Sinyal Bahaya! Makassar Terancam Digital Divide, Siapa Bertanggung Jawab?

Key Takeaways:1. Ribuan UMKM di Makassar masih gagap teknologi, kehilangan peluang pasar digital.2. Generasi muda minim skill digital relevan, sulit bersaing di bursa kerja.3.
Data BPS menunjukkan kesenjangan nyata antara infrastruktur dan literasi digital.4.
Diperlukan intervensi cepat dari pemerintah dan pelaku industri untuk transformasi.Seolah-olah Makassar bersinar terang dengan geliat digitalnya.
Kafe-kafe penuh anak muda sibuk dengan gadget.
Pusat perbelanjaan ramai dengan transaksi digital.Namun, di balik fasad itu, ada jeritan senyap.
Ribuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih berjuang di ranah tradisional.Mereka melihat kue ekonomi digital semakin besar, tapi tak tahu bagaimana cara mengambil secuil pun.
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Hanya bisa gigit jari, menyaksikan omzet tetangga yang melek digital melesat jauh.## Kota Digital, Mimpi atau Ilusi?Bayangkan, ada seorang ibu penjual keripik di Jalan Perintis Kemerdekaan.
Produknya enak, khas Makassar. Tapi jualannya hanya dari mulut ke mulut.Ia tak punya Instagram, tak tahu cara berjualan di marketplace.
Jangankan itu, sekadar mengoptimalkan WhatsApp Business pun masih asing.Ini bukan cerita satu dua orang.
Ini adalah realitas yang dialami ratusan, bahkan ribuan, UMKM di seluruh penjuru kota.Sementara itu, para lulusan baru dari perguruan tinggi.
Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi KreatifMereka punya gelar, tapi skill digitalnya?
Seringkali ketinggalan zaman.Apa gunanya konektivitas 5G jika kemampuan mengolah data, membuat konten menarik, atau bahkan mengoperasikan perangkat lunak sederhana masih jadi momok?
Ini adalah jurang pemisah yang berbahaya.## Tantangan untuk Para Pemimpin Digital MakassarKini, saatnya kita bertanya, keras-keras.
Bapak Wali Kota Makassar, Bapak Gubernur Sulawesi Selatan, para rektor universitas, dan pimpinan asosiasi startup.Apa sebenarnya blueprint Anda untuk menyeberangkan ribuan warga ini ke era emas digital?
Apakah cukup hanya dengan seminar sehari atau pelatihan populis tanpa tindak lanjut?Hasil Investigasi Tim Bernas menemukan, banyak program pelatihan yang tak sampai ke akar rumput.
Atau, materinya terlalu teoritis, tidak praktis.Ini bukan soal siapa yang salah, tapi siapa yang berani bertindak cepat.
Bagaimana memastikan setiap warga Makassar, dari pinggir kota hingga pusat, bisa merasakan manfaat digital?Apakah ada strategi konkret untuk mencetak ‘digital native’ dari kalangan UMKM dan pencari kerja?
Atau kita hanya akan puas dengan capaian angka-angka infrastruktur semu?## Data BPS Menohok: Ironi Literasi Digital Data dari BPS Sulawesi Selatan (Hasil Riset Internal Bernas, 2023) menunjukkan, penetrasi internet di perkotaan sudah mencapai lebih dari 80%.
Angka yang fantastis, bukan?Namun, ironisnya, indeks literasi digital masih stagnan di level ‘sedang’.
Artinya, banyak yang terkoneksi, tapi sedikit yang produktif.Ini adalah gap data yang krusial. Seperti punya mobil mewah, tapi tidak tahu cara mengemudi apalagi merawatnya.
Potensi besar terbuang sia-sia.Fenomena ini sangat kontras dengan semangat ASTA CITA untuk mewujudkan pemerataan ekonomi berbasis digital.
Atau upaya Koperasi Merah Putih untuk memberdayakan ekonomi rakyat.Bagaimana kita bisa mewujudkan masyarakat digital yang mandiri dan berdaya saing, jika pondasi skill-nya rapuh?
Apakah ini bukan sinyal bahaya bagi pertumbuhan ekonomi daerah? [STRATEGI SOLUSI]Untuk melesat di era digital, dibutuhkan lebih dari sekadar koneksi internet.
Kemampuan praktis dan strategis adalah kunci. Kami merekomendasikan Anda untuk segera mengikuti Slid1st Masterclass (hanya Rp 8.500) atau mendaftar Beasiswa Digital Alchem1st.
Dapatkan solusi nyata untuk menguasai skill digital yang relevan dan siap pakai di ekosistem Agenc1st/Alchem1st.
Ini saatnya berubah!
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Terungkap: Batam Hadapi Paradoks Emas Digital! Peluang Karir Remote Melambung Tinggi, Siapkah Anda?
Jakarta: Mengubah Potensi Digital Jadi Peluang Emas Karier Global
Transformasi Digital Semarang: Menjembatani Kesenjangan Talenta Tech untuk Peluang Global
Guncangan Energi! Indonesia Resmikan PLTS Terapung Terbesar ASEAN, Lompatan Menuju Kemandirian Hijau!
Terobosan Energi Bersih Nasional: PLTS Raksasa NTT Resmi Beroperasi, Gemparkan Potensi Ekonomi Hijau Indonesia!
Medan Siap Gemparkan Pasar Global? Strategi Emas Talenta Digital Raih Peluang Jutaan
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di teknologi
Semantic Authority Linker
Terungkap: Batam Hadapi Paradoks Emas Digital! Peluang Karir Remote Melambung Tinggi, Siapkah Anda?
Jakarta: Mengubah Potensi Digital Jadi Peluang Emas Karier Global
Transformasi Digital Semarang: Menjembatani Kesenjangan Talenta Tech untuk Peluang Global
Tren Kerja Remote Menurun, Perusahaan Teknologi di Indonesia Kembali Wajibkan WFO Mulai April 2026
Revolusi Regulasi AI Global 2026: PBB Sahkan Traktat Internasional Penggunaan Kecerdasan Buatan yang Etis
Transformasi Pendidikan Tinggi Vokasi: Menyelaraskan Kurikulum dengan Program Asta Cita
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda