Malioboro, Kemana Ruhmu?


27 September 2017

Kondisi Malioboro pada hari Selasa (26/9). (Sumber foto: Icay Taher/Bernas.id)

YOGYAKARTA, Bernas.id - Ada pemandangan berbeda di Jl Malioboro, Selasa (26/9) kemarin. Ruas jalan sepanjang 1,3 kilometer di jantung kota Jogja itu mendadak sepi. Hiruk-pikuk pengunjung Malioboro yang biasanya memadati bangku-bangku pedestrian, mendadak “lenyap”. Lorong di sisi barat Jl Malioboro yang biasanya dipenuhi deretan lapak pedagang kaki lima yang menjajakan pakaian dan aneka kerajinan, mendadak lengang, kosong melompong.

Tidak hanya pedagang kaki lima dan pengunjung pedestrian, becak dan andong yang biasanya berjajar di sisi barat Jl Malioboro, juga ikut menghilang. Hanya ada beberapa orang yang berkumpul untuk berswafoto di depan papan penunjuk jalan Malioboro yang ikonik itu. Hanya kendaraan yang melintas yang terlihat mengisi kekosongan Jl. Malioboro.

Selasa (26/9) pagi kemarin, yang terlihat justru ratusan orang sibuk membersihkan jalan Malioboro. Pagi itu, diinisiasi Dinas Pariwisata Jogja, dan turut dihadiri walikota dan wakil walikota serta perangkat daerah lainnya, mereka secara bersama-sama membersihkan jalan legendaris tersebut. Bahkan semua pedagang yang biasanya berdagang di sepanjang jalan itu juga turut terlibat. Mereka libur berjualan sehari penuh.

“Kita ingin memberikan nafas kepada Malioboro sejenak,” ujar Kepala Dinas Pariwisata.

Dua jam kemudian, jalan Malioboro terlihat bersih, resik dan apik. Namun ada sesuatu yang aneh. Ada sesuatu yang hilang. Jalan yang biasanya sesak oleh pedagang dan wisatawan itu, jadi sepi dan hening. Tidak ada lagi orang berjualan cenderamata khas Malioboro. Tak ada lagi pedagang minuman khas semacam dawet ayu dan wedang uwuh. Jalan pagi di Malioboro yang diselingi makan pecel pincuk di depan Pasar Beringharjo, lenyap sudah.

Tidak ada lagi mbok-mbok yang sudah renta dengan jualan pisang kapok rebusnya yang super legit itu. Atau wangi sate gajih yang dibakar, dipadu dengan lontong. Semua terhenyak. Kemana Malioboro? Yang terlihat bukan jalan Malioboro, tapi sepotomg jalan yang resik dan bersih. Terasa bukan di Jogja.

Menjelang sore, keadaan tidak berubah, tetap sepi dan lengang. Seorang pegawai toko, tempat Bernas mengambil foto dari puncak tokonya, bercerita, “Biasanya jam segini Malioboro sudah padat. Sekarang sepi. Ngga enak juga melihat Malioboro seperti ini.”

Para tukang becak lebih banyak tertidur di becaknya. Biasanya di sore hari mereka sudah mengantongi sekitar lima puluh ribuan, sekarang belum sama sekali. Malioboro yang bersih tapi sepi dan tidak menarik.

Beberapa pegawai toko juga lebih banyak berdiri di trotoar di depan tokonya menyaksikan Malioboro yang sepi. Sesekali terdengar petugas berteriak-teriak menggunakan Toa, melarang pedagang asongan yang mencoba-coba berjualan.

Seorang turis asal Belanda ikut juga terheran-heran melihat Malioboro yang kosong melompong. “Ada apa? Saya dengar dari teman saya Malioboro itu ramai dan tempat jualan oleh-oleh etnik, tapi mengapa hari ini tidak ada?” tanyanya kepada Bernas.

Bernas mencoba menjelaskan bahwa hari ini Malioboro bebas dari para pedagang dan pengasong, untuk memberikan keleluasaan kepada turis menikmati jalan Malioboro. Bukannya berterimakasih atas penjelasan Bernas, turis itu malah menggerutu. “Kami ke sini justru ingin melihat Malioboro yang ramai dan ingin membeli barang-barang etnik khas Jogja,” katanya.

Bernas mengarahkannya ke sebuah toko, tapi dia menolak dan melanjutkan perjalanannya. Sejurus kemudian ia berbalik. Ia bertanya dimana bisa membeli air mineral kemasan. Bernas juga baru sadar bahwa hari itu Malioboro juga bebas dari seluruh pedagang makanan dan minuman. Jadi kalau perut kosong dan dahaga ya salah sendiri, kenapa nggak membawa makanan dan minuman dari rumah. Kalau hanya sekadar bersih, apa yang dinikmati lagi dari Malioboro? Kalau hanya sekadar apik, apa yang akan dicari orang di Malioboro?   

Yang diperlukan Malioboro tidak hanya sekadar bersih dan apik, tapi juga para pedagang yang menjual pernak-pernik Jogja yang khas itu. Juga para penjual makanan yang tidak akan ditemui di daerah wisata lainnya. Itulah yang membuat Malioboro hidup. Yang membuat Malioboro memiliki ruh. Kalau hanya sekadar bersih, semua juga bisa melakukannya. Tapi membuat seseuatu itu khas, sangat sulit. Jadi jangan membuang kekhasan Malioboro dengan sekadar alasan kebersihan.

Yang diperlukan adalah menata para pedagang yang khas itu menjadi tertib. Tidak hanya sekadar menarik uang iuran, uang kebersihan dan uang kemanan saja, tapi buatkan mereka kompartemen-kompartemen khusus untuk berdagang dan menyimpan dagangannya. Kompartemen itu dibuat sedemikan rupa sehingga menarik untuk dilihat. Ada berbagai model kompartemen yang menarik dan bercita rasa tinggi untuk pedagang kaki lima.

Coba tengok Singapura yang menata pedagang kaki lima dengan kompartemen yang menarik. Seragam dan sama ukurannya. Saat tengah malam, mereka hilang, lapak dan dagangannya disimpan di gudang khusus. Tempat itu kemudian berganti menjadi pedestrian dengan pedagang makanan yang menarik.  

Sementara di Malioboro, kalau malam hari kompartemen kaki lima ditutup dengan terpal hitam yang kumal, seperti tumpukan sampah.  Terlihat kotor. Inilah yang harus dibenahi. Jangan sampai Malioboro yang khas itu bersih, tapi kehilangan ruhnya. 

Suasana Malioboro baru terlihat sedikit hidup menjelang malam. Beberapa bangku di jalur pedestrian mulai diisi sejumlah wisatawan. Namun, suasana lengang masih juga terlihat di sisi barat jalur Malioboro. Tidak ada pedagang kaki lima, tidak ada suasana transaksi jual beli barang-barang kerajinan seperti biasanya.

Meski sejumlah wisatawan mulai mendatangi Malioboro pada malam hari, tetap saja ada pemandangan aneh. Restoran dan gerai makan di sekitar jalan utama Malioboro diserbu pembeli. Beberapa wisatawan yang duduk di bangku pedestrian terlihat menikmati es krim dan roti yang dibeli dari supermarket. Mereka tidak bisa menemukan makanan khas Jogja yang biasa dijual pada pedagang kali lima. Bernas bahkan menyaksikan ada beberapa pengunjung Malioboro yang minum bir dalam kemasan kaleng. Sebab, mereka tak bisa menemukan pedagang asongan yang biasanya menjajakan minuman di sepanjang Malioboro.

Program Selasa Wage

Sepinya Malioboro sepanjang hari kemarin, merupakan imbas dari program “Resik-resik Malioboro” yang dicanangkan Pemerintah Provinsi DIY. Program ini dilaksanakan setiap Selasa Wage. Dengan demikian, pemandangan Jl Malioboro yang lengang itu akan terjadi setiap 35 hari sekali. Program Selasa Wage di kawasan Malioboro kemarin, baru kali pertama dijalankan. Program Selasa Wage ini berlangsung seharian penuh, mulai pukul 00.00 WIB.

Meski kegiatan utamanya “resik-resik”, tetap saja ada pengencualian. Hotel, toko dan area parkir Malioboro tetap boleh buka dan beraktivitas. Pada saat yang sama, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro melakukan kegiatan bersih-bersih di sepanjang kawasan legendaris ini. Kerja bakti ini ditujukan untuk membersihkan jalan sepanjang 1,3 kilometer, mulai depan Hotel Inna Garuda hingga Titik Nol Yogyakarta.

“Yang penting gerakan ini continue, rutin,” ujar Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, saat ditemui Bernas di kawasan Malioboro, Selasa (26/9).

Lengangnya Malioboro yang tak seperti biasanya itu sempat membuat kaget para wisatawan. Mereka tidak menyangka jika Malioboro “tutup”. Nindya Paramita (24), salah satu pengunjung dari Magelang sempat mengungkapkan kekecewaannya karena tidak berhasil membeli buah tangan dari Malioboro.

“Ke sini (Malioboro) memang mau beli barang, tapi nggak tau kalau ternyata tutup. Padahal mau beli oleh-oleh,” katanya dengan nada kecewa.

Malioboro boleh disebut ruhnya Jogja. Itu sebabnya Pemprov DIY memberi perhatian khusus terhadap kawasan Malioboro. Salah satunya adalah melalui program revitalisasi Malioboro yang telah menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah itu.

Namun, wajah Malioboro yang semakin cantik berkat program revitalisasi itu, ternyata belum dibarengi dengan kesadaran pengunjung dan pedagang untuk menjaga kebersihan. Berdasarkan pengamatan Bernas, setiap harinya selalu ada sampah yang berserakan di sekitar area pedestrian dan PKL. Bangku dan hiasan taman di sisi timur Jl Malioboro sudah ada yang rusak dan kotor. Tak hanya itu, area pedestrian yang seharusnya bersih dari PKL, masih sering digunakan oleh penjaja makanan kaki lima. Sampah dan limbah sisa makanan juga sering dibuang di area pejalan kaki tersebut.

Tak hanya area pedestrian yang belum terbebas dari sampah, aktivitas pengamen juga menjadi salah satu masalah serius di Malioboro. Tak sedikit pengunjung yang merasa terganggu dengan keberadaan para pengamen yang datang silih berganti.

Deny Hermawan (33), seorang waga Jogja punya pengalaman kurang menyenangkan ketika berkunjung di Malioboro. Kepada Bernas, ia mengaku terganggu dengan aktivitas pengamen yang dinilainya tidak bisa menghargai privasi orang lain.

“Pengamen di Malioboro banyak banget, kayaknya nggak terkontrol. Baru duduk-duduk sebentar aja udah banyak yang nyamperin,” ungkap Deny.

Isu kebersihan dan kenyamanan inilah nampaknya menjadi perhatian khusus pengelola kawasan Malioboro. Karena itulah kemudian dicanangkan Program “Bersih-bersih Malioboro” setiap Selasa Wage. (cay/tia)


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Sri Purnomo, Peredaran Narkoba Saat Ini Mengkhawatirkan

Bernas.id - Sebagai upaya mewujudkan Aparatur Sipil Negeri (ASN) yang bebas dan bersih dari penyalahgunaan dan penggunaan Narkotika atau obat-obatan terlarang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman sosialisasi program Pencegahan, Pemberantas ...

DIY

Kejati DIY Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi yang Libatkan Bank BUMN

Bernas.id - Kasus dugaan korupsi yang melibatkan  Bank BNI terkait masalah kredit perbankan pembelian sebuah gedung ruko yang tengah ditangani oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY memasuki babak baru. Kejati DIY telah menetapkan dua ters ...

DIY

Warga Bersama TNI dan Polri Ramai-Ramai Bersihkan Kali Code

Bernas.id - Warga kawasan Kecamatan Jetis Yogyakarta melakukan bersih-bersih Kali Code, Minggu (22/7/2018), bersama TNI dan Polri. Ini adalah bagian dari rangkaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0734 Jogja. "Kami ...

Pendidikan

Launching Milad 1 Abad Mu'allimaat

Bernas.id - Tahun 2018 menjadi tahun yang spesial bagi Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, pasalnya pada tahun ini Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta genap berusia 1 abad. Direktur Madrasah Mu'allimaat Muh ...

Pariwisata

Situasi Tegang, Ledakan Bom, dan Baku Tembak Begitu Kuat di Film 22 Menit

Bernas.id – Situasi tegang ketika terjadi aksi penyerangan teroris menjadi hal utama yang coba diangkat Film 22 Menit. Ledakan bom, baku tembak, dan situasi kacau menjadi hal yang dirasakan ketika menonton film aksi garapan Eugene Pan ...

Pendidikan

Kemendikbud RI, Gerakan Kabupaten Sleman Membaca Bagian dari Gerakan Literasi Nasional

Bernas.id – Kasubdit Keaksaraan dan Budaya Baca, Dirjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, Dr Kastum, Mpd menyatakan bahwa pencanangan kampung literasi Wijaya Kusuma di Dusun Karan ...

Olahraga

Ratusan Perempuan Senam Bersama Peringati HUT Perwosi DIY

Bernas.id - Memperingati HUT ke-51 Tahun 2018,  Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar acara peringatan di halaman Balaikota Jogja, Sabtu (21/7/2018). Peringatan ditandai dengan senam ...

Kesehatan

Sri Muslimatun: Kami Sangat Berkepentingan untuk Kesehatan Anak

Bernas.id – Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menyatakan bahwa Kabupaten Sleman memiliki kepentingan besar terhadap kesehatan anak. Ia menegaskan deklarasi Lantera Simanja (Perlindungan Anak terhadap Gizi dan Keamanan Jajanan Anak S ...

Budaya

Mesemeleh, Tema FKY 2018. Catat Tanggalnya...

Bernas.id - Ajang seni tahunan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) siap menyapa warga Jogja pada tanggal 23 Juli hingga 9 Agustus 2018. FKY tahun ini akan diselenggarakan untuk ke-30 kalinya, dan akan diadakan kembali di Planet Pyramid yang ...

Budaya

Ini Keunikan Surjan Busana Tradisional Jawa

Bernas.id -- Surjan busana tradisional Jawa dari Yogyakarta, selain memiliki makna filosofi spitirual yang tinggi dan memiliki keunikan berupa penyebutan guntingan pola kain dalam menjahit pembuatan surjan. Proses pembuatan surjan dalam mem ...

Pendidikan

Rektor UNY: Hasil Riset PKM Dapat Digunakan Sebagai Skripsi

Bernas.id - Kasubdit Penalaran dan Kreativitas Direktorat Kemahasiswaan dan Perguruan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Misbah Fikriyanto mengucapkan rasa terima kasihnya pada UNY yang bersedia men ...

DIY

Salahgunakan Psikotropika, 4 Orang Diamankan di Polda DIY

Bernas.id- Petugas Satresnarkoba Polda DIY meringkus 4 orang yang diduga menyalahgunakan Psikotropika. Tersangka DM (23), IN (28), ATR (18), dan AP (23) diamankan polisi pada hari Kamis (19/7/2018) sekira pukul 00.30 WIB, Daerah Istimewa Yo ...

DIY

BNNK Sleman: Gamping Rawan 1 Penyalahgunaan Narkoba

Bernas.id – Kepala BNNK, Drs Kuntadi, Msi, menyebut bahwa Kabupaten Sleman juga menjadi salah satu area peredaran narkoba dengan Depok yang menjadi barometernya. Namun, daerah pinggiran kota juga memiliki kerawanan yang hampir sama, R ...

DIY

Gelombang Tinggi di Pantai Selatan, Ini yang Dilakukan BPBD DIY

Bernas.id--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY siap melakukan penanaman bakau di Pantai Selatan. Ini untuk mencegah kerusakan saat gelombang tinggi tiba.  Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana mengatakan, penanaman ...

Olahraga

Peringati HANI, BNNK Sleman Adakan Senam Massal

Bernas.id – Meningkatkan kesadaran warga Sleman tentang bahaya narkoba, BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) Sleman dan Pemerintah Kabupaten Sleman adakan senam massal bertajuk “Senam Sehat Anti Narkoba”, khususnya Ke ...

Pendidikan

Ratusan Penelitian Ilmiah Pelajar Jogja Ditampilkan di SRE'18. Apa Menariknya?

Bernas.id - Sagasitas Research Exhibition (SRE) 2018 dibuka mulai hari ini, Jumat (20/7/2018) hingga tanggal 21 Juli 2018 di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH), UGM. Ini adalah sebuah pameran ilmiah tahunan yang menampilkan ra ...

Budaya

Luna Maya dan Sara Wijayanto Beberkan Hal Unik Syuting Film Sabrina

Bernas.id - Sederet bintang film horor Sabrina hadir di Jogja, bertutur tentang hal mistis yang mewarnai proses syuting film tersebut. Pengalaman mistis pun dibagikan para pemain dalam acara Meet and Greet film Sabrina, di Ambarrukmo Pla ...

Olahraga

Menlu Retno dan Ribuan Siswa Kota Yogyakarta Sambut Obor Asian Games 2018

Bernas.id – Kota Yogyakarta menjadi sangat spesial karena menjadi kota pertama yang mengawali kirab obor Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang pada tanggal 18 Agustus – 2 Septemebr 2018. Akan ada 54 Ko ...

DIY

ACT Ajak Masyarakat Berkurban

Bernas.id - Setiap tahunnya, perayaan Idul Adha selalu membawa serta spirit meraih takwa dan membahagiakan sesama. Ibadah kurban menjadi momen umat muslim untuk semakin mendekatkan diri pada ilahi. Untuk tahun ini, Global Qurban-Aksi Cepat ...

Pariwisata

Tour De Merapi, Kenalkan Desa Wisata dan Pasar Tradisional Sleman

Bernas.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman kembali menggelar Tour de Merapi 2018 yang sudah dilaksanakan setiap tahunnya sejak tahun 2003. Tour de Merapi kali ini mengusung tema “Jajah Deso Milang Pasar” yang a ...

DIY

Inilah 4 Titik Pelanggaran Parkir di Jogja yang Paling Sering Ditemui

Bernas.id  - Dinas Perhubungan Kota Jogja mengakui, di beberapa titik di Kota Jogja memang sering ditemukan pelanggaran parkir. Hingga kini di beberapa titik ini masih sering ditemukan banyak pelanggaran parkir meskipun sudah dilakukan ...

Olahraga

Tujuh Atlet Legendaris Beri Dukungan Asian Games 2018

Bernas.id - Sedikitnya tujuh atlet legendaris di Indonesia ikut memberikan dukungan semangat kemenangan dalam parade kirab obor Asian Games 2018. Bersama salah satu operator transportasi online yang menjadi official partner Asian Games 2 ...

DIY

Enam Parpol Daftarkan 100% Bacalegnya ke KPU Kota Yogyakarta

Bernas.id - Enam partai politik di Kota Yogyakarta mendaftarkan 100 persen bakal calon legislatif yang diusungnya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta. Keenam parpol tersebut adalah Partai Nasdem, PKS, PDI Perjuangan, Gerindra ...

Pendidikan

TNI AD Berikan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Pada Peserta Didik Baru

Bernas.id - Mayor Kav Cecep Saepudin, S.Sos memberikan materi wawasan kebangsaan dan bela negara kepada siswa SMK Sekolah Menengah Teknik Industri (SMTI) Yogyakarta, Rabu (18/07) di Aula Yonif 403, Kentungan, Sleman. Dalam paparannya May ...

DIY

PKPI Absen di Pileg Propinsi DIY

Bernas.id - Lima belas dari 16 partai politik di Propinsi DIY, sudah resmi mendaftarkan bakal calon legislatif yang diusungnya kepada komisi pemilihan umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga berakhirnya masa tahapan pendaftaran b ...

DIY

Kesundul, Oleng, Sedan Tabrak Tiang Listrik

Bernas.id – Kecelakaan sebuah mobil jenis sedan berwarna silver terjadi di depan Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta sekira pukul setengah tiga sore lebih. Mobil sedan terlihat ringsek bagian depan karena menabrak tia ...

Olahraga

Api Asian Games 2018 Singgah Sesaat di Candi Ratu Boko

Bernas.id – Sekitar pukul setengah tiga sore, api Asian Games 2018 yang dibawa langsung dari India dibawa singgah sesaat ke Candi Ratu Boko yang terletak di puncak bukit. Dengan dikawal oleh Bregodo Gotri Seloaji, api Asian Games 2018 ...

Ekonomi

Peluang Pemasaran Produk Lokal Jogja Lewat E-Commerce Masih Terbuka Lebar

Bernas.id -Pemasaran tradisional lewat ekspor dinilai bukan satu-satunya upaya untuk memperluas produk lokal hingga pasar internasional. Salah satu cara yang belum banyak dilirik adalah e-commerce, yang memiliki potensi jaringan pasar cukup ...

Pendidikan

Tindaklanjuti Aduan Warga, Forpi Temukan Hal Ini Saat Sidak di SMP 5 Jogja

Bernas.id - Forum Pemantau Independen (Forpi) Pakta Integritas Kota Yogyakarta mendatangi SMP Negeri 5 Kota Yogyakarta, Rabu (18/7), guna meminta informasi terkait dengan jumlah pasti kursi kosong di SMP tersebut. Hal ini dilakukan guna men ...

DIY

Begini Perkembangan Revitalisasi Drainase Jalan Babaran

Bernas.id - Tahapan pekerjaan fisik revitalisasi drainase di Jalan Babaran Yogyakarta berjalan lebih cepat dari perencanaan. Hingga saat ini proses sudah mencapai lebih dari 40 persen dari total pekerjaan. "Pekan lalu, pekerjaan sud ...

Pendidikan

Begini Komentar Wakil Walikota Jogja Terkait Keluhkan "Blank Spot" PPDB

Bernas.id - Beberapa orang tua siswa mengadu ke Forum Pemantau Independen (Forpi) Pemerintah Kota Yogyakarta, Selasa (17/7/2028), menyampaikan keluhan adanya “blank spot” pada penerimaan peserta didik baru jenjang SMP di Kota Yo ...

Pendidikan

Keluhkan "Blank Spot" PPDB, Orang Tua Siswa Jogja Mengadu ke Forpi

Bernas.id - Dua orang tua siswa mengadu ke Forum Pemantau Independen (Forpi) Pemerintah Kota Yogyakarta, Selasa (17/7/2028). Mereka menyampaikan keluhan adanya “blank spot” pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP d ...

Ekonomi

Harga Telur Kini Mulai Stabil

Bernas.id -Harga telur di pasar tradisional Jogja mulai stabil di kisaran Rp26.000 per kilogram dalam beberapa hari terakhir. Demikian pula dengan harga bawang putih yang juga turun ke kisaran Rp23.000 - Rp24.000 per kilogram dari sebelumny ...

DIY

Kapolda DIY Akan Ikut Pawai Obor Api Asian Games 2018

Bernas.id – Kepala Polisi Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahmad Dofiri menyebut sudah melakukan persiapan dalam rangka pengamanan pawai obor api (torch relay) Asian Games 2018. Pengamanan akan dilaksanakan pada rute-rute jalan yang ...

Olahraga

Susi Susanti Ceritakan Pengalaman Bawa Api Asian Games 2018 dari India

Bernas.id - Susi Susanti, sebagai brand ambasador untuk Asian Games 2018 mengungkapkan kebanggaannya bisa dipilih untuk mengambil api secara langsung dari India. Susi Susanti membutuhkan waktu penerbangan sekitar 8 jam ketika membawa api As ...

Olahraga

Asian Games 2018, KSAU TNI AU: Dijamin Apinya Asli dari India

Bernas.id - Pukul delapan pagi tepat, Boeing 737 TNI AU yang membawa api Asian Games 2018 melintas dengan pengawalan khusus dari 5 pesawat tempur TNI AU, T50i Golden Eagle. Setelah mendarat, dilakukan penyerahan api ASEAN Games 2018 dari Ib ...

Olahraga

Erick Tohir, Asian Games 2018 Pecahkan Rekor Peserta Terbanyak

Bernas.id – Dalam rangka menyambut api Asian Games langsung dari India ke Kota Yogyakarta, penampilan Dragon Track Banner menjadi pembuka pertama prosesi serah terima api ajang olahraga internasional empat tahunan ini. Dua pesawat uda ...

DIY

Hari Ini Pendaftaran Terakhir Caleg ke KPU

Bernas.id - Hari ini, Selasa 17 Juli 2018, merupakan hari pendaftaran terakhir bagi partai politik yang ingin mendaftarkan bakal calon legislatif yang diusungnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Hari ini kami tunggu hingga pukul 24. ...

DIY

Baru 4 Parpol Mendaftar di KPU Kota Yogyakarta

Bernas.id - Hingga hari ini sejak dibukanya pendaftaran bakal calon legislatif, baru empat partai politik yang mendaftarkan bacalegnya di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta. "Sampai hari ini pukul 16.00 WIB baru ada ...

DIY

Partai Nasdem DIY Resmi Daftarkan Caleg ke KPU DIY

Bernas.id - Tepat pukul 13.00 WIB, Rombongan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasional Demokrat Daerah Istimewa Yogyakarta (DPW Partai Nasdem DIY) mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY guna mendaftarkan bakal calon legislatif (Baca ...

DIY

KPU Jogja Antisipasi Menumpuknya Pengajuan Caleg di Hari Terakhir

Bernas.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja melakukan langkah antisipasi penumpukan pengajuan daftar calon anggota legislatif pada hari terakhir, Selasa (17/7) besok. Instansi tersebut memperbanyak jumlah petugas untuk mengecek kelen ...

Pendidikan

Dinas Pendidikan Jogja Tak Mau Sembarangan Berikan Kursi Kosong

Bernas.id - Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja Edy Heri Suasana menepis informasi yang beredar di masyarakat soal tersisanya kursi di sekolah-sekolah negeri favorit. Edy mengatakan saat ini hanya tersisa dua kursi di SMP Negeri 5 Yogyakarta ...

Budaya

Hanung Bramantyo, Studio Alam Gamplong Jadi Pusat Kebudayaan

Bernas.id – Sutradara film terkenal, Hanung Bramantyo menyebut bahwa Film "Sultan Agung" menjadi pemicu dirinya untuk menciptakan sebuah pusat kebudayaan di Yogyakarta dalam wujud set studio alam. Menurut Hanung, nantinya se ...

DIY

Bank Mata Yogyakarta Itu Masih Ada untuk Memberantas Kebutaan

Bernas.id – Masih minimnya pendonor kornea mata di Indonesia, Bank Mata Yogyakarta melakukan terobosan kerjasama melalui penandatanganan MoU dengan Nepal Eye Bank. Hasil dari kerjasama itu, Nepal Eye Bank bersedia menghibahkan 10 korn ...

Kesehatan

Minimnya Pendonor, RSUP Sardjito Datangkan Kornea Mata dari Nepal

Bernas.id – Masih minimnya pendonor kornea mata di Indonesia, Bank Mata Yogyakarta melakukan terobosan kerjasama melalui penandatanganan MoU dengan Nepal Eye Bank. Hasil dari kerjasama itu, Nepal Eye Bank bersedia menghibahkan 10 korn ...

Pendidikan

Kekurangan Siswa, Beberapa SD di Kota Jogja ini Terpaksa Digabung

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta berencana melakukan penggabungan sejumlah sekolah dasar (SD) negeri. Penyebabnya beragam di antaranya jumlah siswa baru yang mendaftar semakin berkurang dari tahun ke tahun.  "Ada du ...

Olahraga

Serunya Nonton Final Piala Dunia di Jalanan Jogja

Bernas.id -- Keseruan warga Jogja terlihat pada hari Minggu (15/7) malam. Pasalnya, di berbagai titik, digelar pemutaran pertandingan sepakbola final Piala Dunia 2018. Salah satu titik yang ramai dipadati warga adalah di kawasan depan ka ...

DIY

Gara-gara Gemplong, Jokowi Tes Nama-nama Ikan Lagi di Sleman

Bernas.id- Minggu sore, 15 Juli 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Studio Alam Sultan Agung, Desa Gamplong, Sumber Rahayu, Moyudan, Sleman, Daerah IstimewaYogyakarta. Dalam sambutannya, Dr BRA Mooryati Soedibyo, SS, Mhum meny ...

DIY

Harapan Jokowi, Desa Gamplong Menjadi Terkenal, Ekonomi Juga Hidup

Bernas.id- Minggu sore, 15 Juli 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Studio Alam Sultan Agung, Desa Gamplong, Sumber Rahayu, Moyudan, Sleman, Daerah IstimewaYogyakarta. Presiden datang ke lokasi sekira pukul 15.35 WIB dengan rombo ...

DIY

Pasar Nini Thowok Pasar Tradisional yang Berbudaya

Bernas.id -- Nini Thowok adalah nama permainan tradisional yang melegenda bagi masyarakat Jawa, khususnya usia paruh baya tentu masih banyak yang mengenalnya. Boneka yang terbuat dari siwur (gayung dari bathok kelapa) yang dibentuk seperti ...