriyansyah masuk dalam seleksi Clermont-Ferrand International Short Film Festival ke-41. Festival tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 1-9 Febru ...

DIY

ORI Layangkan Pemanggilan Pertama Rektor UGM

SLEMAN, BERNAS.ID- Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengunjungi Polda DIY yang diterima langsung Kapolda DIY, Irjen Ahmad Dofiri dan jajaran, Senin 7 Januari 2019. Ketika dikonfirmasi kedatan ...

Ekonomi

Angkasa Pura I Utamakan Warga Terdampak untuk Bekerja di NYIA

SLEMAN, BERNAS.ID- PT Angkasa Pura I akan lebih mengutamakan warga terdampak untuk menjadi karyawan di New Yogyakarta International Airport. Hal tersebut dikatakan Agus Pandu Purnama, General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Yog ...

DIY

Kebakaran Hanguskan Puluhan Kios di Seberang Taman Pintar

YOGYA, BERNAS.ID - Kebakaran terjadi kompleks Taman Parkir Jalan Senopati, Yogyakarta, Minggu (6/1/2019) pukul 22.30 WIB. Laporan BPBD Kota Yogyakarta menyebutkan, kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik, dan tak ada korban jiwa pada p ...

Budaya

Hokya Traditional Dance Meriahkan Pasar Nini Thowok

KULONPROGO, BERNAS.ID -- Kelompok Tari Hokya Traditional Dance dari Nagan Kulon, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton, Yogyakarta, Minggu (06/01/2019), ikut memeriahkan parade tari di Pasar Nini Thowok, Dusun Bendung Khayangan, Desa Pendow ...

DIY

FMKI Ajak Umat Menjadi Pemilih yang Cerdas dan Beriman

BANTUL, BERNAS.ID - Forum Masyarakat Katolik Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (FMKI DIY) bersama Dewan Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran Bidang Pelayanan dan Kemasyarakatan menyelenggarakan Sarasehan dengan mengangkat tema Men ...

Kesehatan

BPBD Klaten Siapkan 25 Ribu Masker Antisipasi Hujan Abu Merapi

KLATEN, BERNAS.ID - Erupsi Gunung Merapi menyebabkan hujan abu mengguyur sejumlah wilayah di Klaten, Jawa Tengah. Mengantisipasi hal tersebut, BPBD Kabupaten Klaten telah menyiapkan 25 ribu masker untuk dibagikan kepada warga. Berda ...

DIY

Walikota Lantik 11 Pejabat Tinggi Pratama

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti melantik 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Grha Pandawa kompleks Balaikota, Jum’at (4/1/2019). Dalam kesempatan yang sama Walikota juga melantik posisi jabatan Admini ...

Budaya

Pameran Lukisan dan Mural Unik Bertema Panji-panji

BANTUL, BERNAS.ID - Pameran lukisan dan mural "Tan Hana Dharma Mangrwa" digelar oleh Gegerboyo. Pembukaan dilakukan Sabtu (5/1/2019) di REDBASE Yogyakarta. Gegerboyo adalah project kolaboratif antara Vendy Methodos, EnkaNkmr, D ...