Malioboro, Kemana Ruhmu?


27 September 2017

Kondisi Malioboro pada hari Selasa (26/9). (Sumber foto: Icay Taher/Bernas.id)

YOGYAKARTA, Bernas.id - Ada pemandangan berbeda di Jl Malioboro, Selasa (26/9) kemarin. Ruas jalan sepanjang 1,3 kilometer di jantung kota Jogja itu mendadak sepi. Hiruk-pikuk pengunjung Malioboro yang biasanya memadati bangku-bangku pedestrian, mendadak “lenyap”. Lorong di sisi barat Jl Malioboro yang biasanya dipenuhi deretan lapak pedagang kaki lima yang menjajakan pakaian dan aneka kerajinan, mendadak lengang, kosong melompong.

Tidak hanya pedagang kaki lima dan pengunjung pedestrian, becak dan andong yang biasanya berjajar di sisi barat Jl Malioboro, juga ikut menghilang. Hanya ada beberapa orang yang berkumpul untuk berswafoto di depan papan penunjuk jalan Malioboro yang ikonik itu. Hanya kendaraan yang melintas yang terlihat mengisi kekosongan Jl. Malioboro.

Selasa (26/9) pagi kemarin, yang terlihat justru ratusan orang sibuk membersihkan jalan Malioboro. Pagi itu, diinisiasi Dinas Pariwisata Jogja, dan turut dihadiri walikota dan wakil walikota serta perangkat daerah lainnya, mereka secara bersama-sama membersihkan jalan legendaris tersebut. Bahkan semua pedagang yang biasanya berdagang di sepanjang jalan itu juga turut terlibat. Mereka libur berjualan sehari penuh.

“Kita ingin memberikan nafas kepada Malioboro sejenak,” ujar Kepala Dinas Pariwisata.

Dua jam kemudian, jalan Malioboro terlihat bersih, resik dan apik. Namun ada sesuatu yang aneh. Ada sesuatu yang hilang. Jalan yang biasanya sesak oleh pedagang dan wisatawan itu, jadi sepi dan hening. Tidak ada lagi orang berjualan cenderamata khas Malioboro. Tak ada lagi pedagang minuman khas semacam dawet ayu dan wedang uwuh. Jalan pagi di Malioboro yang diselingi makan pecel pincuk di depan Pasar Beringharjo, lenyap sudah.

Tidak ada lagi mbok-mbok yang sudah renta dengan jualan pisang kapok rebusnya yang super legit itu. Atau wangi sate gajih yang dibakar, dipadu dengan lontong. Semua terhenyak. Kemana Malioboro? Yang terlihat bukan jalan Malioboro, tapi sepotomg jalan yang resik dan bersih. Terasa bukan di Jogja.

Menjelang sore, keadaan tidak berubah, tetap sepi dan lengang. Seorang pegawai toko, tempat Bernas mengambil foto dari puncak tokonya, bercerita, “Biasanya jam segini Malioboro sudah padat. Sekarang sepi. Ngga enak juga melihat Malioboro seperti ini.”

Para tukang becak lebih banyak tertidur di becaknya. Biasanya di sore hari mereka sudah mengantongi sekitar lima puluh ribuan, sekarang belum sama sekali. Malioboro yang bersih tapi sepi dan tidak menarik.

Beberapa pegawai toko juga lebih banyak berdiri di trotoar di depan tokonya menyaksikan Malioboro yang sepi. Sesekali terdengar petugas berteriak-teriak menggunakan Toa, melarang pedagang asongan yang mencoba-coba berjualan.

Seorang turis asal Belanda ikut juga terheran-heran melihat Malioboro yang kosong melompong. “Ada apa? Saya dengar dari teman saya Malioboro itu ramai dan tempat jualan oleh-oleh etnik, tapi mengapa hari ini tidak ada?” tanyanya kepada Bernas.

Bernas mencoba menjelaskan bahwa hari ini Malioboro bebas dari para pedagang dan pengasong, untuk memberikan keleluasaan kepada turis menikmati jalan Malioboro. Bukannya berterimakasih atas penjelasan Bernas, turis itu malah menggerutu. “Kami ke sini justru ingin melihat Malioboro yang ramai dan ingin membeli barang-barang etnik khas Jogja,” katanya.

Bernas mengarahkannya ke sebuah toko, tapi dia menolak dan melanjutkan perjalanannya. Sejurus kemudian ia berbalik. Ia bertanya dimana bisa membeli air mineral kemasan. Bernas juga baru sadar bahwa hari itu Malioboro juga bebas dari seluruh pedagang makanan dan minuman. Jadi kalau perut kosong dan dahaga ya salah sendiri, kenapa nggak membawa makanan dan minuman dari rumah. Kalau hanya sekadar bersih, apa yang dinikmati lagi dari Malioboro? Kalau hanya sekadar apik, apa yang akan dicari orang di Malioboro?   

Yang diperlukan Malioboro tidak hanya sekadar bersih dan apik, tapi juga para pedagang yang menjual pernak-pernik Jogja yang khas itu. Juga para penjual makanan yang tidak akan ditemui di daerah wisata lainnya. Itulah yang membuat Malioboro hidup. Yang membuat Malioboro memiliki ruh. Kalau hanya sekadar bersih, semua juga bisa melakukannya. Tapi membuat seseuatu itu khas, sangat sulit. Jadi jangan membuang kekhasan Malioboro dengan sekadar alasan kebersihan.

Yang diperlukan adalah menata para pedagang yang khas itu menjadi tertib. Tidak hanya sekadar menarik uang iuran, uang kebersihan dan uang kemanan saja, tapi buatkan mereka kompartemen-kompartemen khusus untuk berdagang dan menyimpan dagangannya. Kompartemen itu dibuat sedemikan rupa sehingga menarik untuk dilihat. Ada berbagai model kompartemen yang menarik dan bercita rasa tinggi untuk pedagang kaki lima.

Coba tengok Singapura yang menata pedagang kaki lima dengan kompartemen yang menarik. Seragam dan sama ukurannya. Saat tengah malam, mereka hilang, lapak dan dagangannya disimpan di gudang khusus. Tempat itu kemudian berganti menjadi pedestrian dengan pedagang makanan yang menarik.  

Sementara di Malioboro, kalau malam hari kompartemen kaki lima ditutup dengan terpal hitam yang kumal, seperti tumpukan sampah.  Terlihat kotor. Inilah yang harus dibenahi. Jangan sampai Malioboro yang khas itu bersih, tapi kehilangan ruhnya. 

Suasana Malioboro baru terlihat sedikit hidup menjelang malam. Beberapa bangku di jalur pedestrian mulai diisi sejumlah wisatawan. Namun, suasana lengang masih juga terlihat di sisi barat jalur Malioboro. Tidak ada pedagang kaki lima, tidak ada suasana transaksi jual beli barang-barang kerajinan seperti biasanya.

Meski sejumlah wisatawan mulai mendatangi Malioboro pada malam hari, tetap saja ada pemandangan aneh. Restoran dan gerai makan di sekitar jalan utama Malioboro diserbu pembeli. Beberapa wisatawan yang duduk di bangku pedestrian terlihat menikmati es krim dan roti yang dibeli dari supermarket. Mereka tidak bisa menemukan makanan khas Jogja yang biasa dijual pada pedagang kali lima. Bernas bahkan menyaksikan ada beberapa pengunjung Malioboro yang minum bir dalam kemasan kaleng. Sebab, mereka tak bisa menemukan pedagang asongan yang biasanya menjajakan minuman di sepanjang Malioboro.

Program Selasa Wage

Sepinya Malioboro sepanjang hari kemarin, merupakan imbas dari program “Resik-resik Malioboro” yang dicanangkan Pemerintah Provinsi DIY. Program ini dilaksanakan setiap Selasa Wage. Dengan demikian, pemandangan Jl Malioboro yang lengang itu akan terjadi setiap 35 hari sekali. Program Selasa Wage di kawasan Malioboro kemarin, baru kali pertama dijalankan. Program Selasa Wage ini berlangsung seharian penuh, mulai pukul 00.00 WIB.

Meski kegiatan utamanya “resik-resik”, tetap saja ada pengencualian. Hotel, toko dan area parkir Malioboro tetap boleh buka dan beraktivitas. Pada saat yang sama, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro melakukan kegiatan bersih-bersih di sepanjang kawasan legendaris ini. Kerja bakti ini ditujukan untuk membersihkan jalan sepanjang 1,3 kilometer, mulai depan Hotel Inna Garuda hingga Titik Nol Yogyakarta.

“Yang penting gerakan ini continue, rutin,” ujar Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, saat ditemui Bernas di kawasan Malioboro, Selasa (26/9).

Lengangnya Malioboro yang tak seperti biasanya itu sempat membuat kaget para wisatawan. Mereka tidak menyangka jika Malioboro “tutup”. Nindya Paramita (24), salah satu pengunjung dari Magelang sempat mengungkapkan kekecewaannya karena tidak berhasil membeli buah tangan dari Malioboro.

“Ke sini (Malioboro) memang mau beli barang, tapi nggak tau kalau ternyata tutup. Padahal mau beli oleh-oleh,” katanya dengan nada kecewa.

Malioboro boleh disebut ruhnya Jogja. Itu sebabnya Pemprov DIY memberi perhatian khusus terhadap kawasan Malioboro. Salah satunya adalah melalui program revitalisasi Malioboro yang telah menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah itu.

Namun, wajah Malioboro yang semakin cantik berkat program revitalisasi itu, ternyata belum dibarengi dengan kesadaran pengunjung dan pedagang untuk menjaga kebersihan. Berdasarkan pengamatan Bernas, setiap harinya selalu ada sampah yang berserakan di sekitar area pedestrian dan PKL. Bangku dan hiasan taman di sisi timur Jl Malioboro sudah ada yang rusak dan kotor. Tak hanya itu, area pedestrian yang seharusnya bersih dari PKL, masih sering digunakan oleh penjaja makanan kaki lima. Sampah dan limbah sisa makanan juga sering dibuang di area pejalan kaki tersebut.

Tak hanya area pedestrian yang belum terbebas dari sampah, aktivitas pengamen juga menjadi salah satu masalah serius di Malioboro. Tak sedikit pengunjung yang merasa terganggu dengan keberadaan para pengamen yang datang silih berganti.

Deny Hermawan (33), seorang waga Jogja punya pengalaman kurang menyenangkan ketika berkunjung di Malioboro. Kepada Bernas, ia mengaku terganggu dengan aktivitas pengamen yang dinilainya tidak bisa menghargai privasi orang lain.

“Pengamen di Malioboro banyak banget, kayaknya nggak terkontrol. Baru duduk-duduk sebentar aja udah banyak yang nyamperin,” ungkap Deny.

Isu kebersihan dan kenyamanan inilah nampaknya menjadi perhatian khusus pengelola kawasan Malioboro. Karena itulah kemudian dicanangkan Program “Bersih-bersih Malioboro” setiap Selasa Wage. (cay/tia)


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Perlu Usaha Bersama Putus Mata Rantai Perkawinan Anak

Bernas.id - Pernikahan anak masih marak terjadi di Indonesia dan kondisinya semakin mengkhawatirkan. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2016 mencatat sekitar 1,1 persen anak menikah pertama kali sebelum usia  15 tahun. Se ...

Budaya

Saparan Ki Ageng Wonolelo, 1,5 Ton Apem Dibagikan

Bernas.id - Pukul satu siang, masyarakat dari berbagai usia dan kalangan mulai berduyun-duyun datang ke lokasi Saparan Ki Ageng Wonolelo di Pondok Wonolelo, Widodomartani Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Semakin lama, warga yang datang tambah ...

DIY

Bantahan Atas Pendapat JPW atas Penolakan PP No.43 Tahun 2018

Bernas.id - Tim Pembela Jokowi (TPJ) DIY menganggap penanganan korupsi tentunya tidak dapat dilakukan sendirian oleh negara dalam hal ini melalui aparat penegak hukumnya. Peran dan partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi sangatla ...

DIY

Trio NWN: Kerja sebagai PR Hotel Perlu Passion

Bernas.id -- Kerja sebagai Public Relations (PR) di sebuah institusi, khususnya hotel itu diperlukan sebuah dedikasi yang menumbuhkan cinta terhadap pekerjaan dan ujungnya akan menjadikan passion dalam menekuni profesi. Hal itu, disampai ...

Budaya

Lomba Karnaval Hari Santri Se-Kota Jogja, Besok Minggu

Bernas.id - Memperingati Hari Santri Nasional 2018, Kantor Kementrian Agama Kota Jogja bakal menggelar Lomba Karnaval Budaya Santri se Kota Jogja. Lomba akan digelar pada Minggu 21 Oktober 2018 pukul 07:00 pagi.  Kasi Pendidikan Pon ...

DIY

Posting Fitnah ke Jokowi, Relawan Lapor ke Polda DIY

Bernas.id- Dua buah nomor kontak yang menjadi anggota sebuah grup WA PP-ABAT Berkah Yk (grup ekonomi bisnis) dilaporkan ke polisi karena diduga postingannya mengandung pencemaran nama baik, penghinaan, dan ujaran kebencian terkait UU ITE te ...

DIY

30 Oktober, Tenaga Honorer Mogok Nasional

Bernas.id- Puluhan tenaga kerja honorer melakukan audiensi untuk menyampaikan aspirasinya di DPRD Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tuntutannya, Pemerintah segera mencabut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara da ...

DIY

Peluru Nyasar di Gedung DPR, Ini Update Terkini Kabareskrim Polri

Bernas.id - Terkait peluru nyasar di gedung DPR, Kepala Bareskrim Polri Irjen Arief Sulistyanto menyebut bahwa ada 4 lokasi yang diperiksa. "Ada 4 lokasi yang kami periksa,  pertama di lantai 10, lantai 20, kemarin rupanya ...

DIY

Banyak Komplain, Kabareskrim Ingin Benahi Kinerja Reskrim

Bernas.id - Terkait tujuan kunjungannya ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kepala Bareskrim Polri Irjen Arief Sulistyanto mengatakan untuk melakukan peningkatan dan pembenahan kepada seluruh jajaran penyidik di Polda DIY. "Saya ha ...

Olahraga

Lomba Olahraga Tradisional bagi ASN di Lingkungan Pemkab SlemanĀ 

Bernas.id-  Memperingati ulang tahun KORPRI ke-47, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman adakan lomba olahraga tradisional bagi seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman di lapangan ...

Ekonomi

Kemenkominfo Ajak UMKM Yogyakarta Turut Menggerakan Usaha E-Commerce

Bernas.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia menggelar Forum Sosialisasi Belanja dan Jualan Online : Murah, Cepat, dan Aman di Gadjah Mada University Club (UC) Hotel UGM Yogyakarta, Kamis (18/10/ ...

DIY

Maskowi Deklarasi Dukung Jokowi

Bernas.id - Masyarakat Kerja Jokowi (Maskowi) menggaungkan deklarasinya mendukung pasangan capres-cawapres Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Limasan Kinayungan, Jl kaliurang Km 17 Tegalasari, Pakembinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yog ...

Budaya

Hip Hop Goyang Kelurahan Panembahan Jogja

Bernas.id -- Bagi masyarakat Yogyakarta, khususnya penggemar musik Hip Hop tentunya sudah tidak asing lagi dengan musisi pelantun lagu “Jogja Istimewa”, bernama Balance dan Mamok, keduanya merupakan pentolan grup Jogja Hip Hop F ...

Ekonomi

Jaminan Keamanan Sangat Krusial untuk Bisnis Hulu Migas

Bernas.id - Hari ini Rabu 17 Oktober 2018, Security Summit secara resmi dibuka Wakil Kepala SKK Migas, Sukandar didampingi Ketua Pelaksana Security Summit 2018 Putra Jaya, serta Ketua ASIM Dino Hindarto. Security Summit 2018 yang pada ta ...

DIY

Kepemilikan Big Data Menjadi Kunci di Era Revolusi Industri 4.0

Bernas.id - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Regional se-Jawa Bali telah dibuka secara resmi oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X di Hyatt Regency Hotel dengan pemukulan bende, Rabu pag ...

DIY

Polsek Gamping Berhasil Ungkap Tindak Pidana Pencurian CPU dan Penggelapan Motor

Bernas.id- Unit Reskrim, Polsek Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil mengungkap dua kasus tindak pidana, yaitu pencurian perhiasan dan penipuan/ penggelapan sepeda motor. Dalam konferensi persnya, Selasa (16/10) Kompol Hendr ...

DIY

Polda DIY Kembali Bongkar Peredaran Tembakau Gorilla

Bernas.id- Dalam operasinya di bulan September 2018, Polda DIY berhasil mengungkap peredaran narkoba di wilayahnya. Dalam konferensi persnya, Selasa (16/10) Wadiresnarkoba Polda DIY, AKBP Baron Muryanto berhasil menyita barang bukti berupa ...

DIY

ULD DIY Menggelar Charity for Palu dan Lombok

Bernas.id - Universal Line Dance (ULD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar acara kemanusiaan penggalangan dana yang kemudian akan disalurkan kepada para korban bencana alam gempa bumi dan tsunami di Palu dan Lombok beberapa wakt ...

DIY

Hallo Pol PP Meminimalisir Atribut Politik yang Mengandung Hoaks

Bernas.id - Guna meningkatkan kinerja pelayanan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman melaunching pos pengaduan masyarakat dan aplikasi online Hallo Pol PP. Aplikasi Hallo Pol PP merupakan salah satu inovasi Satpol PP ...

DIY

Eksekusi Rumah Dinas TNI, Upaya Sejak 19 Tahun Silam

Bernas.id - Korem 072 Pamungkas Yogyakarta melakukan eksekusi pengosongan rumah dinas TNI yang ada di Blok Pathuk, Dipoyudan, Ngampilan, Yogyakarta, Selasa (16/10/2018) pagi. Walau mendapat penolakan dari warga, penggusuran tetap dilaksanak ...

DIY

Ratusan Aparat Eksekusi Rumah Dinas TNI di Pathuk

Bernas.id  - Ratusan aparat TNI AD mengosongkan rumah dinas TNI AD di Kampung Dipoyudan Pathuk RT 28 RW 05, Ngampilan, Yogyakarta, Selasa (16/10/2018). Sejak pagi hari, anggota TNI sudah mengamankan kompleks perumahan tersebut, mengamb ...

Budaya

Lawan Hoax, PBNU Luncurkan Channel Edukasi

Bernas.id - Organisasi Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) meluncurkan NU Channel. Channel ini berisi program-program yang mendidik, tidak provokatif dan mengajarkan toleransi. NU Channel juga menayangkan sejumlah program menar ...

DIY

Perusakan Properti Sedekah Laut, Begini Kata Sultan

Bernas.id - Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan komentar terkait perusakan properti sedekah laut labuhan di Bantul yang terjadi belum lama ini. Ia mengimbau kepada semua pihak untuk saling m ...

DIY

KH Ma,ruf Amin: Pertarungan Pilpres 2019 Menjaga Ideologi Negara

Bernas.id - KH Ma'ruf Amin mengungkapkan rasa syukurnya kepada ribuan relawan dan para caleg dari berbagai partai koalisi sebagai juru kampanye pasangan Capres-cawapres No 1 di Yogyakarta karena bisa bertemu dan berkumpul di Rich Jogja, ...

DIY

TMMD ke-103 Tahun 2018 Resmi Dibuka di Balecatur Sleman

Bernas.id - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Tahun 2018 tahap III Kodim 0732/Sleman dibuka Lapangan Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin pagi 15 Oktober 2018. TMMD ini mengusung tema &ld ...

DIY

Temui Sultan, Ma'ruf Amin Bantah Sedang Sakit

Bernas.id - Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin bertemu dengan Sri Sultan Hamengkubowono X di kawasan Keraton Yogyakarta, Senin (15/10/2018) pagi. Pertemuan kedua pihak berlangsung tertutup.  "Saya merasa gembira ...

DIY

Wakil Walikota Buka TMMD Sengkuyung Tahap III 2018 di Pakuncen

Bernas.id - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap Ke III Tahun 2018 Kodim 0734/ Yogyakarta di Kelurahan Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan, resmi dibuka dalam upacara di lapangan AMC Wirobrajan Yogyakarta, Senin (15/10/2018). ...

Pariwisata

Wawali Kota Jogja Resmikan Acara Blusukan Kampung Wisata Kali Code 2018

Bernas.id -- Promosi pariwisata yang telah menjadi kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, adalah promosi dalam bentuk menghidupkan kampung-kampung wisata agar ada aktivitas yang menhubungkan obyek-obyek wisata utama yang ada di Kota ...

Budaya

Puncak Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi Tahun 2018

Bernas.id - Untuk mengangkat budaya dan pariwisata di wilayah Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman dalam hal ini Dinas pariwisata Kabupaten Sleman selenggarakan kegiatan Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi Tahun 2018 di Lapangan Denggung, Mi ...

DIY

Solusi Atasi Kurang Gizi bagi Ibu Hamil

Bernas.id -  Data nasional dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 lalu menunjukkan prevalensi risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada wanita hamil sebanyak 24,2%. KEK, status kurang gizi yang disebabkan oleh berkurangnya asupan nutri ...

Budaya

Daniel dan Erina Terpilih Jadi Dimas dan Diajeng Jogja 2018

Bernas.id - Malam penobatan Dimas Diajeng Jogja 2018 digelar di Concert Hall TBY, Jumat (12/10/2018). Dimas Bimananta dan Diajeng Arilia yang merupakan Dimas Diajeng Jogja 2016 mengestafetkan gelar yang telah diemban selama dua tahun kepada ...

DIY

Relawan Barnus untuk Prabowo-Sandi Dideklarasikan di Yogyakarta

Bernas.id - Setelah deklarasi nasional pada tanggal 29 September 2018 lalu di Semarang, relawan Barisan Nusantara (Barnus) kembali menggelar deklarasi dan diskusi sebagai pernyataan dukungan kepada pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Pr ...

DIY

Sandiaga Uno Resmikan Posko Pemenangan Prabowo Sandi DIY, Ajak Kampanye Zaman Now

Bernas.id - Cawapres Sandiaga Uno melakukan rangkaian kunjungan ke Jogja, Jumat (12/10/2018). Setelah melakukan kunjungan ke Kraton Jogja, Sandiaga berkunjung ke Ndalem Purbayan Jogja --kediaman almarhum Probosutedjo-- guna meresmikan Kanto ...

Ekonomi

Produk Wooden Resin Asli Kadisobo Sleman Laku di Eropa dan Amerika

Bernas.id- Heru Prasetyo, owner Pras Craft Jogja mengawali usaha wooden resin dari usaha yang kecil sekitar tujuh yang lalu di pinggir rumah dengan peneduh terpal. "Alhamdulillah kami sudah tumbuh. Sekarang kami lebih membuat kluste ...

Budaya

Istimewa Batik Mantaran dengan Motif Melon

Bernas.id - Rita Lestari (50), Ketua Kelompok Mantaran Batik Trimulyo mengatakan usaha kelompok batik Mantaran dimulai dari bulan Juli 2015. "Kami mendapat fasilitas pelatihan dari Desperindag dari Desa Trimulyo. Total ada 20 anggot ...

Pendidikan

Kemenag Siap Bangun Tenda Darurat untuk IAIN Palu

Bernas.id - Kementerian Agama (Kemenag) akan mendirikan tenda-tenda darurat untuk menampung mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu yang kampusnya hancur akibat gempa. Hal tersebut supaya proses belajar-mengajar di IAIN Palu tetap ...

Pendidikan

Rektor UWM : Hilangkan Ego Sektoral untuk Mewujudkan UWM Menjadi Baik

Bernas.id - Sebagai rangkaian mata acara Dies Natalies ke-36 Universitas Widya Mataram (UWM), upacara dies digelar pada Selasa (9/10/2018) di Pendapa Agung UWM. Upacara dies berlangsung sakral dengan dihadiri pengurus Yayasan Mataram Y ...

DIY

Status Tersangka Penangkap Kepiting di Bantul Dicabut

Bernas.id- Masih ingat kasus warga Samas Desa Srigading Kecamatan Sanden, bernama Tri Mulyadi (32) yang diduga melanggar peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI nomor 56/PEMEN KP/2016 tentang pelarangan penangkapan atau pengeluaran kepi ...

DIY

SigabPAN Duga Ada Politisasi Terkait Pemanggilan Amien Rais

Bernas.id- Elemen masyarakat SigabPAN (Simpatisan dan Keluarga Besar PAN) Yogyakarta melakukan longmarch dari Taman Kuliner Sleman menuju Polda DIY untuk melakukan aksi damai solidaritas dan doa bersama untuk Amien Rais terkait pemanggilann ...

Pendidikan

Menteri Agama Lakukan 'Groundbreaking' Gedung Madrasah International Language Centre

Bernas.id - Sebagai Rangkaian Hari Santri Nasional 2018, Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, bekerja sama dengan Corporate Social Responsibility (CSR) Centre DIY mendirikan Madrasah International Language Centre (MILC). Peletakan batu per ...

Budaya

Sultan: Aksara Jawa Bisa Mempererat Hubungan Antarwarga

Bernas.id - Pemda DIY meluncurkan restorasi sosial bertajuk Gerakan Bangga Penggunaan Aksara Jawa (Gerbang Praja) di Bangsal Kepatihan, Selasa (9/10/2018). Penggunaan media aksara Jawa dinilai dapat mempererat hubungan antarwarga. Gubern ...

DIY

Ada Bagi-bagi Helm Berstandar SNI di Lapangan Denggung

Bernas.id- Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman dan Kepolisian Resor Sleman memberikan kegiatan edukasi tentang helm berstandar SNI. Selain itu, melakukan pemeriksaan dan pengecekan tentang kelengkapan berlalu lintas kepada sejumlah pengendar ...

Budaya

DIY Siap Sambut Dimas Diajeng Terpilih 2018

Bernas.id - Pemilihan Dimas Diajeng Jogja 2018 akan segera memasuki puncaknya pada 12 Oktober mendatang. Malam penobatan Dimas Diajeng Jogja akan digelar di Concert Hall TBY, di mana Dimas Bimananta dan Diajeng Arilia yang merupakan Dimas D ...

DIY

Tepis Kabar Hoax, Seknas Jokowi DIY Siapkan Cyber Army

Bernas.id - Relawan Seknas Jokowi semakin mempertajam pelurunya, hal itu dibuktikan dengan penguatan pasukan media sosial (Cyber Army) yang siap menyebarkan kabar baik untuk Jokowi dan menepis semua kabar hoax. "Sesuai dengan t ...

Budaya

Bekraf Creative Labs 2018, Dukung Kuliner Asli Indonesia

Bernas.id - Universitas Gadjah Mada dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan BEKRAF Creative Labs 2018- Indonesia Culinary Conference dan Creative Expo selama dua hari, 9-10 Oktober 2018 di Grha Saba Pramana, Daerah Istimewa Yogy ...

DIY

Berikut Beberapa Wilayah di DIY yang Terkena Pemadaman Listrik

Bernas.id - Guna menjaga kelancaran pasokan ke tempat pelanggan serta mencegah gangguan padam, maka kami akan melaksanakan pemadaman Aliran listrik sementara. Pemadaman akan dilakukan pada waktu dan pekerjaan sebagai berikut : Selasa, ...

Olahraga

Derby PSS dan PSIM di Maguwoharjo Tanpa Suporter

Bernas.id - Kepolisian Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) tidak mengijinkan laga derby jilid II antara PSS dan PSIM dengan ditonton suporter dari kedua belah pihak pada pekan ke-21 Liga 2 2018, hari Rabu mendatang, 10 Oktober 20 ...

Budaya

Pusaka Sleman Tombak Kyai Turun Sih Dijamas

Bernas.id - KMT Probowibowo menceritakan Tumbak Kyai Turun Sih merupakan pusaka yang dimiliki Kabupaten Sleman. Tumbak ini, pemberian Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan HB X kepada Kadipaten Sleman pada hari Sabtu Kliwon, tanggal 15 Mei tahu ...

Pariwisata

Walikota Canangkan Oktober Sebagai Bulan Promosi Pariwisata Kota Jogja

Bernas.id - Walikota Jogja Haryadi Suyuti mencanangkan bulan Oktober sebagai Bulan Promosi Pariwisata Kota Jogja. Hal ini karena banyak event menarik yang digelar tiap Oktober, termasuk HUT Kota Jogja yang diperingati tiap 7 Oktober. &qu ...

Budaya

Ribuan Penonton Padati Wayang Jogja Carnival Night 2018

Bernas.id- Gelaran Wayang Jogja Night Carnival ketiga yang diselenggarakan pada Minggu (7/10) malam di seputar Tugu Yogyakarta. Acara yang digelar sebagai puncak peringatan HUT ke 262 Kota Jogja ini dipadati ribuan penonton dan wisatawan. ...